- Iran berhasil bertahan melawan gempuran AS-Israel melalui strategi perang asimetris dan penguatan karakter nasional.
- AS menyerang target strategis masif, sementara Israel fokus melumpuhkan sumber daya intelektual musuh secara spesifik.
- Indonesia perlu memperkuat karakter bangsa, literasi digital, serta membenahi sistem pertahanan dan intelijen negara.
"Yang ketiga, bagaimana sistem pertahanan dan intelijen kita diperkuat. Selain tata ulang doktrin, kita juga harus menjaga sekutu dan back channel kita di mana pun berada. Karena kita belum siap kalau harus perang sekarang," tegasnya.
Stepi mengapresiasi langkah pemerintah saat ini yang aktif membina hubungan baik dengan berbagai poros kekuatan global, mulai dari Australia, Rusia, China, AS, hingga negara-negara Teluk.
Meski pemerintah saat ini tengah fokus pada pemulihan ekonomi pasca-Covid-19 melalui berbagai program kesejahteraan, aspek keamanan tidak boleh dikesampingkan.
"Security ini enggak bisa dianggap sepele karena dunia sedang tidak baik-baik saja. Jadi kita harus mempersiapkan, sehingga harus ada yang dikonsepkan dengan baik, direncanakan dengan baik tata kelolanya, anggarannya, siapa berbuat apa, masih relevan enggak dengan perang generasi keenam?" pungkasnya.
Reporter: Tsabita Aulia
Berita Terkait
-
4 Ucapan Kontroversial Trump di Depan Donatur Partai Republik: Serang Media AS hingga Obama
-
Geopolitik Memanas, Pemerintah Klaim Ekonomi RI Tetap Tangguh
-
Operasi Senyap Intelijen Iran: 14 Mata-mata AS-Israel Ditangkap di 4 Provinsi
-
Bongkar Strategi Iran Lawan AS-Israel, Pengamat: Tak Perlu Menang, Bertahan Saja Sudah Sukses
-
Donald Trump Klaim Ditawari Iran Jadi Ayatollah: Tapi Saya Tolak
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- Harga Mobil BYD per Maret 2026: Mulai Rp199 Jutaan, Ini Daftar Lengkapnya
- 5 HP Murah RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan di Akhir Maret 2026
Pilihan
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
Terkini
-
Remaja 20 Tahun Gugat Meta dan Youtube Gegara Kecanduan Sosmed, Dapat Ganti Rugi Rp90 M
-
Senator AS Curigai Trump di Kasus Trader Misterius yang Raup Rp800 M dalam 15 Menit
-
Geger! Niat Cari Kepiting, Nelayan di Jambi Malah Temukan Kerangka Manusia Setinggi 155 Sentimeter
-
Pakar Ungkap Alasan Iran Tak Terkalahkan: AS Ingin 'Total Surrender', Iran Balas dengan 'Total War'!
-
Demi Hemat Anggaran, Nyala Lampu dan AC di Gedung DPR Dibatasi hingga Jam 8 Malam
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Donald Trump Blokade Minyak Kuba, Raul Castro Turun Gunung
-
Mendagri-Menteri PKP Tinjau Program BSPS di Humbahas, Target Perbaikan Rumah di Sumut Naik Drastis
-
Beda Versi TNI dan Polri, Penanganan Kasus Andrie Yunus Dianggap Kental Bernuansa Politis
-
Modus Black Dollar Terbongkar! 2 WNA Liberia Tak Berkutik Diciduk di Meja Makan Apartemen Meruya