- Polda Metro Jaya menduga pelaku penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus (KontraS) adalah personel terlatih berdasarkan analisis pergerakan tenang.
- Pelaku diduga berjumlah empat orang, bergerak terstruktur menggunakan dua motor, dan melarikan diri berpencar setelah menyerang di Jalan Salemba I, Jakarta Pusat.
- Penyidik menganalisis 86 titik CCTV dan memastikan foto pelaku yang beredar di medsos adalah hoaks hasil rekayasa kecerdasan buatan (AI).
Suara.com - Polda Metro Jaya menduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus merupakan sosok yang terlatih. Dugaan itu muncul setelah polisi menganalisis pola pergerakan para pelaku sebelum dan sesudah serangan.
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin mengatakan indikasi tersebut terlihat dari cara para pelaku bergerak dan menjalankan aksinya dengan tenang.
"Apakah jaringannya sudah terlatih? Selama beberapa hari kami melakukan analisa digital, kami melihat perjalanan para pelaku ini memang memiliki ketenangan," ujar Iman saat konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (16/3).
Menurut Iman, berdasar hasil analisis digital para pelaku nampak bergerak secara terstruktur dari satu titik ke titik lain menjelang kejadian.
"Dalam melakukan apa perjalanan dari mulai satu titik ke titik yang lain pada saat menjelang-menjelang kejadian," ungkapnya.
Ia menambahkan para pelaku juga tidak menunjukkan kepanikan setelah melakukan penyiraman air keras terhadap korban. Mereka langsung meninggalkan lokasi menggunakan dua sepeda motor dan melarikan diri melalui rute yang berbeda.
"Kemudian pasca kejadian mereka dari dua motor ini masing-masing dengan kecepatan atau perilaku yang lebih dari yang sebelumnya ya," tuturnya.
Jejak Pelarian Pelaku
Dalam penyelidikan kasus ini, polisi telah menelusuri pergerakan para pelaku melalui rekaman kamera pengawas di sejumlah titik di Jakarta.
Baca Juga: Sempat Terkecoh Foto AI Pelaku Kasus Andrie Yunus di Medsos, Habiburokhman Minta Polri Counter Hoaks
Berdasarkan hasil analisis, pelaku diduga berjumlah empat orang yang menggunakan dua sepeda motor. Mereka mengikuti pergerakan korban sebelum melakukan serangan di Jalan Salemba I, Jakarta Pusat.
Setelah kejadian, para pelaku melarikan diri dan berpencar ke beberapa arah. Dua pelaku kabur menuju kawasan Senen hingga Gondangdia sebelum bergerak ke Jakarta Selatan.
Sementara dua pelaku lainnya melarikan diri melalui Matraman hingga Jatinegara menuju wilayah Jakarta Timur.
Penyidik juga menemukan indikasi salah satu pelaku sempat mengganti pakaian saat melarikan diri untuk menghilangkan jejak.
Untuk mengungkap kasus tersebut, polisi telah menganalisis rekaman dari 86 titik kamera pengawas dengan total 2.610 video berdurasi sekitar 10.320 menit.
Di sisi lain, polisi juga memastikan foto yang beredar di media sosial dan disebut menampilkan pelaku merupakan hoaks hasil rekayasa AI. Foto tersebut diduga sengaja disebarkan untuk mengaburkan proses penyelidikan.
Berita Terkait
-
Bongkar Hoaks Foto AI Pelaku Teror Andrie Yunus, Polisi: Diduga Disusun Jaringan Pelaku yang Panik
-
Terekam Jelas CCTV! Polisi Beberkan Jejak Pelarian Pelaku Teror Air Keras Andrie Yunus
-
Fakta Baru Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS: Pelaku 4 Orang, Sudah Diintai dari Depan KFC Cikini
-
Sempat Terkecoh Foto AI Pelaku Kasus Andrie Yunus di Medsos, Habiburokhman Minta Polri Counter Hoaks
Terpopuler
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 5 Rekomendasi Parfum di Indomaret yang Tahan Lama untuk Salat Id
Pilihan
-
Harry Styles Ungkap Perjuangan Jadi Penyanyi Solo Usai One Direction Bubar
-
Dulu Nostalgia, Sekarang Pamer Karir: Mengapa Gen Z Pilih Skip Bukber Alumni?
-
Tutorial S3 Marketing Jalur Asbun: Cara Aldi Taher Jualan Burger Sampe Masuk Trending Topic
-
Dilema Window Shopping: Ketika Mal Cuma Jadi Katalog Fisik Buat Belanja Online
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
Terkini
-
Mudik 2026, Cerita Perjuangan Perantau Kalimantan hingga Berkah Mudik Gratis BUMN
-
Kasatgas Tito dan Mensos Serahkan Bansos Rp100 Miliar untuk Korban Bencana di Sumatera
-
Mata Kanan Terluka Parah, Begini Kondisi Medis Korban Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
-
Israel Tuding Pelaku Penyerangan Sinagoga Michigan Adik Komandan Hizbullah
-
Siap Perang Terbuka! Iran Akhirnya Akui China dan Rusia Bantu Lawan AS-Israel
-
Zulkifli S. Ekomei Sebut Rismon Sianipar Bukan Membelot: Dia Pulang Kampung dan Misinya Sukses!
-
KPAI: Kematian Siswa SMAN 5 Bandung Momentum Hentikan Tradisi Geng Pelajar
-
Keras! Paus Leo XIV Singgung Serangan AS yang Tewaskan Ratusan Anak Iran: Hentikan Perang
-
Kisah Nenek Aca di Kampung Rambutan, Nabung dari Jualan Nasi Uduk Demi Mudik Lebaran
-
Mudik Lebaran 2026, BKKBN Siapkan Posko Konsultasi Keluarga di 31 Provinsi