-
Pangeran MBS mendesak Trump melanjutkan tekanan militer ke Iran demi peluang bersejarah kawasan.
-
Arab Saudi khawatir Iran menjadi negara gagal yang mengancam keamanan stabilitas energi mereka.
-
Kerajaan Saudi secara resmi tetap mengutamakan pembelaan diri dan solusi damai atas konflik.
Suara.com - Dinamika perang di kawasan Timur Tengah kini sedang berada di titik didih yang sangat krusial.
Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman dikabarkan melihat sebuah momentum yang sangat besar saat ini.
Pemimpin de facto tersebut menilai situasi sekarang sebagai sebuah peluang bersejarah untuk mengubah tatanan kawasan.
MBS kabarnya telah memberikan dorongan kuat kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait masalah ini.
Dorongan tersebut berkaitan dengan kelanjutan tindakan militer terhadap rezim yang berkuasa di Teheran saat ini.
Visi Besar Perubahan Timur Tengah
Langkah militer gabungan Amerika Serikat dan Israel dipandang sebagai kunci pembuka gerbang perubahan tersebut.
Informasi ini mencuat dari laporan sejumlah pihak yang mendapatkan pengarahan langsung dari pejabat Amerika.
Percakapan antara kedua pemimpin dunia tersebut mengungkapkan ambisi besar untuk menekan pemerintahan garis keras Iran.
Baca Juga: Siapa Mohammad Bagher Zolghadr? Pengganti Ali Larijani sebagai Pimpinan Keamanan Tertinggi Iran
“Pangeran Mohammed bin Salman telah menyampaikan kepada Trump bahwa ia harus terus menekan untuk menghancurkan pemerintahan garis keras Iran,” kata orang-orang yang mengetahui percakapan tersebut.
Pihak-pihak yang memahami diskusi tersebut menyatakan bahwa MBS melihat Iran sebagai ancaman yang sangat nyata.
Ancaman Jangka Panjang di Teluk
Ancaman tersebut bersifat jangka panjang bagi negara-negara yang berada di kawasan Teluk yang strategis.
Satu-satunya solusi yang dianggap efektif adalah dengan menyingkirkan pemerintahan yang sedang berkuasa di Iran.
Pandangan ini ternyata juga selaras dengan perspektif Perdana Menteri Israel yaitu Benjamin Netanyahu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Misteri Formasi Tak Lazim Drone Iran, Kesaksian Pilot F-15 Bikin Geger
-
Wacana Ekspor Satu Pintu Dinilai Berpotensi Perkuat Posisi Indonesia di Tengah Persaingan Global
-
Warga Sipiongot Senang Karena Jalan Diaspal Setelah Puluhan Tahun
-
Skandal Korupsi Kuota Haji: KPK Cecar Eks Dirjen PHU Hilman Latief Soal Modus Bagi-bagi 50 Persen
-
Masuk RS Polri Gegara Sakit Saluran Pencernaan! Penahanan Gus Yaqut Dibantarkan
-
Eks Plt Direktur PU Ditahan! Terima Suap BUMN dan Rekayasa Proyek Fiktif Rp16 Miliar
-
3 Tahun dalam Penyiksaan: Bagaimana Penyekapan YTR Bisa Luput dari Pantauan Sekitar?
-
Sasaran Turis Bali! 18 Kg Ganja Asal Amerika-Rusia Diselundupkan Lewat Trik Kompartemen Koper
-
Ditanya Nyesal Ikut Pilpres 2024, Anies Balik Tanya Publik: NyeseI Tak Memilih Saya?
-
Usut Dalang Pembagian Kuota Haji 50:50, Eks Dirjen PHU Kemenag Dicecar KPK