12 Aparat Hukum Diduga Perkosa Seorang Ibu di Papua, Saksi Mata Ungkap Kronologi Pilu

Selasa, 27 Januari 2026 | 19:27 WIB
Foto mama-mama Papua, dan satu di antaranya adalah korban dugaan pemerkosaan prajurit TNI. [dokumentasi]
BACA 10 DETIK
  • Dugaan pemerkosaan terjadi pada 13 Januari 2026 terhadap Ibu HW oleh 12 oknum TNI di Beoga, Papua Tengah.
  • Korban diserang saat pulang berbelanja di sekitar Kali Dinimun oleh aparat dari Pos Dambet yang sedang operasi.
  • Aktivis mendesak Presiden dan PBB melakukan investigasi internasional atas dugaan pelanggaran HAM berulang di Papua.

Suara.com - Kabar memilukan kembali datang dari wilayah konflik di Tanah Papua. Sebanyak 12 oknum anggota TNI dari Pos Dambet, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah, diduga melakukan tindakan kekerasan seksual berupa pemerkosaan terhadap seorang ibu rumah tangga.

Insiden ini menambah daftar panjang dugaan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang melibatkan aparat keamanan di wilayah tersebut.

Dikutip dari Suara Papua, korban diidentifikasi bernama Ibu HW (48 tahun), warga Kampung Meningimte, Distrik Beoga Timur.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari masyarakat lokal dan aktivis kemanusiaan, peristiwa tragis ini terjadi pada 13 Januari 2026, sekitar pukul 10.30 WIT di area Kampung Meningimte.

Kronologi Kejadian di Kali Dinimun

Menurut laporan kronologi yang disusun oleh Human Rights Defender (HRD), kejadian bermula saat Ibu HW berangkat dari rumahnya menuju Kampung Milawak, pusat Distrik Beoga.

Kepergiannya bertujuan untuk membeli kebutuhan sembako demi memenuhi keperluan anak-anak dan keluarganya.

Setelah selesai berbelanja, korban pun bergegas pulang menuju kediamannya di Kampung Meningimte.

Namun, perjalanan pulang tersebut berubah menjadi mimpi buruk.

Saat berada di sekitar Kali Dinimun, langkah korban dihadang oleh 12 oknum anggota TNI dari Pos Dambet yang saat itu dikabarkan tengah melakukan operasi di wilayah tersebut.

Dalam kondisi terpojok, aparat diduga langsung menodongkan senjata api ke arah korban.

Ibu HW ditahan secara paksa, dan di sanalah tindakan keji tersebut terjadi. Menurut laporan, para pelaku melakukan tindakan pemerkosaan secara bergantian.

Selama aksi berlangsung, sebagian oknum aparat tetap menodongkan senjata untuk mengancam korban agar tidak berteriak ataupun melawan.

Kesaksian Mata dan Kondisi Korban

Seorang saksi mata yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian mengaku sempat melihat peristiwa tersebut.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com