- Pemerintah Indonesia sedang mengkaji skema kerja fleksibel (WFH) satu hari per minggu untuk ASN dan sektor swasta.
- Kebijakan ini bertujuan menciptakan efisiensi energi akibat kenaikan harga minyak dunia yang dipicu kondisi global.
- Rencana implementasi WFH diperkirakan dimulai pasca Lebaran, mendapat dukungan Presiden untuk penghematan BBM.
Pemerintah juga akan terus memantau variabel-variabel eksternal yang menjadi dasar kebijakan ini.
Durasi dan keberlanjutan penerapan WFH akan sangat bergantung pada perkembangan situasi geopolitik dan dampaknya terhadap harga komoditas energi dunia.
"Nanti kita lihat situasi harga minyak, situasi perang, jadi kita ikuti situasinya," kata Airlangga.
Faktor ketidakpastian global, termasuk konflik di berbagai kawasan yang memicu ketegangan pasokan minyak, menjadi alasan kuat mengapa pemerintah merasa perlu mengambil langkah antisipatif melalui pengurangan mobilitas masyarakat.
Dukungan Presiden Prabowo dan Target Penghematan BBM
Rencana penerapan kembali skema WFH ini mendapatkan dukungan penuh dari Presiden Prabowo Subianto.
Dalam rapat terbatas tersebut, Presiden menilai bahwa pengurangan mobilitas harian pekerja dapat menjadi solusi efektif untuk menekan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) secara nasional.
Airlangga menambahkan Presiden Prabowo memberikan tanggapan positif terhadap rencana WFH karena dinilai dapat mendorong penghematan, terutama dari sisi penggunaan bahan bakar akibat berkurangnya mobilitas.
Berdasarkan estimasi awal, penghematan yang bisa dicapai melalui skema satu hari WFH ini tergolong cukup besar bagi pengeluaran rumah tangga maupun beban subsidi negara.
Baca Juga: Semua Kementerian Akan Efisiensi untuk Jaga Defisit Anggaran, Kecuali MBG
"(Respons Presiden) baik karena itu ada penghematan, dari segi penggunaan mobilitas dari bensin. penghematannya cukup signifikan 1/5 dari apa yang biasa kita keluarkan," pungkasnya.
Langkah ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo yang menginginkan Indonesia lebih proaktif dalam menghadapi krisis energi global.
Sebelumnya, dalam Sidang Kabinet Paripurna, Presiden telah mengingatkan jajarannya untuk tidak lengah terhadap situasi dunia yang tidak menentu.
"Tentunya kita juga sekarang harus melakukan langkah-langkah yang proaktif, dalam arti kita harus melakukan penghematan konsumsi BBM. Kita tidak bisa menganggap bahwa apapun terjadi kita aman, ya kita bersyukur kita aman, tapi kita tidak ada upaya untuk mengurangi konsumsi BBM kita," kata Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3).
Pemerintah berharap dengan adanya skema WFH yang terukur, beban ekonomi akibat tingginya harga minyak dapat diredam, sekaligus memberikan keseimbangan baru dalam pola kerja masyarakat pasca-pandemi yang lebih adaptif terhadap tantangan ekonomi global.
Berita Terkait
-
Semua Kementerian Akan Efisiensi untuk Jaga Defisit Anggaran, Kecuali MBG
-
Bahlil soal WFH Akibat Krisis Energi: Akan Menghemat Impor Migas
-
Rupiah Nyaris Tembus Rp17.000, Menko Airlangga: Tugas BI Ini!
-
Pemerintah Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2026 Tembus 5,5 Persen Meski Ada Perang
-
Menteri Airlanga: Defisit APBN 3 Persen Harga Mati, Tapi Perppu Masih Mungkin Dikeluarkan
Terpopuler
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- Update Posisi Hilal Jelang Idulfitri, Ini Prediksi Lebaran 2026 Pemerintah dan NU
Pilihan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
-
Link Live Streaming Liverpool vs Galatasaray: Pantang Terpeleset The Reds!
-
Israel Klaim Tewaskan Menteri Intelijen Iran Esmaeil Khatib
Terkini
-
Idulfitri Berbeda, Menag Minta Muhammadiyah Toleransi ke Warga yang Masih Puasa Besok
-
Bisakah Bahan Bakar Ramah Lingkungan untuk Pesawat Jadi Solusi, Ternyata Pakar Bilang Ini
-
Resmi! Idul Fitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026, Ini Hasil Sidang Isbat Kemenag
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
-
12 Negara Islam Kompak Lawan Iran: Hentikan Serangan atau Kami Balas
-
Dasco dan Puan Duduk Satu Kursi Dampingi Prabowo-Mega, Sinyal Politik Apa?
-
Menkeu Purbaya: Program MBG Dihentikan Selama Libur Lebaran, Lumayan Hemat Triliunan Rupiah
-
Ubedilah Badrun Ungkap 3 Dugaan Aktor Intelektual di Balik Serangan Andrie Yunus
-
Tol MBZ Sempat Ditutup Akibat Lonjakan 270 Ribu Kendaraan, Kakorlantas: Puncak Arus Masih Tinggi
-
Data Kemenag: Hilal Belum Penuhi Kriteria MABIMS, 1 Syawal 1447 H Masih Tunggu Sidang Isbat