- Iran menunjuk Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi baru melalui keputusan cepat Majelis Ahli di tengah pemadaman internet.
- Para elite pemerintahan dan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) segera menyatakan dukungan penuh dan kesetiaan mutlak kepada pemimpin baru.
- Presiden AS Donald Trump mengancam kepemimpinan Mojtaba Khamenei, menyebutnya "tidak berbobot" dan mengisyaratkan upaya intervensi.
Suara.com - Di tengah kondisi "blackout" atau pemadaman internet yang membatasi arus informasi, Iran secara mengejutkan mengumumkan penunjukan Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi baru.
Mojtaba adalah anak dari mantan pemimpin sebelumnya, Ayatollah Ali Khamenei.
Keputusan cepat dari Majelis Ahli ini menjadi sorotan dunia karena terjadi di tengah eskalasi perang yang sedang berlangsung.
Penunjukan sosok berhaluan garis keras ini memicu spekulasi luas. Sebelumnya, banyak kalangan berspekulasi bahwa kepemimpinan mungkin akan beralih kepada tokoh yang lebih dekat dengan kelompok reformis.
Meski demikian, di tengah situasi perang saat ini, suara-suara oposisi yang biasanya lantang menuntut perubahan di jalanan tampak meredup.
Banyak warga Iran saat ini merasa bahwa fokus utama harus tertuju pada stabilitas nasional ketimbang melakukan aksi demonstrasi.
Dilansir dari Al Jazeera, jajaran elite pemerintahan Iran segera merapatkan barisan. Tokoh-tokoh penting seperti Ketua Parlemen Mohammad Baqer Qalibaf hingga Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Ali Larijani telah menyatakan dukungan penuh dan menyebut kepatuhan kepada pemimpin baru sebagai kewajiban nasional dan agama.
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) pun telah menyatakan sumpah setia seumur hidup dan menyatakan kesiapan mereka untuk menjalankan seluruh perintah Mojtaba Khamenei.
Respons Keras dari Gedung Putih
Baca Juga: Ribuan Berkas Epstein Files Mendadak Hilang, Banyak Singgung Donald Trump
Penunjukan ini memicu ketegangan diplomatik baru dengan Amerika Serikat. Presiden Donald Trump secara terbuka meremehkan sosok Mojtaba Khamenei—yang belum pernah memegang jabatan publik resmi—dengan menyebutnya sebagai sosok yang "tidak berbobot" (a lightweight).
Dalam pernyataan kontroversialnya pekan lalu, Trump bahkan menegaskan keinginan untuk ikut campur dalam proses pemilihan pemimpin Iran.
Arogansi AS tetap seperti biasa, Trump secara eksplisit mengeluarkan peringatan bahwa siapa pun pemimpin baru Iran yang tidak mendapatkan restunya "tidak akan bertahan lama."
Penunjukan Mojtaba Khamenei oleh Majelis Ahli yang beranggotakan 88 orang dianggap oleh IRGC sebagai bukti bahwa sistem pemerintahan Islam di Iran tetap berjalan stabil tanpa bergantung pada figur individu semata.
Meski Iran berupaya menunjukkan persatuan di bawah kepemimpinan baru, tantangan besar menanti. Selain harus menghadapi tekanan militer global, sang pemimpin baru kini berada dalam bayang-bayang intervensi langsung dari pihak Amerika Serikat yang secara terang-terangan menolak legitimasi kepemimpinannya.
Berita Terkait
-
Harga Minyak Mentah Meroket, Tembus Level di Atas US$ 100 per Barel
-
Viral Pemain Timnas Putri Iran Kirim Kode Isyarat Minta Tolong dari Dalam Bus
-
Lionel Messi Dihujat Usai Bertemu Trump, Istri Maradona: Dia Tak Peduli Omongan Orang
-
Anggota DPR Kecam Insiden Kapal Musaffah 2 di Selat Hormuz yang Sebabkan 3 WNI Hilang
-
Nyawa Pemain Timnas Putri Iran Terancam, Pemerintah Australia Diminta Kasih Perlindungan
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- 5 Bedak Padat Mengandung SPF, Praktis untuk Touch Up Sekaligus Lindungi Kulit dari Matahari
- Mathew Baker Masih Dianggap Milik Australia meski Dipanggil Timnas Indonesia Senior
- Sinyal Penggulingan '98 Jilid 2' Menguat, Cuma PDIP dan Habib Rizieq yang Bisa Selamatkan Prabowo?
Pilihan
-
Perang Baru! Iran Hujani Israel dengan Rudal
-
Rupiah Tak Kunjung Kuat, Kinerja Perry dan Purbaya Jadi Sorotan
-
Investor Terus Timbun Dolar, Rupiah Keok ke Rp18.126
-
Purbaya Tegaskan Masih Jabat Menkeu dan Tidak Ada Pembahasan Reshuffle, Ini Buktinya
-
Lucky Hakim Dinobatkan Sebagai Bupati Terbaik, Wakilnya Malah Jadi Tersangka
Terkini
-
3.200 Laporan Parkir Liar Menumpuk, DKI Gelar Razia Besar-besaran
-
Iran Serang Target Militer di Palestina Utara, Kedubes di Jakarta Tegaskan Hak Bela Diri
-
Perang Baru! Iran Hujani Israel dengan Rudal
-
Dapur MBG di Palembang Hentikan Operasional, Sebut Anggaran Belum Cair
-
KPK Jadwalkan Pemeriksaan 2 Tersangka Swasta Kasus Kuota Haji Hari Ini
-
Kejar Deadline Oktober! Dasco Ungkap Kunci Percepatan UU Ketenagakerjaan Baru Ada di Tangan Buruh
-
Pengamat: Seskab Teddy Terlalu Sering Tampil, Komunikasi Istana Seharusnya Satu Pintu
-
Bupati Nonaktif Cilacap Gugat Status Tersangka, KPK Siap Hadapi
-
Tsunami Filipina Terjang Sulawesi Utara dan Maluku Utara
-
Penembakan Massal Dekat Markas Inggris, Piala Dunia 2026 Diselimuti Ketakutan