- Presiden Prabowo dan Presiden Macron mengadakan pertemuan 2,5 jam di Istana Élysée pada Jumat (23/1/2025) malam.
- Diskusi fokus menguatkan kemitraan strategis dan menyelaraskan pandangan mengenai dinamika global terkini.
- Pertemuan membahas isu strategis Prancis sebagai ketua G7, dengan pejabat kedua negara turut hadir mendampingi.
Suara.com - Misteri di balik pertemuan tingkat tinggi selama 2,5 jam antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Élysée, Paris terungkap.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya membeberkan agenda krusial yang dibahas kedua pemimpin negara di balik pintu tertutup.
Pertemuan yang berlangsung pada Jumat (23/1/2025) malam waktu setempat itu digelar dalam format jamuan makan malam atas undangan pribadi Presiden Macron.
Momen penting ini terjadi sesaat setelah keduanya sama-sama menghadiri dan memberikan pidato khusus dalam forum bergengsi Annual Meeting World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss.
Menurut Seskab Teddy, durasi pertemuan yang cukup lama itu dimanfaatkan untuk membahas isu-isu fundamental bagi kedua negara serta menyamakan persepsi terkait dinamika global terkini.
“Pertemuan tertutup kedua pemimpin tersebut berlangsung sekitar 2,5 jam diawali makan malam. Kedua pemimpin berkomitmen memperkuat kemitraan strategis di berbagai bidang yang telah dibangun sejak lama, serta menyelaraskan isu-isu global antara kedua pemimpin,” kata Seskab Teddy saat dihubungi di Jakarta, Sabtu (24/1/2025) malam.
Teddy, yang turut mendampingi Presiden Prabowo secara langsung di Istana Élysée, menambahkan bahwa diskusi juga menyentuh beberapa isu strategis yang menjadi perhatian utama Prancis, terutama dalam kapasitasnya sebagai ketua G7.
Hal ini mengindikasikan adanya pembahasan mendalam mengenai posisi Indonesia dalam konstelasi politik dan ekonomi dunia.
Tingginya signifikansi pertemuan ini juga tercermin dari jajaran pejabat yang hadir. Presiden Macron didampingi oleh figur-figur sentral dalam pemerintahannya, yaitu Kepala Staf Kepresidenan Jenderal Vincent Giraud, Penasihat Luar Negeri Emmanuel Bonne, dan Duta Besar Prancis untuk Indonesia Fabien Penone.
Baca Juga: Lawatan Selesai, Ini Rangkuman Capaian Strategis Prabowo di Inggris, Swiss dan Prancis
Sementara itu, dari pihak Indonesia, Presiden Prabowo didampingi oleh Seskab Teddy Indra Wijaya dan Kepala Protokol Negara Andy Rachmianto.
Kunjungan kerja Presiden Prabowo di Paris terbilang sangat singkat dan padat, berlangsung hanya sekitar lima jam.
Setelah merampungkan agenda penting dengan Macron, Presiden Prabowo beserta rombongan terbatas langsung bertolak kembali ke Tanah Air.
Pesawat Kepresidenan Garuda Indonesia-1 yang membawa rombongan mendarat di Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Sabtu sore.
Sejumlah pejabat tinggi negara tampak menyambut kedatangan Presiden Prabowo di apron Lanud Halim Perdanakusuma.
Mereka antara lain Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) M. Herindra, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, dan Kepala Sekretaris Pribadi Presiden RI Rizky Irmansyah.
Ketibaan Presiden di Jakarta ini sekaligus menandai berakhirnya rangkaian lawatan luar negeri maraton yang telah dijalani Presiden Prabowo sejak awal pekan, dimulai dari London, Inggris, berlanjut ke Davos, Swiss, dan ditutup dengan pertemuan strategis di Paris, Prancis.
Berita Terkait
-
Lawatan Selesai, Ini Rangkuman Capaian Strategis Prabowo di Inggris, Swiss dan Prancis
-
Ahmad Ali PSI Luruskan Tafsir Podcast: Gibran Adalah Wapres Potensial, Bukan Lawan Politik Prabowo
-
Saleh Daulay: Reshuffle Kabinet Hak Konstitusional Presiden Prabowo
-
Pasti Dilunasi, Intip Perjalanan Warisan Utang Indonesia yang Tak Pernah Gagal Dibayar
-
Rotasi Besar Polri, Irjen Sandi Nugroho Geser Andi Rian di Polda Sumsel!
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
- 5 HP Android dengan Kualitas Setara iPhone 13 Pro dan iPhone 13 Pro Max
Pilihan
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
Terkini
-
Aksi Koboi Kades: Panjat Pagar dan Todong Pistol ke Warga Bekasi, Kini Disidik Polisi
-
Menenun Harapan Perempuan Penenun di Timur Indonesia Bersama Giro Kartini
-
Khofifah Bangga Program ADEM Cetak Generasi Papua Berprestasi, 51 Murid Lolos PTN
-
Lagi Ujian Diciduk Polisi! 2 Pelajar Palmerah Ditangkap usai Bacok Siswa SMK secara Acak
-
Satgas PRR Minta Optimalisasi TKD dan Hibah Antardaerah Tak Terhambat Birokrasi
-
Buntut Kasus Hanania, Menteri Haji: Sekarang Semua Travel Wajib Akreditasi!
-
Minta Anggaran Rp3,9 T Cuma Dikasih Rp728 M, Pigai: Kami Berprestasi Tapi Tak Pernah Diapresiasi DPR
-
Polri Rekrut Disabilitas: Bukan Cuma Staf, Berpeluang Duduki Jabatan Struktural!
-
Kapolri Jamin Takkan Serobot Kursi ASN: Polisi Masuk Kementerian Hanya Jika Diminta!
-
Mengurai Benang Kusut Gagal Bayar Gaji PPPK: Apakah Dana APBN Bisa Jadi Solusi?