- Kepala Auditorat BPK, Najmatuzzahrah, mengungkap adanya dugaan penyimpangan dana dan penjualan kuota haji saat sidang di PN Jakarta Selatan.
- BPK mencantumkan temuan penyimpangan tersebut dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dan selalu meminta klarifikasi pihak terkait.
- BPK memiliki kewenangan menilai penyimpangan pelaksanaan aturan yang berpotensi menimbulkan kerugian negara dalam audit investigasi.
"Namun, kalau dilihat dari kewenangan yang dimiliki oleh BPK, yang diberikan oleh undang-undang?" tanya Mellisa.
"Kami harus menilai ada penyimpangan atau tidak, itu kewenangan kepada kami melihat ada penyimpangan atau tidak. Penyimpangan yang dilaksanakan oleh pelaksana terhadap aturan," tegas Zahrah.
Mellisa kembali mempertanyakan tentang skema penerapan kuota haji yang menjadi objek penilaian BPK, termasuk risiko keselamatan jiwa jemaah haji. Zahrah menyebutkan bahwa semua hal tersebut telah masuk dalam pokok perkara.
"Apakah menjadi objek dari BPK juga menilai resiko yang mungkin muncul jika skema 928 itu diterapkan atau tidak peduli, mau apakah jemaah beresiko dengan keselamatan jiwanya, jamaah numpuk-numpuk karena hitungannya dengan 10 ribu kuota tambahan yang masuk saja jatah kasur jemaah hanya bersisa 60 cm, dengan space 0,8 m itu baru 10 ribu, belum 18.400. Mohon pandangannya?" tanya Mellisa.
"Semua ini, ada dalam laporan final, lengkap. Apakah saya harus mengungkap di sini? Tentu tidak. Tapi jawaban atas itu lengkap, nanti akan diuji pada persidangan. Tentang perjanjian MOU tadi, tentang berapa ngisinya, tentang apa tadi yang ditanyakan, apakah cukup dengan 241 ribu, berapa menawarkan, dan seterusnya," jawab Zahrah.
Zahrah melanjutkan bahwa dalam sidang pokok perkara yang telah masuk ke materi utama, seluruh hal tersebut akan dijabarkan secara lengkap. Bukan dalam sidang praperadilan yang saat ini sedang berjalan.
"Kita kan ada teknik audit yang lain. Dan perlu saya sampaikan juga, pemeriksaan investigasi ini, dalam rangka penghitungan kurugian negara, itu juga kita menerima hasil pemeriksaan-pemeriksaan haji sebelumnya yang dilakukan oleh BPK. Nah, di sana juga kita mendapatkan bagaimana sebenarnya ketersediaan lahan, ataupun bagaimana yang ditawarkan oleh kuasa masyarakat tersebut, syarikat-syarikat itu," jelas Zahrah.
"Jadi, kalau di sini saya jelaskan isi semuanya, tentu kurang tepat. Tapi atas pertanyaan kuasa hukum, semua akan terjawab pada saat persidangan, inti materinya nanti ya, pokok perkara," timpalnya.
Baca Juga: BPK Jelaskan soal Kerugian Keuangan Negara dalam Sidang Praperadilan Gus Yaqut di PN Jaksel
Berita Terkait
-
BPK Jelaskan soal Kerugian Keuangan Negara dalam Sidang Praperadilan Gus Yaqut di PN Jaksel
-
Sidang Praperadilan Yaqut, Ahli Sebut Penyidik Masih Bisa Terapkan KUHAP Lama
-
KPK Serahkan 149 Bukti dalam Sidang Praperadilan Gus Yaqut di PN Jakarta Selatan
-
KPK Bakal Periksa Suami dan Anak Bupati Pekalongan Fadia Arafiq
-
MAKI: KPK Perlu Terapkan Pasal TPPU untuk Jerat Suami dan Anak Fadia Arafiq
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 3 HP Xiaomi dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- 4 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
Terkini
-
Menakar Ramalan '98 Jilid 2' Noel: Nyanyian Kosong atau Ancaman Nyata Penggulingan Prabowo?
-
'Presiden Punya Mata dan Telinga', Prabowo Pantau Terus Kasus Korupsi Imigrasi dan BGN
-
Antisipasi El Nino dan Krisis Sampah, Dedi Mulyadi Kumpulkan Kepala Daerah se-Jabar
-
Sentil Netizen, Eky Priyagung: Masyarakat Lebih Peduli Isu Viral Ketimbang Kerusakan Lingkungan
-
KPK Sita 19 Kendaraan hingga Perhiasan dari Rumah Silmy Karim
-
Mobil Sport, Motor Harley, Hingga Uang Asing Dibawa KPK dari Rumah Silmy Karim
-
Wamen Silmy Karim Tersangka Korupsi Rp145 M, Yusril Akui Imigrasi Masih Banyak Pungli
-
WALHI: Target Ekonomi 8 Persen Bisa Sulap Papua Jadi Hamparan Sawit Raksasa
-
Pemprov DKI Kebut Pembersihan Sampah Muara Angke, Ditargetkan Tuntas Akhir Pekan
-
'Nyerah Jadi WNI tapi Sayang sama RI', Aksi Ibu di Yogya Soroti Ekonomi hingga Korupsi