Suara.com - Pemerintah Iran mengonfirmasi bahwa mereka sedang mempelajari proposal yang diajukan Amerika Serikat untuk mengakhiri perang berkepanjangan di kawasan Teluk.
Meski demikian, Teheran menegaskan tidak memiliki niat untuk mengadakan pembicaraan langsung guna meredakan konflik Timur Tengah yang kian meluas tersebut.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, seperti yang dikutip via Reuters, menyatakan pada hari Rabu bahwa pertukaran pesan melalui mediator "tidak berarti negosiasi dengan AS".
Pernyataan ini menunjukkan adanya sedikit ruang bagi Teheran untuk merundingkan penghentian perang jika tuntutan mereka dipenuhi, meskipun secara publik pejabat Iran terus melontarkan kecaman terhadap prospek perundingan apa pun dengan Washington.
Dalam wawancara di televisi pemerintah, Araqchi mengungkapkan bahwa pesan-pesan yang dikirimkan AS berisi ide-ide yang telah disampaikan kepada otoritas tertinggi Iran.
"Mereka mengajukan ide-ide dalam pesan mereka yang disampaikan kepada otoritas tinggi, dan jika perlu, posisi akan diumumkan oleh mereka," ucap Araqchi.
Selain itu, sumber-sumber regional menyebutkan bahwa Iran telah menekankan kepada para perantara bahwa Lebanon harus dimasukkan ke dalam perjanjian gencatan senjata apa pun dengan AS dan Israel.
Hal ini menunjukkan bahwa Iran tetap memegang peran sentral dalam koordinasi kekuatan di kawasan meskipun berada di bawah tekanan militer yang hebat.
15 Poin Tuntutan Donald Trump
Baca Juga: Benjamin Netanyahu Diserang Orang Kepercayaan: Jubir Sindir Tas Mewah Sara Netanyahu
Presiden AS Donald Trump, dalam sebuah acara di Washington, mengeklaim bahwa para pemimpin Iran sebenarnya sangat ingin mencapai kesepakatan namun terhambat oleh ketakutan internal.
"Mereka sedang bernegosiasi, omong-omong, dan mereka sangat ingin membuat kesepakatan, tetapi mereka takut mengatakannya karena mereka akan dibunuh oleh rakyatnya sendiri. Mereka juga takut akan dibunuh oleh kita," klaim Trump.
Proposal 15 poin milik Trump yang dikirim melalui Pakistan menuntut langkah-langkah drastis dari Iran, di antaranya:
- Pemusnahan stok uranium yang diperkaya tinggi.
- Penghentian total aktivitas pengayaan uranium.
- Pembatasan ketat pada program rudal balistik.
- Pemutusan pendanaan bagi sekutu-sekutu regional Iran.
Gedung Putih menolak untuk membeberkan detail spesifik dari proposal tersebut namun justru mengancam akan meningkatkan serangan.
Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, menegaskan, "Jika mereka gagal memahami bahwa mereka telah dikalahkan secara militer, dan akan terus dikalahkan, Presiden Trump akan memastikan mereka dipukul lebih keras daripada yang pernah mereka rasakan sebelumnya."
Di sisi militer, Laksamana Brad Cooper, kepala Komando Pusat yang memimpin pasukan AS di Timur Tengah, melaporkan bahwa serangan AS telah menghantam lebih dari 10.000 target di dalam Iran.
Berita Terkait
-
Syarat Kesepakatan Damai, Iran Minta Penghentian Serangan ke Hizbullah di Lebanon
-
Israel Panik! Donald Trump akan Setop Perang Meski Tanpa Deal dengan Iran
-
Sambut Rencana Operasi Darat AS, Iran Siapkan Jebakan Rantau dan Sistem Pertahanan Udara
-
AS Sodorkan 15 Poin Negosiasi Damai ke Iran, Pengamat: Donald Trump Tertekan
-
Ada Isyarat Damai, Harga Minyak Dunia Ambruk 2%
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
Terkini
-
Ngeri! Calon Saksi di PN Jakarta Barat Dikejar dan Dianiaya, Videonya Viral di Medsos!
-
Jadi Mobil Prabowo Selama KTT di Filipina, Maung Garuda Ternyata Diterbangkan Pakai Airbus TNI AU
-
Nyempil di Antara 320 WNA, Satu WNI 'Alumni' Kamboja Jadi CS Judi Online Markas Hayam Wuruk!
-
Hercules Semprot Amien Rais soal Prabowo-Teddy: Jangan Bicara Kayak Preman Pasar!
-
Menaker Dorong Talenta Muda Jadi Inovator melalui Talent & Innovation Hub
-
Operasi SAR Dukono Ditutup! 3 Pendaki Termasuk 2 WNA Ditemukan Tewas Tertimbun Pasir Vulkanik
-
Tolak Ratusan Miliar dari Jenderal demi Setia ke Prabowo, Hercules: GRIB Itu Petarung!
-
Hercules Ngaku Ditawari Jenderal Ratusan Miliar agar Tak Dukung Prabowo di Pilpres 2024
-
Nobar Persija vs Persib: 13 Titik di Jakpus Dijaga TNI-Polri
-
Terungkap! Ini Alasan Ahmad Dedi Lari Hindari Wartawan Usai Diperiksa KPK Kasus Korupsi Bea Cukai