News / Internasional
Selasa, 10 Maret 2026 | 16:47 WIB
Ilustrasi kilang minyak yang direbut dan dijaga oleh militer. (Gemini AI)
Baca 10 detik
  • Operasi militer AS-Israel pada Februari 2026 gagal menjadi konflik singkat; Iran merespons dengan perlawanan berkelanjutan.
  • Senator AS melihat konflik ini sebagai investasi untuk menguasai cadangan minyak global melalui jatuhnya rezim Iran.
  • Perang yang berlarut-larut menyebabkan kelumpuhan Selat Hormuz dan retakan kohesi politik internal antara negara-negara sekutu Barat.

Murad Sadygzade, Presiden Middle East Studies Center, mengatakan ke RT.com, bahwa saat ini Washington dan Israel sedang mencari jalan keluar yang tidak terlihat seperti kekalahan.

Upaya untuk merekrut lebih banyak mitra guna berbagi tanggung jawab atas konsekuensi perang ini pun menemui jalan buntu karena banyak negara enggan terlibat dalam eskalasi yang dianggap sebagai pilihan sepihak.

Pada akhirnya, perang yang tak kunjung usai ini bukan hanya soal kemenangan militer, tapi soal siapa yang paling mampu menanggung beban biaya dan logistik di tengah ketidakpastian global.

Load More