- Kejati Sumut didesak mengusut dugaan korupsi dana KIP Kuliah dengan teradu Kepala LLDikti Wilayah I Sumut berinisial SAW.
- Aduan diajukan 8 Januari 2026; DPRD dan mahasiswa mendesak penanganan cepat karena berdampak pada mahasiswa miskin.
- Kejati Sumut menyatakan laporan sedang dikaji; SAW mengklarifikasi LLDikti hanya mengusulkan penerima bantuan kepada pemerintah pusat.
Suara.com - Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) didesak segera mengusut dugaan korupsi dana Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah di lingkungan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah I Sumatera Utara.
Aduan terkait dugaan penyelewengan dana tersebut telah dilayangkan ke Kejati Sumut pada 8 Januari 2026. Dalam laporan itu, Kepala LLDikti Wilayah I Sumut berinisial SAW disebut sebagai teradu.
Anggota DPRD Sumatera Utara dari Fraksi PKS, Ahmad Darwis, meminta aparat penegak hukum bertindak cepat dan profesional dalam menangani kasus tersebut.
Menurut Darwis, dugaan korupsi dana KIP Kuliah sangat berdampak terhadap masyarakat miskin, khususnya mahasiswa berprestasi yang memiliki keterbatasan ekonomi.
“Kasus ini menyangkut masa depan masyarakat miskin. Karena itu, harus menjadi prioritas bagi kejaksaan,” ujar Darwis.
Ia menegaskan, masyarakat menunggu kepastian hukum atas perkara ini. Penanganan yang transparan dinilai penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum.
“Penuntasan kasus ini ditunggu masyarakat karena menyangkut masa depan generasi muda yang memiliki kemampuan akademik baik, namun secara ekonomi kurang beruntung,” tambahnya.
Tekanan terhadap Kejati Sumut juga datang dari kalangan mahasiswa. Pada Senin (16/2/2026), sekelompok mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Kejati Sumut.
Dalam aksinya, mereka mendesak agar dugaan korupsi dana KIP Kuliah segera diusut tuntas tanpa tebang pilih.
Baca Juga: Mahasiswa dan DPRD Sumut Desak Kejatisu Tuntaskan Dugaan Korupsi Dana KIP Kuliah di LLDikti Wilayah
“Jangan sampai ada kesan pembiaran atau saling lempar tanggung jawab. Dana ini adalah hak mahasiswa kurang mampu, bukan ruang kompromi birokrasi,” kata perwakilan mahasiswa, Haris Hasibuan.
Mahasiswa menilai program KIP Kuliah merupakan instrumen penting untuk membuka akses pendidikan tinggi bagi keluarga kurang mampu. Dugaan penyimpangan dana dinilai dapat merusak masa depan penerima manfaat.
Menanggapi desakan tersebut, pihak Kejati Sumut menyatakan laporan yang masuk saat ini sedang dalam proses kajian dan pendalaman.
Kejaksaan memastikan, jika ditemukan adanya unsur pelanggaran hukum, maka perkara akan ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, SAW selaku Kepala LLDikti Wilayah I Sumut memberikan klarifikasi. Ia menyebut pihaknya hanya berwenang mengusulkan perguruan tinggi yang memenuhi persyaratan administratif untuk mengikuti program KIP Kuliah.
Menurutnya, usulan tersebut disampaikan kepada pemerintah pusat. Adapun proses penyaluran bantuan dan pembayaran biaya pendidikan dilakukan langsung oleh pemerintah pusat ke rekening yayasan perguruan tinggi dan rekening mahasiswa penerima.
“Lembaga kami berkomitmen menjalankan tugas secara profesional dan mengajak masyarakat menunggu proses klarifikasi yang sedang berlangsung sebelum mengambil kesimpulan,” ujar SAW.
Berita Terkait
-
Mahasiswa dan DPRD Sumut Desak Kejatisu Tuntaskan Dugaan Korupsi Dana KIP Kuliah di LLDikti Wilayah
-
Kerry Riza Ajak Masyarakat Lihat Perkaranya Berdasarkan Fakta Bukan Fitnah
-
Pramono Dukung Penuh Penggeledahan Sudin PPKUKM Jaktim: Tidak Ada Menahan-Nahan Sama Sekali!
-
KPK Kejar Korupsi Whoosh! Prabowo Tanggung Utang, Penyelidikan Jalan Terus?
-
Dugaan Mark Up Whoosh, KPK Janji Ungkap Fakta di Balik Proyek Kereta Cepat
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Negara-Negara Arab Banyak Berinvestasi di London, Ini Alasannya
-
3 Zodiak Paling Beruntung Finansial Hari Ini 21 Agustus: Rezeki Melimpah Datang
-
Ditemani Anggun, Penampilan Mewah Rossa Kenakan Gaun Bernuansa Champagne Curi Perhatian
-
Ancaman Trump ke Iran Picu Lonjakan Harga Minyak Dunia
-
Jumlah Pengungsi Gempa NTT Terus Naik, Sudah Capai 92.735 Orang
-
4 Shio Beruntung Hari ini 21 Agustus 2026 yang Diprediksi Terbebas dari Masalah Keuangan
-
The Fantastic Four: First Steps, Fondasi Baru Menuju Konflik Besar MCU
-
Makin Diminati, Penumpang LRT Jabodebek Capai 16 Juta Orang
-
Menteri Jerman Kunjungi Pabrik Bayer di Cimanggis, Soroti Energi Hijau
-
Kronologi Begal Kertapati: 2 Pelaku Bawa Parang, Kejar Korban hingga Berujung Maut