- Gedung Putih merilis rincian tawaran negosiasi kepada Iran, termasuk pencabutan sanksi, sebelum melancarkan serangan militer di Timur Tengah.
- Serangan AS memicu kontroversi, di mana Oman mengklaim Iran setuju konsesi nuklir saat serangan terjadi, bertentangan pernyataan Gedung Putih.
- Senat AS akan voting resolusi kekuatan perang terkait serangan tanpa persetujuan Kongres, sementara Spanyol membantah kerjasama militer dengan Washington.
Suara.com - Ketegangan di Timur Tengah memasuki babak baru setelah Gedung Putih memberikan rincian mengejutkan mengenai upaya negosiasi yang dilakukan sebelum Amerika Serikat meluncurkan serangan militer ke Iran.
Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, membeberkan serangkaian tawaran yang diklaim sebagai upaya "iktikad baik" dari tim negosiator Presiden Donald Trump untuk menghindari perang.
Namun, pernyataan ini memicu kontroversi global. Menteri Luar Negeri Oman, yang bertindak sebagai mediator, justru memberikan kesaksian sebaliknya.
Menurutnya, serangan AS justru terjadi saat Teheran sebenarnya sudah menyetujui konsesi yang belum pernah terjadi sebelumnya terkait pembatasan program nuklir mereka.
Menurut keterangan Leavitt, Amerika Serikat sempat mengajukan proposal ambisius guna membujuk Iran agar menghentikan ambisi militer nuklirnya secara permanen. Berikut adalah poin-poin utama tawaran tersebut:
- Pencabutan Sanksi: AS menawarkan penghapusan sanksi ekonomi yang selama ini melumpuhkan sektor keuangan dan energi Iran.
- Pasokan Bahan Bakar Nuklir: AS bersedia menyediakan bahan bakar nuklir untuk keperluan damai (medis dan energi).
- Investasi Nuklir Sipil: Proposal untuk membangun program nuklir sipil bersama yang didanai melalui investasi langsung dari Amerika Serikat.
Sebagai imbalannya, Iran diwajibkan untuk membongkar seluruh infrastruktur pengayaan nuklir mereka secara permanen.
"Mereka menolak untuk mengatakan 'ya' pada perdamaian," tegas Leavitt. "Dan sekarang mereka menuai konsekuensi dari keputusan itu."
Dalam pidato televisi langsung dari Gedung Putih, Presiden Donald Trump memuji kemajuan operasi militer gabungan AS-Israel.
Ia mengklaim bahwa jika dirinya tidak membatalkan kesepakatan nuklir era Obama beberapa tahun lalu, Iran sudah pasti memiliki senjata nuklir saat ini.
Baca Juga: SBY Wanti-wanti Konflik Iran vs AS-Israel Merembet Jadi Perang Dunia III
"Ini adalah hal luar biasa yang terjadi di depan mata Anda. Selama 47 tahun kita ditekan, dan itu seharusnya tidak terjadi. Rudal-rudal mereka sedang dimusnahkan... Ini adalah pameran kekuatan militer yang hebat," ujar Trump.
Pergolakan di Senat: Memilih Pihak dalam Perang
Di dalam negeri, keputusan Trump untuk masuk ke medan perang tanpa persetujuan kongres memicu gejolak politik. Senat Amerika Serikat dijadwalkan melakukan pemungutan suara pada Rabu (4/3/2026) terkait resolusi kekuatan perang (War Powers Resolution).
Legislasi ini bertujuan untuk menuntut persetujuan Kongres sebelum serangan lebih lanjut dilakukan. Pemimpin Demokrat di Senat, Chuck Schumer, memberikan pidato yang sangat tajam terkait situasi ini.
“Hari ini, setiap Senator akan memilih pihak. Apakah Anda berdiri bersama rakyat Amerika yang lelah dengan perang abadi di Timur Tengah, atau berdiri bersama Donald Trump dan Pete Hegseth saat mereka menjerumuskan kita ke perang lainnya?” tanya Schumer.
Meskipun resolusi ini kemungkinan besar akan diveto oleh Trump jika lolos, pemungutan suara ini menjadi momen krusial yang akan menentukan nasib ribuan personel militer dan masa depan stabilitas kawasan.
Berita Terkait
-
Hadapi Ketidakpastian Dunia Akibat Perang, Anies Baswedan Beri Dua Nasihat ke Pemerintah
-
NATO Retak: Trump Ngambek Spanyol Ogah Bantu Perang Lawan Iran
-
Ekonomi Israel di Ambang Kolaps, Perang Lawan Iran Habiskan Rp45 Triliun Per Minggu
-
Tanah Air Porak Poranda, Sara Didar Tahan Tangis Demi Asa Timnas Putri Iran di Piala Asia
-
Kapal Selam AS Tenggelamkan Kapal Perang Iran di Samudera Hindia
Terpopuler
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Bedak Sekaligus Foundation Namanya Apa? Ini 4 Rekomendasi yang Ringan di Wajah
- 5 Tinted Sunscreen yang Bagus untuk Flek Hitam dan Melasma
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Terkini
-
Kades Salah Administrasi Tak Bisa Jadi Tersangka? Simak Aturan Baru dari Jaksa Agung Burhanuddin
-
Hashim Sebut Program MBG Banyak Diserang Fitnah dan Hoaks dari Kelompok Tertentu
-
Ternyata Ide Makan Bergizi Gratis Sudah Dirancang Prabowo Sejak 2006, Jauh Sebelum Ada Gerindra
-
Penikaman Kader Golkar Nus Kei di Maluku Tenggara Picu Kekhawatiran Stabilitas Daerah
-
Terima Kunjungan Mentan di Gudang Bulog Jatim, Dirut Pastikan Stok Beras Tertinggi Sepanjang Sejarah
-
Kebakaran Hebat Hanguskan 1.000 Rumah di Kampung Bahagia Malaysia dalam Sekejap
-
Pramono Anung Ungkap Cara Putus Rantai Kemiskinan di Jakarta: Kunci di Pendidikan
-
Pasukan Perdamaian Prancis Gugur, RI Tegas: Serangan ke UNIFIL Tak Bisa Diterima
-
Skorsing 19 Hari, Siswa yang Acungkan Jari Tengah ke Guru Terancam Tidak Naik Kelas
-
Gudang Bulog Penuh, Presiden Sebut Negara Hadir Penuhi Kebutuhan Dasar Rakyat