- Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad yang dikabarkan gugur akibat serangan Israel-AS pada Sabtu (28/2), dipastikan masih hidup.
- Video menunjukkan Ahmadinejad sehat beredar luas di internet per Kamis (5/3/2026), meredam narasi kematian yang sempat muncul.
- Serangan gabungan AS-Israel tersebut gagal mengenai target utama, namun mengakibatkan tewasnya tiga pengawal IRGC.
Suara.com - Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad yang diberitakan gugur akibat serangan agresi Israel-Amerika Serikat, ternyata masih hidup.
Sosok yang dikenal anti-imperialisme AS dan Israel itu sempat dikabarkan tewas dalam serangan udara, Sabtu (28/2).
Namun, laporan terbaru dari berbagai sumber intelijen dan media internasional justru menunjukkan fakta sebaliknya.
Ahmadinejad dilaporkan masih hidup dan dalam kondisi aman, meski situasi di kawasan tersebut kian memanas.
Kabar mengenai selamatnya Ahmadinejad mulai menguat setelah sejumlah rekaman video beredar luas di jagat maya, Kamis (5/3/2026).
Video-video tersebut menunjukkan aktivitas sang mantan presiden yang tampak sehat, meskipun lokasi pastinya dirahasiakan demi alasan keamanan.
Bagi audiens di kota-kota besar Indonesia yang aktif mengikuti perkembangan geopolitik, kabar ini tentu menjadi diskursus hangat di media sosial.
Sementara itu, seturut AzerNews, video yang menunjukkan Mahmoud Ahmadinejad masih hidup beredar luas di internet.
Video-video ini didistribusikan secara luas di platform Telegram Iran. Kehadiran video tersebut seolah mematahkan narasi kematian sang tokoh yang sempat menjadi headline di berbagai media Barat selama beberapa jam sebelumnya.
Baca Juga: Nyanyi Lagu Kebangsaan Dituding Terpaksa, Aksi Manis Striker Iran Bikin Dunia Tersentuh
Upaya Pembunuhan yang Terencana
Munculnya laporan mengenai upaya pembunuhan terhadap Ahmadinejad bukanlah tanpa dasar.
Beberapa media yang memiliki jaringan kuat di Teheran melaporkan, serangan fisik yang diarahkan langsung kepada pria yang menjabat sebagai Presiden Iran pada periode 2005-2013 tersebut.
Salah satu media yang melaporkan upaya pembunuhan Ahmadinejad itu adalah Iran International, yang sebenarnya berbasis di London, Inggris, dan anti-Republik Islam Iran.
Media itu melaporkan pada Selasa (3/2/2026) bahwa mantan presiden itu mengalami upaya pembunuhan.
Beruntung, sistem perlindungan keamanan yang ketat membuat rencana tersebut tidak berjalan sesuai harapan para pelaku.
Laporan terbaru menyebut bahwa Ahmadinejad masih hidup. Ia tidak terluka dan telah dipindahkan ke tempat yang aman untuk menghindari serangan susulan yang mungkin terjadi.
Ketidakpastian mengenai kapan tepatnya video viral tersebut diambil memang masih menjadi perdebatan.
Akan tetapi, kapan peristiwa yang terekam di video itu terjadi masih belum terkonfirmasi secara independen oleh otoritas setempat.
Meskipun demikian, bukti visual tersebut cukup untuk meredam kepanikan di kalangan pendukungnya di Iran.
Serangan Gabungan dan Gugurnya Pengawal IRGC
Konfirmasi lebih lanjut mengenai insiden ini datang dari kantor berita Anadolu, yang berbasis di Turki.
Dalam laporan yang dirilis pada awal Maret 2026, terungkap rincian mengenai serangan yang hampir merenggut nyawa Ahmadinejad.
Serangan tersebut disebut-sebut sebagai operasi gabungan yang sangat presisi, namun gagal mengenai target utamanya.
Anadolu juga merilis laporan serupa pada Senin (2/3/2026). Dalam laporan itu, Ahmadinejad dilaporkan selamat dari serangan gabungan AS-Israel.
Fakta ini diperkuat oleh pernyataan orang terdekat yang memantau langsung kondisi kesehatan dan keamanan mantan pemimpin yang dikenal dengan gaya hidup sederhananya tersebut.
Seorang ajudan yang identitasnya dirahasiakan memberikan kesaksian penting mengenai situasi di lapangan saat serangan terjadi.
Ia memastikan bahwa komunikasi dengan Ahmadinejad tetap terjaga dan kondisi fisiknya tidak mengalami cedera sedikit pun.
"Saya kontak dengan dia, dan baik-baik saja," kata ajudan yang identitasnya dianonimkan.
Meskipun Ahmadinejad berhasil lolos dari maut, serangan tersebut tetap memakan korban jiwa.
Menurut ajudan tersebut, serangan gabungan AS-Israel tak membunuh Ahmadinejad, namun membunuh tiga anggota Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) yang jadi pengawalnya.
Para anggota IRGC ini dilaporkan tewas saat mencoba memasang barikade perlindungan ketika serangan udara atau sabotase darat terjadi.
Tag
Berita Terkait
-
Pemerintah Waspada, Perang AS-Iran Berpotensi Ganggu Industri Chip
-
Ketegangan AS-Iran Memuncak, Aset Bitcoin 'To The Moon' dan Langsung Jadi Buruan
-
Umrah di Tengah Ketegangan Iran-Israel, Kimberly Ryder Pasrah Apa pun yang Terjadi
-
Timnas Iran Habis Jatuh Tertimpa Tangga, Opsi Mundur di Piala Dunia 2026 Bikin Rugi Berlapis
-
Sikap RI 2024 vs 2026: Mengapa Tak Ada Lagi Kata 'Mengutuk' untuk Serangan AS-Israel ke Iran?
Terpopuler
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Bedak Sekaligus Foundation Namanya Apa? Ini 4 Rekomendasi yang Ringan di Wajah
- 5 Tinted Sunscreen yang Bagus untuk Flek Hitam dan Melasma
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Terkini
-
Kades Salah Administrasi Tak Bisa Jadi Tersangka? Simak Aturan Baru dari Jaksa Agung Burhanuddin
-
Hashim Sebut Program MBG Banyak Diserang Fitnah dan Hoaks dari Kelompok Tertentu
-
Ternyata Ide Makan Bergizi Gratis Sudah Dirancang Prabowo Sejak 2006, Jauh Sebelum Ada Gerindra
-
Penikaman Kader Golkar Nus Kei di Maluku Tenggara Picu Kekhawatiran Stabilitas Daerah
-
Terima Kunjungan Mentan di Gudang Bulog Jatim, Dirut Pastikan Stok Beras Tertinggi Sepanjang Sejarah
-
Kebakaran Hebat Hanguskan 1.000 Rumah di Kampung Bahagia Malaysia dalam Sekejap
-
Pramono Anung Ungkap Cara Putus Rantai Kemiskinan di Jakarta: Kunci di Pendidikan
-
Pasukan Perdamaian Prancis Gugur, RI Tegas: Serangan ke UNIFIL Tak Bisa Diterima
-
Skorsing 19 Hari, Siswa yang Acungkan Jari Tengah ke Guru Terancam Tidak Naik Kelas
-
Gudang Bulog Penuh, Presiden Sebut Negara Hadir Penuhi Kebutuhan Dasar Rakyat