- Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier menolak keras mendukung invasi AS ke Iran, menyebutnya sebagai blunder politik dan ilegal secara hukum internasional.
- Kritik tajam dari Jerman membuat Presiden AS Donald Trump meradang, menyindir balik dengan mengungkit bantuan militer Washington untuk perang di Ukraina.
- Jerman menilai kebijakan AS saat ini mengabaikan aturan global dan justru merusak kesepakatan nuklir 2015 yang seharusnya bisa mencegah meletusnya perang.
Suara.com - Ketegangan diplomasi tingkat tinggi baru saja meledak setelah Pemerintah Jerman secara mengejutkan menolak memberikan dukungan kepada Amerika Serikat terkait invasi ke Iran.
Penolakan terang-terangan dari Presiden Frank-Walter Steinmeier terkait agresi militer tersebut sontak membuat Presiden Donald Trump meradang dan melontarkan kritik balasan yang tajam.
Sikap keras dari Berlin ini menjadi pukulan telak bagi Washington di tengah upaya mereka menggalang dukungan internasional untuk melegitimasi Perang Iran yang sedang berlangsung.
Sikap berani ini disampaikan langsung oleh pemimpin tertinggi Jerman yang secara terbuka mengecam invasi militer yang dilakukan oleh Washington beserta sekutunya ke wilayah Teheran.
Steinmeier secara blak-blakan menyebut bahwa operasi militer skala besar tersebut merupakan sebuah blunder politik yang sangat fatal bagi masa depan perdamaian dunia.
“Perang ini adalah kesalahan politik yang membawa bencana. Kami tidak punya alasan untuk mendukung pandangan dunia AS," ujar Steinmeier dikutip dari Haberler, Jumat (27/3/2026).
Mendengar pernyataan miring dari salah satu sekutu penting di Eropa tersebut, pemimpin Amerika Serikat langsung memberikan serangan balasan secara verbal.
Trump menilai bahwa komentar yang dilontarkan oleh rekannya itu sangat tidak pantas dan mencoba membandingkannya dengan bantuan Washington ke Kyiv.
"Kalau begitu, Ukraina juga bukan perang kami, tapi kami membantu. Itu pernyataan yang sangat tidak pantas. Tapi dia mengatakannya. Dia tidak bisa menghapusnya."
Baca Juga: Iran: Ada Negara Arab yang Mau Bantu AS Kuasai Pulau Kharg
Sang presiden AS kembali menegaskan kekecewaannya karena merasa negaranya selalu hadir untuk membantu negara sekutu meski itu sebenarnya bukan perangnya sendiri.
“Ukraina juga bukan negara perang kami, tapi kami membantu; dia tidak bisa menarik kembali kata-kata itu.”
Di sisi lain, pernyataan Steinmeier ini sebenarnya menandai perubahan sikap yang cukup drastis dari pemerintahan negaranya sendiri.
Selama ini, Berlin selalu berusaha menghindari pernyataan resmi yang mengklasifikasikan pertempuran dengan Iran sebagai tindakan yang ilegal menurut kacamata hukum internasional.
Namun kali ini, Presiden Jerman merasa perlu untuk menegaskan posisi negaranya demi menjaga kredibilitas kebijakan luar negeri mereka di mata dunia.
“Tidak menyebut pelanggaran hukum internasional tidak membuat kebijakan luar negeri kita lebih kredibel. Perang ini ilegal menurut hukum internasional, dan hal itu tidak diragukan lagi.”
Berita Terkait
-
Beda Nasib Indonesia dan Malaysia di Selat Hormuz, Kenapa Pemerintah Tak Mampu Lobi Iran?
-
Donald Trump Geram, Larang Iran Pungut Biaya dari Kapal Dagang Selat Hormuz
-
Termakan Kesombongan Sendiri, Militer Israel Diambang Kolaps, Terpecah dari Dalam
-
Eks Pejabat Keamanan AS: Eropa Hati-hati, Rudal Iran Bisa Capai Paris
-
Serangan Iran ke Israel Berlanjut: Puluhan Warga Jadi Korban, Sirene Terus Meraung
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar
-
3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan
-
Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal
-
Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan
-
Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee
-
KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui
-
BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo
-
Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan
-
Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya
-
PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan