- Presiden Prabowo mengkaji pemotongan gaji menteri dan DPR sebagai respons isu konflik Timur Tengah dan stabilitas ekonomi.
- Indonesia belajar dari Pakistan yang menerapkan penghematan ekstrem seperti WFH dan pemotongan hari kerja pemerintah.
- Penghematan juga meliputi pemangkasan konsumsi BBM kementerian dan penghentian belanja fasilitas non-mendesak pemerintah.
Sebagai bentuk solidaritas di tengah situasi krisis, Pakistan memangkas gaji anggota DPR sebesar 25 persen, bahkan anggota kabinetnya dilaporkan tidak menerima gaji sama sekali untuk sementara waktu.
Dana yang terkumpul dari penghematan gaji para pejabat tinggi tersebut dialihkan untuk memberikan jaring pengaman bagi masyarakat yang paling terdampak.
"Gaji kabinet dan DPR bahkan dipotong oleh mereka (Pakistan). Ini semua untuk penghematan, lalu dikumpulkan, lantas diberikan kepada kelompok paling rentan," kata Prabowo.
Prabowo mengisyaratkan bahwa semangat pengabdian dan pengorbanan seperti inilah yang harus dikaji oleh jajarannya di Indonesia.
Ia menginginkan adanya rasa kepedulian yang sama dari para pemegang kebijakan sebelum meminta rakyat untuk melakukan penghematan.
Pangkas Fasilitas Mewah dan Konsumsi BBM Kementerian
Selain urusan gaji, instruksi penghematan ini menyasar pada operasional teknis lembaga negara.
Pakistan, menurut Prabowo, telah memangkas hingga 50 persen penggunaan BBM untuk semua kementerian dan lembaga.
Sebanyak 60 persen kendaraan dinas pemerintah juga diwajibkan untuk dikandangkan dan tidak boleh digunakan setiap saat.
Baca Juga: Hashim Jamin Perusahaan Afiliasi Prabowo Tak Ikut Tender Program 3 Juta Rumah
Presiden juga menyoroti kebijakan penghentian belanja barang-barang yang dianggap belum mendesak.
"Belanja AC, kendaraan, meubel semua lembaga pemerintahan disetop untuk waktu yang tak ditentukan."
Langkah-langkah preventif ini bertujuan agar likuiditas negara tetap terjaga dan tidak habis hanya untuk keperluan konsumtif birokrasi.
Bidang pendidikan dan agenda diplomatik pun tidak luput dari pengetatan. Pakistan telah menghentikan semua agenda kunjungan ke luar negeri, mengurangi anggaran pesta atau seremoni, hingga memberlakukan pembelajaran daring (online) untuk jenjang pendidikan tinggi guna menekan biaya operasional harian.
Menuju Target Tanpa Defisit
Prabowo Subianto meminta para menterinya segera mengkaji opsi-opsi penghematan tersebut untuk diimplementasikan di Indonesia sesuai kebutuhan.
Ia optimistis bahwa jika langkah efisiensi ini dilakukan sejak dini, posisi ekonomi Indonesia dalam dua hingga tiga tahun ke depan akan sangat kuat dan tahan banting terhadap gejolak eksternal apa pun.
Target besar yang diusung oleh Presiden bukan hanya sekadar bertahan, melainkan untuk menjaga agar defisit anggaran tidak membengkak di tengah situasi global yang tidak pasti.
"Ini cuma contoh ya, contoh. Maksud saya, beberapa hari saya kaji masalah ini. Saya kira harus ada juga upaya penghematan," kata Prabowo.
Lebih lanjut, ia memproyeksikan cita-cita fiskal jangka panjang yang lebih ambisius.
"Saya percaya dua tahun atau tiga tahun lagi kita tetap kuat, tapi harus hemat konsumsi. Jadi defisit tidak bertambah. Cita-cita kita bahkan tidak punya defisit," tegas Prabowo.
Berita Terkait
-
Hashim Jamin Perusahaan Afiliasi Prabowo Tak Ikut Tender Program 3 Juta Rumah
-
Sinyal Gaji Pejabat dan DPR Bakal Dipotong, Prabowo Siapkan Strategi Hadapi Krisis Global
-
Video Alumni 'Protes' ke Prabowo Gara-Gara Sekolahnya Baru Bagus Setelah Lulus Viral di Medsos
-
Prabowo Tegaskan Tak Ada Rencana Ubah Batas Defisit 3 Persen, Kecuali Keadaan Darurat
-
Di Tengah Krisis Global, MBG Jadi Penyelamat Pertumbuhan Ekonomi di Akar Rumput
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah
-
Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan
-
Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman
-
Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG
-
Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah
-
Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK
-
Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat
-
Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen
-
Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga