-
Parlemen Iran sedang mengkaji secara mendesak rencana untuk keluar dari Perjanjian Nuklir NPT.
-
Langkah ini diambil menyusul serangan Amerika-Israel yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei.
-
Teheran akan memperkuat aliansi nuklir dengan negara BRICS dan mencabut aturan kesepakatan 2014.
Hal ini berkaitan erat dengan pencabutan undang-undang yang selama ini mendukung implementasi kesepakatan nuklir yang disepakati pada 2014.
Langkah ini dipandang sebagai upaya untuk melepaskan diri dari segala belenggu pengawasan badan internasional yang dianggap merugikan.
Teheran ingin memastikan bahwa mereka memiliki kedaulatan penuh dalam mengelola kekayaan energi dan teknologi nuklir tanpa campur tangan pihak luar.
Perubahan regulasi ini diperkirakan akan memicu ketegangan baru dengan negara-negara Barat yang selama ini menjadi pengawas ketat.
Sebagai kompensasi atas isolasi dari Barat, Iran mulai melirik kemitraan strategis dengan blok negara-negara maju yang memiliki pemikiran sehaluan.
Dukungan pada perjanjian internasional baru kini diarahkan kepada organisasi seperti Shanghai Cooperation Organization dan kelompok BRICS yang berpengaruh.
Aliansi yang melibatkan Brasil, Rusia, India, China, hingga Afrika Selatan ini dianggap sebagai mitra yang lebih adil bagi kepentingan Iran.
Langkah diplomasi ini menunjukkan pergeseran kiblat politik luar negeri Teheran yang semakin menjauh dari pengaruh Amerika Serikat dan sekutunya.
Kerja sama multilateral baru ini diharapkan mampu memberikan perlindungan ekonomi dan politik bagi Iran di masa depan.
Baca Juga: Dunia Rugi 11,5 Triliun Dolar AS karena Perang Iran Hingga Krisis Energi Global
Wacana penarikan diri dari NPT ini sebenarnya tidak muncul secara tiba-tiba melainkan akibat dari peristiwa berdarah di akhir Februari.
Amerika Serikat bersama Israel diketahui meluncurkan operasi udara besar-besaran ke wilayah Iran yang memicu kehancuran infrastruktur yang sangat masif.
Serangan yang terjadi pada 28 Februari tersebut tercatat mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dalam jumlah yang sangat mengagetkan banyak pihak.
Lebih dari 1.340 orang dilaporkan tewas dalam insiden tersebut termasuk sosok paling berpengaruh di negara itu yakni pemimpin tertinggi Iran.
Ali Khamenei dipastikan menjadi salah satu korban yang gugur dalam serangan udara yang memicu kemarahan besar di seluruh pelosok negeri.
Meskipun operasi militer telah dilakukan, banyak pengamat internasional menilai tujuan akhir dari agresi Washington tersebut masih terasa abu-abu.
Berita Terkait
-
Iran Buka Jalur Kemanusiaan di Selat Hormuz Meski Blokade Masih Berlaku
-
Sempat Tertahan, Kapal RI Kini Bisa Lewat Selat Hormuz? Ini Update Terbarunya
-
Rudal Kiamat Iran Hantam Pemukiman Eshtaol Israel Hingga 11 Orang Terluka Parah
-
Dunia Rugi 11,5 Triliun Dolar AS karena Perang Iran Hingga Krisis Energi Global
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Warga Jakarta Kini Wajib Pilah Sampah dari Rumah, Bagaimana Aturan dan Caranya?
-
Kasus Kekerasan Seksual di Depok Meningkat, Wakil Wali Kota Ungkap Fakta di Baliknya
-
Waspada Malaria Knowlesi! Penyakit 'Kiriman' Monyet yang Mulai Mengintai Manusia
-
Geger Kabar Syekh Ahmad Al Misry Ditangkap, Polri: Tersangka Masih Sembunyi di Mesir
-
Demo Depan KPK, GMNI DKI Desak Usut Dugaan Mega Korupsi Rp 112 Triliun di Proyek KDMP
-
Kementerian PKP dan KPK Sinkronkan Aturan Baru Program BSPS untuk Rakyat
-
4 Anggota BAIS Penyiram Air Keras Ngaku Salah, Siap Minta Maaf Langsung ke Andrie Yunus
-
Ahmad Rizal Ramdhani, Dari Korps Zeni Menuju Penguatan Ketahanan Pangan Nasional
-
Diplomasi Dudung Abdurachman dengan Dubes Saudi: Ada Undangan Resmi untuk Prabowo Haji Tahun 2027
-
Senyum-senyum Donald Trump Tiba di Beijing Disambut Nyanyian 300 Remaja China