-
Hamas melarang Iran menyerang wilayah negara Arab dalam perang melawan militer Amerika Serikat.
-
Kelompok Hamas mengakui bantuan besar Ali Khamenei bagi perjuangan militer dan politik Palestina.
-
Amerika Serikat dan Israel dianggap bertanggung jawab atas rusaknya stabilitas keamanan di Iran.
Suara.com - Gelombang serangan militer Iran terhadap aset-aset pertahanan Amerika Serikat di wilayah Arab kini memicu reaksi serius.
Hamas secara terbuka menyatakan tidak memberikan dukungan terhadap perluasan konflik yang menyasar negara-negara tetangga di kawasan.
Kelompok tersebut memandang bahwa stabilitas wilayah Arab harus tetap dijaga meski tensi perang melawan sekutu terus memanas.
Iran tetap melanjutkan operasi penghancuran fasilitas militer milik Washington yang tersebar di berbagai titik strategis Timur Tengah.
Posisi Hamas sangat jelas dalam upaya membatasi ruang lingkup pertempuran agar tidak mencederai kedaulatan sesama negara Muslim.
Meskipun membatasi target serangan, Hamas tetap mengakui bahwa Teheran memiliki hak penuh untuk melakukan pembelaan diri secara sah.
Dukungan terhadap aksi balasan tersebut didasarkan pada prinsip hukum internasional yang berlaku bagi negara yang kedaulatannya dilanggar.
Hamas secara resmi menyampaikan himbauan agar militer Iran mempertimbangkan dampak jangka panjang terhadap stabilitas keamanan negara-negara di sekitar mereka.
Pernyataan ini menegaskan adanya batas toleransi Hamas terhadap strategi perang yang dipilih oleh sekutu dekat mereka tersebut.
Baca Juga: Dompet Warga AS Tercekik, Harga BBM Meroket Cepat dalam Setahun, Trump Bisa Apa?
Kondisi Hamas saat ini memang sedang berada dalam tekanan hebat akibat gempuran tanpa henti militer Israel di jalur Gaza.
Di tengah kehancuran infrastruktur dan krisis kemanusiaan, mereka mendesak peran aktif dunia internasional untuk segera mengambil tindakan nyata.
Tujuan utamanya adalah penghentian segera segala bentuk kontak senjata yang telah melumpuhkan kehidupan warga sipil di wilayah Palestina.
Dunia internasional diminta tidak hanya menjadi penonton dalam eskalasi yang melibatkan kekuatan besar seperti Amerika Serikat dan Iran.
Upaya diplomatik dianggap sebagai jalan keluar yang mendesak untuk mencegah kehancuran total di seluruh penjuru Timur Tengah.
Hamas sebelumnya juga telah menyuarakan kemarahan besar terhadap tindakan pembunuhan yang menyasar figur penting dalam kepemimpinan Iran.
Mereka melabeli tindakan yang dilakukan oleh pihak Israel dan Amerika Serikat tersebut sebagai sebuah bentuk kriminalitas yang sangat keji.
Kecaman ini diarahkan langsung kepada pihak-pihak yang terlibat dalam upaya penghilangan nyawa pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Hamas merasa kehilangan sosok yang selama ini konsisten berdiri di barisan terdepan dalam mendukung perjuangan kemerdekaan rakyat Palestina.
Solidaritas antara Hamas dan Teheran tetap terjaga kuat dalam koridor perlawanan terhadap apa yang mereka sebut sebagai fasisme.
Rasa syukur yang mendalam disampaikan oleh organisasi tersebut atas segala kontribusi nyata yang telah diberikan oleh Ali Khamenei.
Bantuan yang mengalir selama bertahun-tahun dianggap menjadi napas bagi keberlangsungan perlawanan bersenjata maupun gerakan politik di Palestina.
"Ia (Ali Khamenei) telah memberikan segala bentuk bantuan secara politik, diplomatik, dan militer kepada rakyat kami dan perjuangan kami," tutur Hamas.
Kutipan tersebut menggambarkan betapa vitalnya peran Iran dalam memperkuat posisi tawar Hamas di kancah konflik global selama ini.
Dukungan militer dari Teheran diakui secara terbuka sebagai pilar utama yang menjaga eksistensi perlawanan di tanah pendudukan.
Kritik tajam terus dilontarkan kepada Gedung Putih yang dianggap sebagai dalang utama di balik kekacauan yang terjadi sekarang.
Amerika Serikat dinilai telah memfasilitasi agresi yang merusak kedaulatan Iran dan memicu gelombang kemarahan di seluruh dunia Islam.
"AS dan pemerintah pendudukan fasis bertanggung jawab penuh atas agresi terang-terangan dan kejahatan keji terhadap kedaulatan Republik Islam Iran ini, serta atas dampak seriusnya terhadap keamanan dan stabilitas kawasan."
Hamas memperingatkan bahwa setiap tindakan provokasi terhadap Iran akan berdampak luas terhadap keamanan seluruh negara di kawasan tersebut.
Keterlibatan Washington dalam operasi militer di Timur Tengah dianggap hanya akan memperpanjang daftar penderitaan dan ketidakpastian keamanan global.
Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kini berada pada titik didih yang bisa meledak kapan saja menjadi perang terbuka.
Langkah Iran yang mengincar pangkalan militer asing adalah respons langsung atas tekanan ekonomi dan ancaman fisik terhadap pejabat mereka.
Namun, ketergantungan ekonomi banyak negara Arab terhadap stabilitas jalur perdagangan membuat permintaan Hamas menjadi sangat relevan saat ini.
Keamanan di Teluk merupakan prioritas bagi banyak pihak yang tidak ingin terseret dalam pusaran konflik bersenjata antara dua kekuatan besar.
Hamas mencoba memposisikan diri sebagai aktor yang rasional dengan memisahkan antara hak membalas dendam dan perlindungan tetangga.
Jika eskalasi ini tidak segera diredam, potensi munculnya konflik multinasional yang lebih besar akan semakin sulit untuk dihindari sama sekali.
Hamas terus mengupayakan adanya dukungan politik global agar tekanan militer terhadap Gaza dan Iran bisa segera dihentikan secara permanen.
Mereka berharap bahwa keadilan bagi rakyat Palestina bisa tercapai tanpa harus mengorbankan keamanan negara-negara Muslim tetangga di sekitarnya.
Kekuatan diplomasi saat ini sedang diuji untuk melihat apakah hukum internasional masih memiliki taji di hadapan agresi militer besar.
Hamas menutup pernyataannya dengan harapan agar perdamaian yang berkeadilan segera terwujud bagi seluruh bangsa di kawasan Timur Tengah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- Apa Varian Tertinggi Isuzu Panther? Begini Spesifikasinya
Pilihan
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
-
Amukan Si Jago Merah Hanguskan 10 Rumah dan 2 Lapak di Bintaro
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
Terkini
-
Mojtaba Khamenei 2 Kali Lolos dari Maut Serangan AS-Israel
-
Rusia dan China Bersatu Bantu Iran Lawan Amerika Serikat Pakai Satelit Canggih Hingga Rudal Pembunuh
-
Drone Murah Iran Shahed-136 Berhasil Bikin AS dan Israel Pusing Karena Boros Biaya Amunisi
-
Merengek Ketakutan Putra Benjamin Netanyahu Kabur ke AS saat Israel Dihujani Rudal Iran
-
Pramono Anung Siapkan 25 Ruang Terbuka Hijau Baru di Jakarta
-
Netanyahu Disalip Babi? Merlin Babi Pintar dengan Jutaan Followers di Instagram
-
Dompet Warga AS Tercekik, Harga BBM Meroket Cepat dalam Setahun, Trump Bisa Apa?
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Nyoman Parta: Serangan Air Keras ke Aktivis HAM Alarm Bahaya bagi Demokrasi
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield