Iran klaim tewaskan 500 tentara Amerika dalam serangan rudal presisi di Dubai.
Presiden Pezeshkian peringatkan negara Arab agar tidak membiarkan wilayahnya jadi pangkalan perang.
Perang makin membara setelah kematian Ali Khamenei akibat serangan Amerika dan Israel.
Berdasarkan pemantauan di lapangan, aktivitas evakuasi medis berlangsung intensif selama berjam-jam di lokasi ledakan di Dubai.
Iring-iringan ambulans dilaporkan hilir mudik untuk mengangkut para komandan dan prajurit Amerika yang menderita luka maupun tewas.
Skala kerusakan infrastruktur militer di lokasi kejadian disebut sangat signifikan akibat hantaman proyektil yang bertubi-tubi dari arah Iran.
Serangan ini menjadi salah satu pukulan telak bagi keberadaan aset militer Amerika Serikat di semenanjung Arab dalam beberapa dekade.
Kondisi keamanan di Dubai kini berada dalam status waspada tinggi seiring dengan meningkatnya ancaman serangan susulan dari Teheran.
Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, turut memberikan pernyataan politik yang kuat melalui kanal komunikasi resminya kepada dunia internasional.
Ia meminta dengan sangat agar negara-negara di sekitar Iran tidak membiarkan wilayah kedaulatan mereka dijadikan basis penyerangan.
Pezeshkian menekankan bahwa Iran tetap memegang prinsip pertahanan diri dan tidak akan memulai agresi tanpa adanya provokasi awal.
Kepala negara Iran tersebut juga memberikan imbauan mengenai stabilitas ekonomi dan keamanan jangka panjang bagi seluruh negara regional.
Baca Juga: Houthi Resmi Gabung Perang Iran, Tembakkan Rudal Balistik ke Israel
Kehadiran pangkalan asing dianggap sebagai ancaman nyata bagi perdamaian yang ingin dibangun oleh pemerintah Teheran saat ini.
Pezeshkian mengingatkan bahwa kerja sama dengan musuh Iran hanya akan membawa dampak destruktif bagi negara penampung tersebut.
Pernyataan ini mempertegas posisi Iran yang tidak akan segan mengambil tindakan militer jika wilayah tetangga digunakan untuk operasi intelijen.
Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi sebelumnya juga telah melakukan safari diplomatik untuk menjauhkan pengaruh Amerika dari negara-negara Arab.
Konfrontasi bersenjata ini bermula dari serangan udara besar-besaran yang dilancarkan oleh aliansi Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari.
Serangan awal tersebut menargetkan wilayah kedaulatan Iran dan menyebabkan hilangnya nyawa Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.
Kematian tokoh sentral tersebut memicu kemarahan nasional dan operasi pembalasan yang diberi kode serangan ke berbagai aset strategis Barat.
Iran kini tidak hanya mengarahkan moncong senjatanya ke Israel, namun juga ke setiap fasilitas militer Amerika di Timur Tengah.
Sudah satu bulan berlalu sejak perang pecah, namun intensitas pertempuran justru semakin meningkat tanpa ada tanda-tanda gencatan senjata.
Pihak Israel secara terbuka mengumumkan strategi baru untuk meningkatkan frekuensi serangan udara ke jantung pertahanan Iran setiap hari.
Di sisi lain, Teheran membalas dengan memperluas zona sasaran hingga mencakup negara-negara yang memberikan fasilitas militer bagi Amerika.
Dunia internasional kini menyoroti bagaimana stabilitas energi dan jalur perdagangan laut akan terganggu akibat perang yang meluas ini.
Setiap harinya, laporan mengenai korban jiwa dari kedua belah pihak terus bertambah seiring dengan penggunaan alutsista yang makin mematikan.
Situasi di Dubai hanyalah satu dari sekian banyak babak berdarah dalam perebutan pengaruh kekuasaan di tanah Timur Tengah yang membara.
Berita Terkait
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Gubernur Jakarta Siapkan Jalur Bawah Tanah di Bundaran HI Buat Penjalan Kaki
-
Janji Pramono Anung di HUT ke-499 Jakarta: Banjir Masih Ada, Tapi Tidak Akan Separah Dulu
-
Pramono Ungkap Biang Kerok Kemacetan Jakarta, 8 Juta Orang Keluar-Masuk Setiap Hari
-
Unik! Demi Nonton Mahalini, Warga 'Nangkring' di Atas Mobil Damkar saat Perayaaan HUT Jakarta
-
Bocah Terpisah dari Ortu hingga Istri Kehilangan Suami Warnai Malam Puncak HUT DKI Jakarta
-
5 Peserta Latsarmil KDMP Tewas, Koalisi Sipil: Stop Militerisasi Ruang Sipil!
-
Kepercayaan Rakyat ke Polri Meroket, Rudianto Lallo: Modal Besar Tingkatkan Pelayanan
-
Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4 Persen, Sari Yuliati: Hasil Kerja Nyata dan Konsistensi
-
Pilih Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta, Zulhas: Artis Itu Kreatif dan Kerjanya Produktif
-
HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno