News / Metropolitan
Jum'at, 13 Maret 2026 | 21:27 WIB
Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla, menerima kunjungan pengurus Indonesian Council on World Affairs (ICWA) yang dipimpin Ketua Umumnya, Al Busyra Basnur, di kediamannya di kawasan Jakarta Selatan, Kamis (12/3/2026) malam.[Ist]
Baca 10 detik
  • Jusuf Kalla menerima ICWA pada Kamis (12/3/2026) malam membahas eskalasi konflik Timur Tengah dan peran diplomasi Indonesia.
  • ICWA mengusulkan konferensi darurat GNB serta meminta pemerintah mengkaji ulang keikutsertaan dalam forum Board of Peace.
  • Jusuf Kalla menyoroti dampak konflik geopolitik Timur Tengah terhadap ekonomi Indonesia, khususnya kenaikan harga minyak.

“Efeknya ke mana-mana, termasuk subsidi, logistik, nilai tukar rupiah, sampai saham,” kata Kalla.

Selain itu, dalam diskusi juga dibahas mengenai Board of Peace (BOP) yang dinilai menimbulkan polemik di dalam maupun luar negeri. ICWA mendorong pemerintah Indonesia untuk mengkaji kembali keikutsertaan dalam forum tersebut.

Menurut Al Busyra, sejumlah aspek dalam BOP, seperti keanggotaan, iuran, kepemimpinan, hingga mekanisme evaluasi masih menimbulkan perdebatan.

“Setelah melihat perkembangan dan isi dari BOP itu sendiri serta berbagai polemik yang muncul, kami menyarankan pemerintah untuk mengkaji kembali bahkan mempertimbangkan keluar dari BOP,” ujarnya.

Jusuf Kalla menambahkan bahwa tujuan utama setiap forum internasional seharusnya adalah mendorong perdamaian, bukan justru memperuncing konflik.

“Niat baiknya tentu untuk perdamaian. Tapi yang lebih penting adalah praktiknya di lapangan,” kata dia.

Pertemuan tersebut juga menegaskan pentingnya prinsip politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif dalam merespons dinamika global. Indonesia diharapkan terus memainkan peran diplomatik untuk menjaga stabilitas dan perdamaian dunia.

Load More