- Kejaksaan Agung belum memeriksa Siti Nurbaya Bakar meski rumahnya digeledah penyidik Jampidsus pada 28-29 Januari 2026.
- Penggeledahan dilakukan untuk mencari barang dan alat bukti terkait dugaan korupsi tata kelola kebun dan industri sawit.
- Peran Siti Nurbaya dalam perkara dugaan korupsi tersebut masih menjadi materi penyidikan dan belum dirinci.
Suara.com - Kejaksaan Agung mengaku belum pernah melakukan pemeriksaan terhadap mantan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Siti Nurbaya Bakar, meski kediamannya telah digeledah oleh penyidik.
Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Syarief Sulaeman Nahdi mengatakan penggeledahan yang dilakukan penyidik bertujuan untuk mencari barang bukti.
“Kalau penggeledahan itu, kita akan mencari barang bukti dan alat bukti. Jadi tidak harus diperiksa,” kata Syarief di Kejaksaan Agung, Jumat (30/1/2026).
“Jadi satu konteks yang berbeda. Gitu ya. Kita di sini adalah mencari alat bukti dan barang bukti,” imbuhnya.
Syarief menyebut hingga saat ini pihaknya belum dapat merinci peran Siti Nurbaya dalam perkara dugaan korupsi tata kelola kebun dan industri sawit.
Ia mengaku hal tersebut masih masuk dalam materi penyidikan. Namun, setelah seluruh data dan bukti berhasil dihimpun, pihaknya akan menyampaikannya ke publik.
“Belum bisa kami sampaikan. Itu materi, nanti kita sampaikan,” tandasnya.
Sebelumnya, tim penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) menggeledah sejumlah lokasi terkait dugaan tindak pidana korupsi di Kementerian Kehutanan.
Salah satu lokasi yang digeledah adalah rumah mantan menteri. Penggeledahan tersebut dilakukan selama dua hari, yakni pada 28–29 Januari 2026.
Baca Juga: Usai Diperiksa KPK, Gus Yaqut Bantah Beri Kuota Haji Khusus ke Maktour
Jampidsus Febrie Adriansyah membenarkan adanya penggeledahan yang dilakukan oleh pihaknya.
“Benar, penggeledahan terkait kasus korupsi di Kemenhut,” kata Febrie saat dikonfirmasi, Jumat (30/1/2026).
Adapun rangkaian penggeledahan dilakukan di sejumlah wilayah. Berdasarkan informasi yang dihimpun Suara.com, pada Rabu (28/1) penyidik menggeledah lokasi di kawasan Matraman, Jakarta Timur, dan Kemang, Jakarta Selatan.
Kegiatan berlanjut pada Kamis (29/1), penyidik kembali melakukan penggeledahan di sejumlah wilayah, antara lain Rawamangun, Jakarta Timur, serta kawasan Bogor, Jawa Barat.
Berita Terkait
-
Usai Diperiksa KPK, Gus Yaqut Bantah Beri Kuota Haji Khusus ke Maktour
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Menteri Siti Nurbaya, Terkait Penyidikan Tata Kelola Sawit
-
Jampidsus Geledah Rumah Eks Menteri dan Sejumlah Lokasi Terkait Korupsi Kemenhut
-
Yaqut Diperiksa KPK, Gus Yahya: Semua Tahu Dia Adik Saya, Silakan Diproses!
-
Dugaan Korupsi Haji, Gus Yaqut kembali diperiksa KPK
Terpopuler
- Jalan Putri Hijau/Yos Sudarso Medan Ditutup 31 Januari hingga 6 Februari, Arus Lalin Dialihkan
- Reshuffle Kabinet: Sugiono Jadi Menko PMK Gantikan 'Orang Jokowi', Keponakan Prabowo Jadi Menlu?
- 4 Cushion Wardah untuk Tutupi Kerutan Lansia Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Mobil Bekas Rp30 Jutaan yang Cocok untuk Guru Honorer: Solusi Ekonomis untuk Mobilitas Sehari-hari
- Ketua KPK Jawab Peluang Panggil Jokowi dalam Kasus Korupsi Kuota Haji
Pilihan
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
-
5 HP Memori 128 GB di Bawah Rp2 Juta Terbaik Awal 2026: Kapasitas Lega, Harga Ramah di Kantong!
-
5 HP Murah Mirip iPhone Terbaru: Gaya Mewah Boba 3 Mulai Rp900 Ribuan!
-
Rupiah Melemah ke Rp16.786, Tertekan Sentimen Negatif Pasar Saham
-
Jokowi Angkat Bicara Soal Dugaan Korupsi Mantan Menag Yaqut: Saya Tidak Pernah Perintahkan Korupsi!
Terkini
-
Nama Jokowi Diseret dalam Kasus Kuota Haji Gus Yaqut, PSI Kasih Pembelaan
-
Dasco Ungkap Alasan Gerindra Belum Putuskan Ambang Batas Parlemen: Ini Soal Partisipasi Rakyat
-
Meski Kasus Ditutup, Polisi Tetap Telusuri Asal Tabung Whip Pink di Apartemen Lula Lahfah
-
Terkuak! Polisi Temukan Tabung Whip Pink di Apartemen Lula Lahfah
-
Kejari Sleman Resmi Hentikan Perkara Hogi Minaya, Suami yang Bela Istri dari Jambret
-
Usai Diperiksa KPK, Gus Yaqut Bantah Beri Kuota Haji Khusus ke Maktour
-
Tak Ditemukan Unsur Pidana, Polisi Resmi Hentikan Penyelidikan Kematian Lula Lahfah!
-
Motif Asmara, Polres Metro Bekasi Bekuk Penculik Anak di Bus di Bandung
-
Fakta Baru Kasus Ibu Dibunuh Anak karena Tak Diberi Uang Rp39 Juta di Mataram, Pelaku Positif THC
-
Tanggapi Isu Reshuffle hingga Peleburan Kementerian, Mensesneg Bilang Begini