- Megawati menerima Doktor Honoris Causa dari Princess Nourah bint Abdulrahman University, Riyadh, Arab Saudi pada 9 Februari 2026.
- Gelar kehormatan tersebut dianggap sebagai amanah kemanusiaan, bukan hadiah, yang memicu tanggung jawab besar baginya.
- Sebelumnya, Megawati telah memperoleh sepuluh gelar doktor dan tiga gelar profesor kehormatan dari berbagai institusi dunia.
Suara.com - Presiden Kelima Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, mengaku merasakan kebanggaan sekaligus tanggung jawab yang semakin besar setelah menerima gelar Doktor Honoris Causa dari Princess Nourah bint Abdulrahman University (PNU), Riyadh, Arab Saudi, Senin (9/2/2026) waktu setempat.
Megawati menegaskan bahwa bertambahnya gelar kehormatan bukanlah hadiah untuk dipamerkan, melainkan amanah kemanusiaan yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
“Bergemuruh, artinya bangga, ya, tapi juga merasa bertambah tanggung jawab seperti yang saya sampaikan dalam orasi ilmiah,” ujar Megawati.
Presiden perempuan pertama RI itu menekankan bahwa gelar profesor maupun doktor kehormatan yang diterimanya bukan sesuatu yang diminta. Menurutnya, kepercayaan dari institusi akademik dunia justru menjadi beban moral untuk terus berkontribusi bagi kemanusiaan.
“Bukan berarti seperti mendapat hadiah. Itu adalah tanggung jawab kemanusiaan, karena saya dipercaya oleh mereka yang memberikan gelar tersebut,” kata Megawati.
Ia menambahkan, kepercayaan tersebut menjadi dorongan untuk terus berperan aktif dalam mencari solusi atas berbagai persoalan global yang masih dihadapi umat manusia.
Megawati menuturkan, rasa tanggung jawab tersebut mendorongnya untuk tetap aktif dalam berbagai forum dan program kemanusiaan global, termasuk keterlibatannya dalam Zayed Award for Human Fraternity.
Melalui forum tersebut, Megawati mengaku bertemu dengan banyak tokoh dunia untuk mendiskusikan berbagai persoalan global agar dapat dijadikan gerakan bersama.
“Saya bersedia mengikuti, meski saya sadar umur saya sudah lumayan,” ujar Megawati.
Baca Juga: Ferdinand: Polri Tetap di Bawah Presiden, Jangan Kerdilkan Institusi
Sebelum menerima anugerah dari Princess Nourah bint Abdulrahman University, Megawati telah mengantongi 10 gelar doktor honoris causa dari berbagai universitas ternama dunia, yakni:
- Waseda University of Tokyo, Jepang (2001) – Bidang Politik
- Moscow State Institute of International Relations (MGIMO), Rusia (2003) – Bidang Politik
- Korea Maritime and Ocean University, Korea Selatan (2015) – Bidang Politik
- Universitas Padjadjaran, Indonesia (2016) – Bidang Politik dan Pemerintahan
- Universitas Negeri Padang, Indonesia (2017) – Bidang Pendidikan Politik
- Mokpo National University, Korea Selatan (2017) – Bidang Demokrasi Ekonomi
- Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Indonesia (2018) – Bidang Politik dan Pemerintahan
- Fujian Normal University, Tiongkok (2018) – Bidang Diplomasi Ekonomi
- Soka University Japan, Jepang (2020) – Bidang Kemanusiaan
- Universiti Tunku Abdul Rahman, Malaysia (2023) – Bidang Sosial
Tiga Profesor Kehormatan
Selain gelar doktor kehormatan, Megawati juga telah menerima tiga gelar profesor kehormatan, masing-masing dari:
- Universitas Pertahanan RI, Indonesia (2021) – Ilmu Kepemimpinan Strategik
- Seoul Institute of the Arts, Korea Selatan (2022) – Kebijakan Seni dan Ekonomi Kreatif
- Silk Road International University of Tourism and Cultural Heritage, Uzbekistan (2024) – Pariwisata Berkelanjutan
Berita Terkait
-
Ferdinand: Polri Tetap di Bawah Presiden, Jangan Kerdilkan Institusi
-
Megawati Terima Doktor Kehormatan di Riyadh, Soroti Peran Perempuan dalam Kepemimpinan Negara
-
Sentil Upaya Pembungkaman, Hasto: Jangan Takut Suarakan Kebenaran Demi Kemanusiaan
-
Filosofi Jersey Soekarno Run 2026: Mengusung Semangat Berdikari dan Simbol Perjuangan
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
-
Malam Minggu Spesial di Bundaran HI: Warga Rayakan HUT Jakarta ke-499 Sambil Nonton Konser
-
Soroti Ketimpangan Distribusi MBG, Garuda Institute Dorong BGN Perkuat Akurasi Sasaran
-
Taruna Akmil Masuk Sekolah Rakyat, Amnesty Khawatir Siswa Jadi Korban Militerisasi Pendidikan
-
Resmi! Zulhas Lantik Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta Gantikan Eko Patrio
-
GMNI Desak Pemerintah Hentikan Total Program Kopdes Merah Putih: Jangan Boroskan APBN
-
Kemenhan Akui 32 Peserta Hamil Sempat Ikut Latsarmil SPPI, Akhirnya Dipulangkan
-
Gempa Pacitan Terasa hingga Yogyakarta, KAI Sempat Hentikan Perjalanan Kereta
-
Jangan Lewatkan Keseruan Belanja di Alfamidi Akhir Pekan Ini: Bonus Spesial Sudah Menanti
-
5 Peserta SPPI Tewas, TB Hasanuddin Desak Latihan Militer Calon Manajer Koperasi Dihentikan