- Menlu Spanyol Albares mengonfirmasi AS tidak memberi peringatan awal kepada sekutu mengenai serangan udara 28 Februari di Iran.
- Operasi militer AS dan Israel di Iran menyebabkan kerusakan signifikan dan mengakibatkan gugurnya Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei.
- Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan rudal ke Israel dan fasilitas militer AS, memicu eskalasi ketegangan kawasan secara drastis.
Kondisi keamanan di kawasan tersebut segera memburuk sesaat setelah konfirmasi kematian Ali Khamenei dipublikasikan. Iran tidak tinggal diam dan segera mengaktifkan protokol pertahanan serta serangan balik mereka.
Sebagai bentuk respons langsung, militer Iran meluncurkan serangan rudal balasan ke wilayah Israel dan fasilitas militer Amerika Serikat yang tersebar di berbagai titik di Timur Tengah.
Serangan balasan ini menyasar pangkalan-pangkalan udara dan pusat logistik yang dianggap bertanggung jawab atas operasi pemboman sebelumnya.
Eskalasi ini memicu kekhawatiran akan terjadinya perang regional yang tidak terkendali. Langkah Amerika Serikat yang mengabaikan peran PBB dalam proses ini menjadi catatan kritis bagi diplomasi Spanyol.
Jose Manuel Albares menekankan bahwa tindakan militer tanpa mandat internasional atau setidaknya koordinasi dengan sekutu dapat membahayakan keselamatan personel diplomatik dan warga sipil negara-negara Eropa yang berada di kawasan konflik.
Hingga saat ini, komunitas internasional masih memantau pergerakan armada militer di Teluk Persia.
Ketidakhadiran komunikasi dari Washington kepada sekutu-sekutunya di Eropa, seperti yang diungkapkan oleh Spanyol, menjadi sinyal adanya perubahan pola kebijakan luar negeri Amerika Serikat yang lebih mengedepankan tindakan unilateral dalam isu-isu krusial di Timur Tengah.
Iran sendiri menyatakan akan terus melakukan tindakan yang diperlukan untuk melindungi kedaulatan nasional mereka pasca kehilangan pemimpin tertinggi dalam serangan udara tersebut.
Baca Juga: Turkiye Tangkis Rudal Iran, Kirim Peringatan ke Teheran
Berita Terkait
-
Striker Brasil Richarlison Ogah Main di Piala Dunia 2026 karena Perang AS-Iran, Begini Faktanya
-
40 Hari yang Menentukan: Mengapa Masa Berkabung Iran Lebih dari Sekadar Ritual Duka?
-
Turkiye Tangkis Rudal Iran, Kirim Peringatan ke Teheran
-
Timur Tengah Memanas, DPR Segera Panggil Kementerian Haji Bahas Nasib Jemaah Umrah
-
Ketegangan Memuncak: Korban Jiwa di Iran Tembus 1.145 Orang
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Detik-detik Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Kena OTT KPK Saat Ngecas Mobil Listrik di SPKLU
-
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Diduga Terima Rp5,5 Miliar dari Perusahaan Keluarga
-
Aturan Baru Lapangan Padel di Jakarta: Jarak ke Pemukiman Minimal 160 Meter, Lebar Jalan 15 Meter
-
Menko Polkam Instruksikan Bandara-Stasiun Kerja Optimal Saat Lebaran, Wanti-wanti Hal Ini
-
Aset PT MASI Rp 14,5 Triliun Dibekukan, Korban Ilegal Akses Desak Kepastian Uang Kembali
-
Ahmad Muzani: Indonesia Bisa Kapan Saja Keluar BoP, Tapi Butuh Hal Ini
-
Turkiye Tangkis Rudal Iran, Kirim Peringatan ke Teheran
-
Timur Tengah Memanas, DPR Segera Panggil Kementerian Haji Bahas Nasib Jemaah Umrah
-
Ketegangan Memuncak: Korban Jiwa di Iran Tembus 1.145 Orang
-
Pengamat: BHR untuk Mitra Ojol Bentuk Kebijakan Perusahaan Berbasis Produktivitas