-
Amerika Serikat dan Israel mengklaim telah menghancurkan sebagian besar infrastruktur militer vital Iran.
-
Iran menerapkan strategi perang atrisi untuk menguras sumber daya lawan dan mengganggu ekonomi global.
-
Intensitas serangan rudal Iran dilaporkan menurun meski ancaman drone dan blokade laut tetap ada.
Tujuan utama dari pola serangan tersebut adalah menciptakan trauma kolektif dan ketakutan di tengah masyarakat lawan.
"Ketepatan bukanlah hal utama. Tujuannya menanamkan rasa takut dan trauma psikologis di tengah masyarakat," tambahnya.
Hingga Februari 2026, intelijen Israel memperkirakan Teheran masih mengantongi sekitar 2.500 unit rudal balistik berbagai jarak.
Salah satu senjata andalan mereka adalah rudal Sejjil yang diklaim mampu menjangkau target hingga radius 2.000 kilometer.
Teheran juga membanggakan kepemilikan rudal Fattah yang dikategorikan sebagai senjata hipersonik dengan kecepatan luar biasa.
Meski demikian, laporan dari Komando Pusat AS (Centcom) menunjukkan penurunan aktivitas peluncuran rudal yang signifikan.
Jenderal Dan Caine mengungkapkan bahwa intensitas serangan udara Iran telah merosot tajam sejak awal pertempuran pada Februari lalu.
"jumlah pastinya tetap tidak jelas karena ada penyimpanan bawah tanah dan upaya reproduksi yang terus berlangsung," kata Nicole Grajewski.
Namun, potensi ancaman terhadap stabilitas ekonomi dunia tetap tinggi melalui pemblokiran akses logistik di Selat Hormuz.
Baca Juga: Trump Klaim Perang AS-Israel vs Iran Segera Usai, Sebut Militer Iran Nyaris Lumpuh
Sekitar seperlima dari total pasokan minyak mentah dunia sangat bergantung pada jalur pelayaran di selat tersebut.
Pakar menilai Iran tetap mampu memberikan tekanan besar melalui penggunaan puluhan ribu drone serang jenis Shahed.
Teknologi pesawat tanpa awak ini dirancang untuk memaksa lawan menghabiskan amunisi pencegat yang memiliki harga sangat mahal.
"Sebagian dari strategi ini adalah menguras kemampuan pencegat," jelas Grajewski membandingkan taktik ini dengan konflik di Ukraina.
"Iran melakukan hal ini dengan UAV dan drone. Itu juga yang dilakukan Rusia di Ukraina," lanjut pakar hubungan internasional tersebut.
Data menunjukkan bahwa kohesi internal antara elit politik dan militer menjadi penentu napas panjang pertahanan Iran.
Kelelahan personel di lapangan mulai terlihat dengan adanya insiden peluru nyasar yang hampir mengenai wilayah udara negara tetangga.
Turki melaporkan bahwa sistem pertahanan NATO sempat menghancurkan proyektil yang mengarah ke wilayah kedaulatan mereka pekan lalu.
Kondisi ini memicu kekhawatiran akan terjadinya eskalasi yang tidak terduga dan melibatkan lebih banyak aktor internasional.
Negara-negara di Teluk kini berada dalam dilema antara menjaga netralitas atau mendukung aksi AS demi keamanan regional.
Pihak Barat memprediksi bahwa waktu bagi Teheran untuk bertahan di bawah tekanan ekonomi dan militer semakin menipis.
Strategi Iran untuk memaksa adanya meja perundingan baru melalui tekanan regional hingga kini masih belum menunjukkan hasil pasti.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- Berapa Harga Sepatu Lari Ortuseight Ori? Ini 5 Pilihan Bagus untuk Daily Run
Pilihan
Terkini
-
Optimalisasi Pembangunan, DPRD DKI Dorong Percepat Penyerahan Aset Fasos Fasum
-
Bukan Ratusan Juta, KPK Sita Rp2 Miliar dari OTT Bupati Muara Enim Edison
-
Pengawas Diduga Ikut Main Proyek MBG, Potensi Korupsi Disebut Membesar
-
Bosan Drama Politik, Publik Desak Penegakan Hukum Korupsi Jadi Prioritas
-
Perintah Prabowo Bersihkan Program MBG dari Para Pemburu Rente Tanpa Pandang Bulu
-
Data Bansos Amburadul, DPRD DKI Khawatir Bantuan Meleset dari Warga Miskin
-
KPK Amankan Uang Senilai Rp 2 Miliar dalam OTT Muara Enim
-
RUU Polri Dinilai Dibahas Terlalu Cepat, Pemerintah Sebut Hanya Ada 7 Materi Baru
-
Bukan Cuma Bupati, KPK Juga Tetapkan 3 Orang Tersangka Korupsi di Disdik Muara Enim
-
Kasus di BGN dan Ancaman Korupsi MBG: Di Mana Celahnya?