News / Internasional
Kamis, 05 Maret 2026 | 08:09 WIB
Respons emosional warga Iran mencuat setelah serangan AS-Israel menyasar wilayah sipil. Tragedi di Minab menjadi potret kelam eskalasi konflik ini.
Baca 10 detik
  • Gedung Putih merilis rincian tawaran negosiasi kepada Iran, termasuk pencabutan sanksi, sebelum melancarkan serangan militer di Timur Tengah.
  • Serangan AS memicu kontroversi, di mana Oman mengklaim Iran setuju konsesi nuklir saat serangan terjadi, bertentangan pernyataan Gedung Putih.
  • Senat AS akan voting resolusi kekuatan perang terkait serangan tanpa persetujuan Kongres, sementara Spanyol membantah kerjasama militer dengan Washington.

Spanyol Bantah Kerjasama Militer dengan AS

Di sisi lain, terjadi keretakan diplomatik antara Washington dan Madrid. Gedung Putih sebelumnya mengeklaim bahwa Spanyol setuju untuk bekerja sama dalam operasi militer setelah Trump mengancam akan memutus hubungan dagang.

Namun, klaim ini dibantah keras oleh pemerintah Spanyol.

Menteri Luar Negeri Spanyol, Jose Manuel Albares, menegaskan bahwa posisi negaranya tidak berubah "satu koma pun". Spanyol tetap melarang penggunaan pangkalan militer mereka di selatan untuk serangan yang tidak tercakup dalam piagam PBB.

"Posisi pemerintah Spanyol mengenai perang di Timur Tengah dan pemboman di Iran tidak berubah," ujar Albares melalui radio Cadena SER.

Penolakan Spanyol ini menambah panjang daftar sekutu NATO yang mulai menjaga jarak dari kebijakan ofensif pemerintahan Trump di Iran.

Load More