- Seorang pelajar tewas di Jalan Matraman Jakarta Timur pada Senin pagi (9/2/2026) diduga terperosok jalan berlubang.
- Polda Metro Jaya menyelidiki penyebab kecelakaan fatal yang mengakibatkan luka parah di wajah dan kepala korban.
- Insiden ini menambah catatan kecelakaan akibat jalan rusak, di mana sebelumnya tercatat 27 kasus serupa Januari 2026.
Suara.com - Seorang pelajar tewas dalam kecelakaan lalu lintas di Jalan Matraman, Jakarta Timur, pada Senin (9/2/2026) pagi. Korban diduga terperosok ke jalan berlubang saat mengendarai sepeda motor.
Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 06.30 WIB. Saat kejadian, korban melaju dari arah selatan menuju utara di Jalan Matraman sebelum akhirnya mengalami kecelakaan fatal.
“Diduga pengendara ini terperosok akibat jalan berlubang,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto kepada wartawan.
Akibat insiden tersebut, korban mengalami luka serius di bagian wajah dan kepala.
“Korban mengalami luka di wajah dan kepala, meninggal di TKP, dievakuasi ke Rumah Sakit Kramat Jati,” ujar Budi.
Polda Metro Jaya menyatakan masih mendalami penyebab kecelakaan.
Satlantas Polres Metro Jakarta Timur bersama Ditlantas Polda Metro Jaya juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna memastikan faktor pemicu kecelakaan.
“Ini masih dalam pendalaman. Artinya faktor kecelakaan lalu lintas itu ada faktor pengendara, ada faktor cuaca, ada faktor kendaraan tersebut, serta faktor sarana prasarana yaitu jalan,” jelas Budi.
Informasi kecelakaan tersebut sempat beredar luas di media sosial. Salah satunya diunggah akun Instagram @jakartatimur24jam yang menyebut korban merupakan seorang pelajar yang ditemukan sudah tergeletak di lokasi kejadian.
Baca Juga: Wakasatgas PRR Pascabencana Dorong Akselerasi Pembangunan Huntara Tiga Kabupaten di Sumatera Utara
Jalan Rusak Kembali Makan Korban
Kasus ini menambah daftar kecelakaan lalu lintas yang dipicu kondisi jalan rusak di Jakarta.
Polda Metro Jaya sebelumnya mencatat sedikitnya 27 kecelakaan lalu lintas akibat jalan berlubang sepanjang 1 hingga 28 Januari 2026. Dari jumlah tersebut, satu orang dilaporkan meninggal dunia.
Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Komarudin menyebut, kerusakan jalan menjadi salah satu faktor penyebab kecelakaan di tengah tingginya curah hujan, meski kelalaian pengendara masih menjadi faktor dominan.
“Kami telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan pendataan/pemetaan. 1.000 lebih titik yang saat ini sudah dilakukan perbaikan, namun karena memang kondisi cuaca yang masih seperti ini, tentunya kita terus intens melakukan pemetaan dan juga perbaikan,” kata Komarudin kepada wartawan, Senin (2/2/2026).
Komarudin berharap perbaikan tersebut dapat menekan angka kecelakaan lalu lintas yang dipicu kerusakan infrastruktur jalan. Ia menegaskan, pemetaan dan perbaikan akan terus dilakukan selama curah hujan tinggi masih berpotensi memperparah kondisi jalan.
Berita Terkait
-
Siswa SMK 34 Jakarta Tewas Kecelakaan di Matraman Gegara Jalan Berlubang, Paramono Bilang Begini
-
Bukan Sekadar Rusak! Misteri Galian Kabel Jadi Biang Kerok Jalan Margasatwa Raya Bolong Terus
-
Genjot Daya Saing Daerah, Arsitek Lanskap Dorong Infrastruktur Hijau
-
Kecelakaan Akibat Jalan Berlubang, Siapa yang Bisa Dituntut?
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
Pilihan
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
Terkini
-
Ancam Kesehatan dan Lingkungan: DKI Gelar Operasi Basmi Ikan Sapu-sapu Jumat Lusa
-
Horor di Sekolah Turki: Anak Mantan Polisi Tembak 4 Orang Tewas, 20 Lainnya Luka-luka
-
Pemimpin Fatah Marwan Barghouti Disiksa di Penjara Israel, Dipukuli hingga Diserang Anjing
-
Fakta Baru Kasus Begal Damkar di Gambir: 3 dari 5 Pelaku Ternyata Penjahat Kambuhan!
-
Catat! Ini Jadwal Lengkap Keberangkatan Haji Indonesia 2026
-
Atasi Sampah Cilincing, Pemprov DKI Bakal 'Sulap' Limbah Kerang Jadi Material WC
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
Baleg DPR Sepakati Perubahan Prolegnas 2026, Ada Lima RUU Baru Masuk Ini Daftarnya!
-
22 Tahun Nasib PRT Dipingpong, RUU PPRT Kini Terkatung-katung di Tangan Pemerintah
-
Sopir Ambulans Kena Order Fiktif Debt Collector, Berujung Disuruh Tagih Utang