-
Mohammad Bagher Ghalibaf menjadi figur terkuat Iran pasca kematian para pemimpin senior rezim.
-
Ghalibaf memiliki latar belakang lengkap sebagai pilot tempur, mantan polisi, hingga ketua parlemen.
-
Ketua Parlemen Iran ini kini mengomandoi strategi perang asimetris melawan tekanan Amerika Serikat.
Situasi ini kontras dengan nasib Larijani yang tewas dalam serangan udara Israel pada hari Senin awal pekan ini.
Kematian Larijani terjadi menyusul tewasnya Khamenei pada akhir Februari 2026 yang mengubah peta kekuatan internal rezim Iran.
Ghalibaf memiliki portofolio yang sangat lengkap mulai dari sektor keamanan hingga birokrasi sipil yang sangat kompleks.
Ia pernah memegang tongkat komando korps kedirgantaraan Garda Revolusi sebelum akhirnya beralih menjadi kepala kepolisian di Teheran.
Pengalamannya semakin luas saat menjabat sebagai Walikota Teheran hingga akhirnya menduduki kursi nomor satu di parlemen nasional.
Sebagai pilot yang berkualifikasi, Ghalibaf dikenal karena sering membual bahwa ia mampu menjadi kapten pesawat jumbo.
Analisis Pakar Terhadap Posisi Politik Ghalibaf
Para pengamat internasional menilai Ghalibaf memiliki jalinan hubungan yang kuat di berbagai faksi militer maupun lembaga pemerintahan.
Farzan Sabet, seorang peneliti pengelola di Geneva Graduate Institute, mengatakan bahwa setelah pembunuhan Larijani, Ghalibaf adalah "orang yang kemungkinan besar mengawasi upaya dan strategi perang".
Baca Juga: Wall Street Anjlok, Investor Dihantui Lonjakan Harga Minyak dan Konflik Iran
Kapasitasnya sebagai mantan petinggi IRGC membuatnya sangat kredibel untuk memimpin koordinasi pertahanan nasional dalam situasi darurat global.
"Dia adalah ketua parlemen, mantan komandan senior IRGC, dan memiliki hubungan lintas faksi dan kelembagaan yang kuat, yang menempatkannya pada posisi yang tepat untuk menduduki peran ini," katanya kepada AFP.
Karier militernya meroket sejak Perang Iran-Irak hingga ia dipercaya membangun pasukan kedirgantaraan Garda Revolusi yang modern.
Ambisi politik Ghalibaf sudah terlihat sejak lama melalui partisipasinya dalam berbagai edisi pemilihan presiden di negara para mullah.
Ia sempat mencalonkan diri pada tahun 2005 namun kalah dari figur ultra-konservatif Mahmoud Ahmadinejad yang kala itu cukup mengejutkan.
Meski gagal menjadi presiden pada 2013 dan 2024, pengaruhnya justru semakin mengakar kuat di dalam struktur inti kekuasaan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
Pilihan
-
Puncak Arus Balik dari Jogja Pertama Terlewati, Gelombang Kedua Diprediksi Akhir Pekan
-
Bocor! China Bikin Peta Laut hingga Indonesia untuk Hadapi AS di Perang Dunia III
-
Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
Terkini
-
Puncak Arus Balik dari Jogja Pertama Terlewati, Gelombang Kedua Diprediksi Akhir Pekan
-
Syarat Mutlak Iran Bagi Kapal Internasional di Selat Hormuz Agar Bisa Melintas Dengan Selamat
-
Pramono Minta Penertiban Parkir Liar Diperkeras, Soroti Monas hingga Belakang Grand Indonesia
-
Eks Ketua PN Depok Ajukan Praperadilan, KPK Langsung Minta Penundaan Sidang Perdana
-
Tak Hanya Potong Gaji DPR dan Menteri, Wakil Rakyat Usul Efisiensi Sasar Anggaran Lain di Pemerintah
-
Inggris Kerahkan Kapal Perusak Tipe 45 dan Sistem Otonom Canggih ke Selat Hormuz Iran
-
Misteri Negosiator Rahasia, Klaim Damai Donald Trump Dibantah Mentah-mentah oleh Teheran
-
Ribuan Tentara Amerika Serikat Siap Serang Iran Lewat Darat
-
Bocor! China Bikin Peta Laut hingga Indonesia untuk Hadapi AS di Perang Dunia III
-
Dihujani Drone Rusia di Siang Bolong, Situs Warisan Dunia UNESCO di Lviv Hancur