-
Garda Revolusi Iran meluncurkan dua rudal ke pangkalan militer Amerika di Arifjan Kuwait.
-
Serangan dipicu oleh operasi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari.
-
Kerusakan terparah dilaporkan terjadi di pangkalan Kuwait meskipun pertahanan udara sempat diaktifkan.
Langkah militer yang diambil oleh otoritas Kuwait merupakan bentuk perlindungan terhadap aset nasional yang strategis.
Garda Nasional Kuwait menegaskan bahwa kesiagaan pasukan berada pada level tertinggi guna mengantisipasi serangan susulan.
Pihak berwenang Kuwait menyampaikan pesan resmi kepada publik mengenai upaya pembersihan ruang udara dari objek asing.
Langkah ini dilakukan sebagai "bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan keamanan, melindungi lokasi-lokasi vital, dan menghadapi potensi ancaman apa pun".
Hingga saat ini, pemantauan ketat masih terus dilakukan di sepanjang garis pantai dan perbatasan darat.
Eskalasi kekerasan ini sebenarnya dipicu oleh insiden militer besar yang terjadi pada akhir Februari lalu.
Saat itu, kekuatan militer Amerika Serikat berkolaborasi dengan Israel untuk menggempur wilayah kedaulatan Iran.
Operasi gabungan skala besar tersebut memicu kemarahan publik di Teheran dan menuntut adanya aksi balasan.
Pemerintah Iran kemudian merespons dengan meluncurkan serangan balasan ke berbagai titik di negara-negara Teluk.
Baca Juga: Iran Jadikan Umat Islam Timteng Intel Pembocor Markas AS dan Israel Biar Bisa Dibom
Target serangan bukan hanya pangkalan militer, namun juga aset-aset strategis yang menampung kepentingan Amerika Serikat.
Dampak dari hujan rudal dan drone ini mulai terlihat pada beberapa fasilitas militer di kawasan Timur Tengah.
Meskipun sistem pertahanan udara AS diaktifkan, beberapa proyektil dilaporkan berhasil menembus barikade keamanan.
Laporan internasional menunjukkan bahwa tingkat kerusakan yang dialami oleh fasilitas militer bervariasi di setiap lokasi.
Kantor berita Xinhua menyoroti bahwa dampak destruktif yang paling signifikan terjadi di pangkalan wilayah Kuwait.
Hal ini menunjukkan efektivitas serangan unit rudal Iran dalam menargetkan instalasi yang sebelumnya dianggap aman.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Donald Trump Batalkan Keberangkatan Utusan ke Pakistan, Negosiasi Iran AS Kembali Buntu
-
Motif Konyol 'Prank' Damkar Semarang Terungkap: Kesal Debitur Susah Ditagih Utang Rp2 Juta!
-
WHO Sebut Butuh Rp172 Triliun untuk Pulihkan Sistem Kesehatan Gaza dalam 5 Tahun
-
Kekerasan Anak di Little Aresha, Pengurus Hingga Pemilik Terancam Hukuman Berat
-
Bidik Top 50 Kota Global, Jakarta Resmi Jalin Kerja Sama Sister City dengan Jeju Korsel
-
SPAI Desak Pemerintah: Hapus Perbudakan Modern, Akui Pengemudi Ojol Sebagai Pekerja Formal!
-
Bukan Intervensi! Eks Penyidik: Usul KPK Capres Wajib Kader Partai Bentuk Kontribusi Pemikiran
-
Setelah 21 Tahun, Akankah Transjakarta Akhiri Era Tiket Murah Rp 3.500?
-
Misi Kemanusiaan Miss Cosmo 2025: Perkuat Akses Operasi Bibir Sumbing Gratis di Indonesia
-
Amerika Serikat Perluas Blokade Iran ke Selat Hormuz Hingga Samudra Pasifik dan Hindia