- Habib Jafar menyampaikan Ramadan melatih empati sosial melalui rasa lapar dan haus yang memicu kepedulian pada sesama.
- Rezeki dipahami lebih luas dari materi saja, mencakup kesehatan, waktu, dan kehadiran sebagai kekayaan penting.
- Kekayaan sejati adalah kekayaan mental dan hati, yang membutuhkan penataan ulang standar sukses diri menuju rasa cukup.
Dalam sambutannya, CCO Katadata Heri Susanto menyampaikan bahwa tema “kaya hati” dipilih sebagai refleksi atas kecenderungan masyarakat modern yang sering menilai diri dari capaian materi.
“Di era sekarang, kita sering terjebak dalam angka pencapaian atau status ekonomi. Padahal Ramadan mengajak kita berbenah dari fokus memiliki menjadi memaknai, dari hobi mengumpulkan menjadi semangat memberi, dan dari rasa takut kekurangan menjadi merasa tercukupi,” ujarnya.
Ia juga mengutip Surah Al-Baqarah ayat 245 untuk menegaskan bahwa memberi bukan berarti kehilangan, melainkan bentuk investasi spiritual dan sosial yang bernilai.
Selain tausiah, acara ini turut menghadirkan sesi diskusi Databoks by Katadata yang memaparkan tren zakat di Indonesia. Manajer Databoks Jamalianuri menjelaskan bahwa pencarian informasi terkait zakat dan donasi digital cenderung meningkat setiap Ramadan, seiring kemudahan akses dan transparansi kanal digital yang semakin diminati generasi muda.
“Literasi zakat meningkat seiring kemudahan akses informasi. Tantangannya adalah memastikan pemahaman publik tentang ke mana dana disalurkan dan dampak sosialnya,” ujarnya.
Sementara itu, VP Finance and Business Development Katadata Ivan Triyogo Priambodo menyoroti zakat sebagai instrumen dampak sosial yang berkelanjutan.
“Zakat bukan sekadar kewajiban individual, tetapi investasi sosial yang dampaknya bisa dirasakan lebih luas ketika dikelola dengan baik,” tuturnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Dirjen Imigrasi Copot Pejabat Terkait Pungli Batam, Buka Peluang Proses Pidana
-
Formappi Soal Permintaan RDPU Kasus Korupsi Minyak Mentah: Komisi III Bukan Tempat Uji Hukum!
-
Cak Imin Dorong Koperasi Merah Putih Siap Bersaing di Tengah Kebuntuan Global
-
Survei Poltracking: Kepercayaan Publik pada Prabowo-Gibran Tembus 75,1 Persen
-
Golkar Bukan Milik Satu Keluarga! Bahlil Ingatkan Kader Tak Saling Singkirkan karena Beda Pilihan
-
MKD DPR Panggil Aboe Bakar Besok Soal Isu Ulama Madura di Pusaran Narkoba
-
Kemhan Luruskan Kabar 'Akses Udara Tanpa Izin' Militer AS: Itu Masih Pembahasan, Jangan Terprovokasi
-
Mendagri Tegaskan Dana Otsus dan Dana Keistimewaan Harus Beri Manfaat Nyata bagi Masyarakat
-
Mendagri Pastikan Pengawasan Diperketat, Pemanfaatan Dana Otsus Lebih Optimal
-
Diplomasi 'Sahabat' di Kremlin: Putin Puji Prabowo, Indonesia Tancap Gas Perkuat Ekonomi dan Energi