- Pejabat Zambia mengungkap dugaan pelecehan seksual sebagai syarat pencalonan politik menjelang Pemilu 13 Agustus mendatang.
- Kepala Divisi Gender mengimbau calon politisi perempuan merekam dan melaporkan permintaan layanan seksual tersebut sebagai praktik tidak etis.
- Aktivis menyebut praktik pemerasan seksual ini sebagai *sextortion* yang menghambat partisipasi perempuan dalam politik Zambia.
Suara.com - Pejabat senior pemerintah Zambia mengungkap dugaan praktik pelecehan serius dalam proses pencalonan menjelang pemilu Agustus mendatang.
Sejumlah perempuan yang ingin maju sebagai kandidat politik disebut diminta memberikan layanan seksual agar bisa dipilih partai.
Kepala Divisi Gender di kantor presiden, Mainga Kabika, mengatakan pihaknya menerima banyak laporan dari calon politisi perempuan.
“Saya mengimbau para kandidat perempuan untuk merekam semua kasus ini. Saya menerima banyak pesan yang melaporkan mereka diminta layanan seksual sebagai syarat pencalonan, dan ini tidak dapat diterima,” ujarnya dilansir dari BBC.
Kabika tidak menyebut partai mana yang terlibat, namun menegaskan praktik tersebut terjadi menjelang pemilu nasional yang dijadwalkan berlangsung 13 Agustus.
Dalam pemilu itu, warga Zambia akan memilih presiden, anggota parlemen, serta pejabat daerah.
Ketimpangan gender di politik Zambia masih sangat besar.
Pemerintah sebelumnya menyatakan hanya sekitar 15 persen anggota parlemen berasal dari perempuan, angka yang dinilai mencerminkan hambatan budaya dan struktural yang kuat.
Ketua dewan Non-Governmental Gender Organisations Coordinating Council, Beauty Katebe, menyebut praktik yang terjadi sebagai bentuk sextortion.
Baca Juga: Soal Revisi UU Pemilu, Puan: Fokus Urusan Rakyat Terlebih Dahulu Sebelum Bicara Politik 2029
“Situasi ini sangat mengkhawatirkan karena membuat banyak perempuan enggan terjun ke politik, terutama sebagai kandidat,” katanya kepada media.
Untuk informasi, sextortion adalah pemerasan atau pelecehan seksual di mana seseorang dipaksa melakukan tindakan seksual, memberikan foto/video intim, atau memenuhi permintaan seksual sebagai syarat untuk mendapatkan sesuatu atau agar terhindar dari ancaman.
Katebe mengatakan banyak korban enggan melapor karena tekanan budaya dan rasa malu.
Ia mendorong pembentukan pengadilan khusus agar kasus pelecehan dalam politik bisa diproses cepat.
“Jika pelaku benar-benar diungkap, mereka pasti akan berhenti. Hukum harus diperketat untuk melindungi perempuan dalam politik,” tegasnya.
Pemerintah Zambia sebelumnya mengakui kesenjangan gender masih besar meski sudah ada beberapa perempuan di posisi tinggi, termasuk Wakil Presiden Mutale Nalumango.
Berita Terkait
-
Soal Revisi UU Pemilu, Puan: Fokus Urusan Rakyat Terlebih Dahulu Sebelum Bicara Politik 2029
-
Jimly Asshiddiqie Usul 16 UU Kepemiluan Disatukan Lewat Omnibus Law
-
Mulai Bahas Revisi UU Pemilu, Komisi II DPR Hadirkan Mahfud MD hingga Refly Harun ke Senayan
-
Soal Ambang Batas Pemilu, PSI Tegaskan Kembali Semangat Reformasi
-
Bukan Cuma Partai di Senayan, Komisi II DPR Bakal Libatkan Partai Non-Parlemen Bahas RUU Pemilu
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- 5 Sepatu Lari Diadora Diskon 50 Persen di Sports Station, Harga Jadi Rp200 Ribuan
- 5 Cushion Matte untuk Menutupi Bekas Jerawat dan Noda Hitam, Harga Terjangkau
Pilihan
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
Terkini
-
Dalam 24 Jam, Serangan Udara Zionis Israel Tewaskan 41 Orang di Lebanon
-
UMP Naik Tiap Tahun, Kenapa Buruh Makin Tertekan Biaya Hidup?
-
Cium Aroma Rekayasa Kasus Pembunuhan Indramayu, DPR Minta Mabes Polri-Kejagung Turun Tangan
-
Banyak Perlintasan Sebidang Tanpa Penjaga, Pemprov DKI Jakarta Siap Support KAI
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
Iran Tegaskan Dominasi di Selat Hormuz, Aturan Baru Teluk Persia Diumumkan
-
Sebut Angkatan Laut AS Bajak Laut, Trump: Ini Bisnis yang Sangat Menguntungkan
-
Zionis Israel Targetkan Anak Sekolah, Pelajar 14 Tahun Ditembak Mati di Tepi Barat
-
AS Teken Kontrak Rahasia dengan 7 Raksasa AI, Era Perang Tanpa Manusia Dimulai?
-
Kiai Ponpes di Pati Diduga Lecehkan 50 Santri: Modus Doktrin Agama, Terancam Dikebiri