- Presiden Trump mengklaim perang AS-Israel melawan Iran akan segera berakhir karena kekuatan tempur Iran hampir lumpuh dalam satu pekan.
- Klaim ini disampaikan Trump melalui telepon CBS News pada Senin (9/3/2026) sore, menyusul serangan terhadap lebih dari 3.000 target Iran.
- Tujuan utama operasi militer AS adalah menghentikan ambisi nuklir Iran, sembari memperingatkan keras tentang keamanan Selat Hormuz.
Suara.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim bahwa perang antara koalisi AS-Israel melawan Iran akan segera berakhir.
Klaim penuh percaya diri ini disampaikan Trump setelah menyebut militer AS telah berhasil melumpuhkan kekuatan tempur Iran hampir sepenuhnya hanya dalam waktu sekitar satu pekan.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump melalui sambungan telepon dengan CBS News pada Senin (9/3/2026) sore waktu setempat, menjelang konferensi pers resminya di klub golf miliknya di Doral, Miami, Florida.
Menurut Trump, perkembangan operasi militer AS di Timur Tengah berjalan jauh lebih cepat dari perkiraan awal yang sebelumnya diprediksi akan memakan waktu empat hingga lima minggu.
"Saya pikir perang ini sudah sangat lengkap," kata Trump kepada CBS News, dikutip Selasa (10/3/2026).
Klaim Militer Iran Nyaris Lumpuh
Trump menjelaskan tingkat kerusakan yang dialami militer Iran setelah rentetan serangan udara yang dilakukan oleh Amerika Serikat.
Menurut data militer AS, lebih dari 3.000 target strategis Iran telah dibombardir pada minggu pertama operasi militer.
"Iran tidak memiliki angkatan laut, tidak ada komunikasi, mereka tidak memiliki angkatan udara. Rudal mereka tinggal sedikit. Drone mereka diledakkan di mana-mana, termasuk pabrik pembuatan drone mereka," ujar Trump.
Baca Juga: Media Luar Ungkap Perang AS-Iran Terus Memanas, Ini Penyebabnya
Militer AS juga menyatakan telah menyerang ribuan target Iran sejak operasi dimulai.
"Jika Anda perhatikan, mereka tidak punya apa-apa lagi. Tidak ada yang tersisa dalam arti militer," tambahnya.
Meski tidak secara spesifik menyebut kapan perang akan berhenti, Trump memastikan kepada awak media bahwa konflik tersebut akan selesai dalam waktu dekat.
Ia bahkan menyebut fase setelah konflik sebagai “awal dari pembangunan bangsa baru.”
Trump juga mengatakan Amerika Serikat sedang mencapai “langkah besar menuju penyelesaian tujuan militer kita,” sambil mengklaim bahwa kekuatan militer Iran telah dilumpuhkan secara menyeluruh.
Namun, ia menegaskan bahwa Amerika Serikat masih menahan diri untuk tidak menyerang beberapa target vital, seperti fasilitas produksi listrik.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Istimewa! Eks Jampidsus Febrie Ditahan Tanpa Rompi Pink dan Tangan Tak Diborgol
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Merawat Koperasi agar Berdaya Melampaui Dinamika Politik
-
55 Karya Desain Dunia dari SaloneSatellite Permanent Collection Dipamerkan di Indonesia
-
Ribuan Orang di Dunia Jadi Korban Phishing Kratos, Pengelola Dibekuk di Pontianak
-
Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya
-
Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar
-
Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?
-
Hinca Panjaitan Sebut Perkara Kredit Tak Layak Diproses sebagai Korupsi
-
Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi