- Sari Yuliati dari Fraksi Partai Golkar resmi ditetapkan sebagai Wakil Ketua DPR RI pada 27 Januari 2026.
- Penetapan ini menggantikan Adies Kadir, yang mengundurkan diri setelah terpilih menjadi Hakim Mahkamah Konstitusi usulan DPR.
- Sari Yuliati, lulusan Teknik Sipil dan kini Doktor Ilmu Hukum, akan mengoordinasikan Bidang Ekonomi dan Keuangan DPR.
Suara.com - Estafet kepemimpinan di kursi pimpinan DPR RI resmi bergulir. Dalam Rapat Paripurna ke-13 Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025-2026 yang digelar Selasa (27/1/2026), Sari Yuliati resmi ditetapkan sebagai Wakil Ketua DPR RI.
Politisi perempuan dari Fraksi Partai Golkar ini menggantikan Adies Kadir, yang mengundurkan diri setelah terpilih menjadi Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) usulan DPR. Penetapan dilakukan oleh Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa di Kompleks Parlemen, Senayan.
“Kepada sidang dewan terhormat, terhadap saudari Sari Yuliati dapat ditetapkan sebagai Wakil Ketua DPR RI, apakah dapat disetujui?” tanya Saan, yang langsung disambut seruan “Setuju” secara bulat oleh seluruh anggota dewan yang hadir.
Sari Yuliati kini memegang amanah besar untuk mengoordinasikan Bidang Ekonomi dan Keuangan, posisi strategis dalam struktur pimpinan legislatif.
Rekam Jejak di Partai Golkar: Dari Bendahara hingga Pimpinan Senayan
Karier politik Sari Yuliati di Partai Golkar merupakan perjalanan panjang sejak 2004. Ia mulai sebagai kader dari barisan muda partai dan menempati berbagai posisi vital, mulai dari Bendahara (2004-2009), Bendahara Umum DPP Partai Golkar (2014-2016), hingga Wakil Sekretaris Jenderal selama satu tahun. Ia juga pernah menjabat Wakil Bendahara Korbid Indonesia Timur (2017-2019).
Saat ini, Sari dipercaya sebagai Bendahara Umum DPP Partai Golkar periode 2024-2029 sekaligus Bendahara Fraksi Partai Golkar di DPR RI.
Di parlemen, Sari bukan sosok baru. Legislator dua periode (2019-2024 dan 2024-2029) ini mewakili Daerah Pemilihan Nusa Tenggara Barat II, meliputi Pulau Lombok. Sebelum naik ke kursi pimpinan DPR, ia menjabat Wakil Ketua Komisi III yang membidangi Hukum, HAM, dan Keamanan.
Akademisi Cemerlang: Dari Teknik Sipil ke Doktor Hukum
Baca Juga: Gantikan Adies, Sari Yuliati Ditetapkan Jadi Wakil Ketua DPR RI dari Golkar
Sari Yuliati lahir di Jakarta pada 2 Juni 1976 dan menempuh pendidikan dasar hingga menengah di sekolah unggulan Jakarta, termasuk SMAN 81 Labschool. Ia menempuh S1 Teknik Sipil di Universitas Trisakti (1995) dan lulus pada 1999, masuk lima besar lulusan dengan IPK tertinggi.
Tak berhenti di sana, ia meraih gelar Magister Teknik (M.T.) dari Universitas Indonesia hanya dalam 18 bulan. Selanjutnya, Sari mempelajari ilmu hukum, meraih gelar Sarjana Hukum dari Universitas Kristen Indonesia (2020-2025), dan saat ini tengah menempuh program Doktor Ilmu Hukum di Universitas Padjadjaran, Bandung.
Aktivis Reformasi dan Profil Kekayaan
Jiwa kepemimpinan Sari sudah terlihat sejak mahasiswa, aktif sebagai aktivis kampus pada era Reformasi 1998. Karakter taktis dan sistematis yang terbentuk dari latar belakang teknik serta pengalaman lapangan menjadikannya sosok diperhitungkan di Senayan.
Sebagai pejabat publik, Sari melaporkan harta kekayaannya melalui LHKPN tahun 2023, sebesar Rp 55,6 miliar. Kekayaan tersebut mencakup delapan bidang tanah dan bangunan di area strategis seperti Jakarta, Tangerang, Bogor, dan Bekasi, serta koleksi kendaraan mewah termasuk Mercedes Benz GLE250D dan Toyota Fortuner.
Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa (NasDem) berharap Sari Yuliati mampu memberikan kontribusi positif bagi penguatan fungsi legislasi dan pengawasan di parlemen.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi Mobil Kecil untuk Wanita, Harga Mulai Rp80 Jutaan
- 5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
Pilihan
-
Pertamina Mau Batasi Pembelian LPG 3 Kg, Satu Keluarga 10 Tabung/Bulan
-
Keponakan Prabowo Jadi Deputi BI, INDEF: Pasar Keuangan Pasang Mode Waspada Tinggi
-
Purbaya Hadapi Tantangan Kegagalan Mencari Utang Baru
-
5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Danantara Mau Caplok Tambang Emas Martabe Milik Astra?
Terkini
-
Perkuat Kerja Sama Pendidikan IndonesiaInggris, Prabowo Panggil Mendikti ke Hambalang
-
MAKI Ingatkan Jaksa Jangan Terjebak Manuver Nadiem Makarim
-
Kemenkes Siapkan Strategi Swab Mandiri untuk Perluas Deteksi Dini Kanker Serviks
-
KPK Bakal Periksa Eks Menaker Hanif Dhakiri Terkait Kasus Korupsi RPTKA
-
Polda Metro Jaya Sita 27 Kg Sabu dan Happy Five Senilai Rp41,7 Miliar di Tangerang
-
Propam Usut Dugaan Salah Prosedur Polisi yang Amankan Pedagang Es Gabus di Johar Baru
-
Bukan Cuma 28, Satgas PKH Ungkap Potensi Gelombang Baru Pencabutan Izin Perusahaan Pelanggar Hutan
-
KAI Daop 1 Rilis Jadwal Mudik Lebaran 2026, Siapkan 37 Ribu Kursi Per Hari
-
Pascabanjir Cengkareng, Sudin LH Jakbar Angkut 187 Ton Sampah dalam 8 Jam
-
Mensos Paparkan Data Bencana Januari 2026: 34 Titik Melanda Indonesia, Jawa Jadi Wilayah Terbanyak