- Iran memblokade Selat Hormuz sebagai respons terhadap serangan AS-Israel, hanya mengizinkan enam negara melintas.
- Indonesia dikecualikan karena sengketa penahanan dan pelelangan aset kapal tanker milik Iran oleh otoritas Indonesia.
- Blokade berdampak pada ekonomi Indonesia; kapal Pertamina tertahan dan biaya logistik pelayaran Timur Tengah melonjak.
Suara.com - Pemerintah dan militer Iran telah menentukan hanya armada kapal tanker minyak milik sejumlah negara sahabat yang boleh melewati Selat Hormuz.
Selat Hormuz masih diblokade oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC, sejak Amerika Serikat dan Israel mengobarkan perang terhadap negeri para mullah tersebut.
Negara-negara yang dibolehkan melintas itu ialah China, Rusia, India, Pakistan, Irak, dan Bangladesh.
Sementara, Indonesia tidak tedapat dalam daftar itu sehingga sejumlah kapal minyak Pertamina masih tertahan.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan, penutupan Selat Hormuz yang menjadi titik paling strategis distribusi minyak di Bumi itu adalah respos atas serangan AS-Israel.
“Kita berada dalam keadaan perang, jadi kapal-kapal musuh tidak bisa melintasi Selat Hormuz,” tegas Araghchi, dikutip hari Jumat (27/3/2026).
Sengketa Tanker: Pemicu Dinginnya Hubungan Teheran-Jakarta
Di balik pengecualian Indonesia dari daftar "jalur hijau" tersebut, terdapat kerikil tajam dalam hubungan bilateral kedua negara yang belum terselesaikan.
Direktur The National Maritime Institute, Siswanto Rusdi mengungkapkan, masalah ini berkaitan dengan penahanan sebuah kapal tanker milik Iran oleh otoritas Indonesia.
Baca Juga: Kasus Ratu Sabu Dewi Astutik Masuk Tahap Akhir: Pelimpahan Awal April, Jaringan Global Terus Diburu!
Sumber internal mengungkapkan, Iran menaruh harapan besar agar pemerintah Indonesia memberikan kelonggaran terkait aset tersebut.
Namun, proses hukum yang berjalan di Indonesia justru bergerak ke arah yang berbeda. Kejaksaan Agung RI justru melelang kapal tersebut.
“Iran sebenarnya menginginkan Indonesia melepas kapal itu, jangan dilelang. Hingga hari ini, kapal itu masih di Indonesia," kata Siswanto.
Berdasarkan laporan terkini, dua kapal milik Pertamina dikabarkan tertahan di Selat Hormuz.
Apa Kapal Iran yang Dilelang Indonesia?
Kejaksaan Agung (Kejagung) Republik Indonesia ternyata melelang kapal tanker raksasa berbendera Iran, MT Arman 114.
Berita Terkait
-
Kasus Ratu Sabu Dewi Astutik Masuk Tahap Akhir: Pelimpahan Awal April, Jaringan Global Terus Diburu!
-
2 Nama Pejabat Iran Dihapus dari 'Daftar Bunuh' Selama 5 Hari, Apa Maunya AS-Israel?
-
Bikin Iri Donald Trump, Iran Izinkan Kapal Tanker Jepang Lewat Selat Hormuz
-
Iran Tolak Gencatan Senjata, Menlu Abbas Araghchi: Apa Jaminannya AS-Israel Tak Lagi Menyerang?
-
Menlu Iran Abbas Araghchi: Tak Ada Gencatan Senjata, Pembalasan Akan Terus Berlanjut!
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
1 Tahun Sekolah Rakyat, Wamensos: Alhamdulillah Cukup Berhasil
-
Bukan Sekadar Kunjungan Biasa, Jokowi Ungkap Alasan Hadiri Rakorda PSI di Lampung
-
Penandaan APBD 2027: Langkah Strategis Kemendagri Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
-
Mendagri: Parade Tenun Belu Jaga Warisan Budaya dan Gerakkan Ekonomi Daerah
-
Dampak Mengerikan Gempa Venezuela, Korban Tewas Bertambah Jadi 589 Orang
-
Bocoran Jokowi untuk Pemilu 2029: Ungkap Alasan PSI Layak Lolos ke Parlemen
-
Dittipideksus Bareskrim dan Kortastipidkor Sinkronkan Penyidikan Kasus PT TSL
-
Gus Ipul Apresiasi Jawa Timur, Provinsi Dengan Sekolah Rakyat Terbanyak
-
Kaesang Pangarep Hadiri Pelantikan Pengurus DPD PSI Mesuji, Targetkan Satu Kursi di Setiap Dapil
-
PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang