-
Houthi kembali menyerang Israel selatan menggunakan rudal jelajah dan drone sebagai aksi bela diri.
-
Serangan dipastikan terus berlanjut hingga agresi militer terhadap Iran dan Lebanon resmi dihentikan sepenuhnya.
-
Presiden Macron berupaya mencegah Irak terseret konflik pasca tewasnya pemimpin tertinggi Iran baru-baru ini.
Suara.com - Ketegangan perang di kawasan Timur Tengah semakin memanas setelah kelompok Houthi dari Yaman kembali meluncurkan serangan udara.
Gerakan yang dikenal sebagai Ansar Allah ini mengklaim telah membidik titik-titik vital di wilayah Israel.
Aksi militer ini tercatat sebagai serangan kedua yang dilakukan oleh kelompok tersebut dalam kurun waktu satu hari.
Langkah ofensif ini diambil sebagai bentuk tekanan fisik agar Israel segera menghentikan aktivitas militernya di negara tetangga.
Pihak Houthi menegaskan bahwa stabilitas keamanan di Iran dan Lebanon menjadi syarat utama penghentian serangan mereka.
Juru bicara militer Houthi, Brigjen Yahya Saree, memberikan keterangan resmi terkait detail operasi yang baru saja dijalankan.
Pernyataan tersebut disampaikan pada hari Sabtu melalui saluran komunikasi yang berafiliasi dengan kelompok pejuang tersebut.
Saree menjelaskan bahwa mereka menggunakan teknologi tempur yang beragam untuk menembus pertahanan udara pihak lawan di lapangan.
"Kami melakukan operasi militer kedua sebagai bagian dari 'Perang Jihad Suci' menggunakan rudal jelajah dan drone," kata Saree kepada saluran TV Al Masirah.
Baca Juga: Dua 'Pesawat Super' Milik AS Hancur, Kekuatan Militer Iran Kejutkan Dunia
Strategi ini dirancang untuk memastikan dampak kerusakan pada infrastruktur yang menjadi target utama serangan tersebut.
Sektor selatan wilayah yang diduduki menjadi fokus utama dari gelombang serangan udara yang diluncurkan oleh Houthi.
Pihak militer Yaman mengidentifikasi lokasi tersebut sebagai pusat koordinasi militer yang sangat krusial bagi pertahanan lawan.
Keberhasilan penyerangan ini diklaim sebagai bagian dari rentetan aksi bela diri kolektif di wilayah Timur Tengah.
"Operasi ini menargetkan beberapa sasaran militer utama musuh Zionis di wilayah Palestina selatan yang diduduki," imbuhnya.
Serangan ini juga menjadi sinyal kuat bahwa jangkauan rudal Houthi kini semakin luas dan sulit diprediksi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Listrik Paling Murah di 2026 untuk Harian, Harga Mulai Rp60 Jutaan
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 7 Sepatu Lari yang Awet untuk Pemakaian Lama, Nyaman dan Tahan Banting
- 63 Kode Redeem FF Max Terbaru 27 Maret 2026: Klaim Bundel Panther, AK47, dan Diamond
Pilihan
-
1 Prajurit TNI di Lebanon Gugur Dibom Israel, 3 Lainnya Luka-luka
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
Terkini
-
Satu Prajurit TNI Gugur di Lebanon, RI Desak Investigasi Transparan atas Serangan ke Pasukan PBB
-
Mengadu Nasib di Jakarta Usai Lebaran, Pramono Sebut Beberapa Pendatang 'Buta' Kondisi Ibu Kota
-
Sekjen PBB Kecam Kematian Prajurit TNI di Lebanon: Serangan Ancam Keselamatan Pasukan Perdamaian
-
AS-Israel Bongkar Kebohongan Sendiri usai Serang Kampus Iran, Isu Nuklir Cuma Bualan
-
Di Tengah Perang dengan Iran, AS dan Israel Bahas Pangkalan Militer Baru
-
PM Spanyol Peringatkan Potensi Krisis Pangan Akibat Konflik di Timur Tengah
-
Harga BBM Naik, Transportasi Umum di Australia Gratis
-
Kemlu RI Konfirmasi 1 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, 3 Lainnya Terluka Kena Serangan Artileri
-
DKI Siap Terapkan WFH 1 Hari per Pekan, Pramono: Tapi Bukan Hari Rabu
-
Skema One Way Berakhir, Ruas Tol Cipali Kembali Beroperasi Normal