News / Internasional
Senin, 30 Maret 2026 | 09:31 WIB
ILUSTRASI Rudal Iran
Baca 10 detik
  • Houthi kembali menyerang Israel selatan menggunakan rudal jelajah dan drone sebagai aksi bela diri.

  • Serangan dipastikan terus berlanjut hingga agresi militer terhadap Iran dan Lebanon resmi dihentikan sepenuhnya.

  • Presiden Macron berupaya mencegah Irak terseret konflik pasca tewasnya pemimpin tertinggi Iran baru-baru ini.

Houthi menyatakan tidak akan mundur sedikit pun selama tuntutan penghentian agresi militer di Lebanon belum dipenuhi.

Mereka memperingatkan adanya kemungkinan eskalasi yang lebih besar jika situasi di perbatasan Iran tidak segera mereda.

Kelompok ini memandang aksi mereka sebagai kewajiban moral untuk melindungi kedaulatan sesama negara di kawasan tersebut.

Dia menambahkan bahwa Houthi "akan melanjutkan operasi militer dalam beberapa hari mendatang sampai musuh kriminal menghentikan agresinya" terhadap Iran dan Lebanon.

Pernyataan ini menunjukkan kesiapan logistik tempur Houthi yang masih mumpuni untuk melakukan peperangan jangka panjang.

Di tengah berkecamuknya serangan rudal, Presiden Prancis Emmanuel Macron mencoba mengambil langkah diplomasi untuk meredam suasana.

Macron diketahui menjalin komunikasi intensif dengan pemimpin dari wilayah otonom di Irak untuk membahas pencegahan konflik meluas.

Upaya ini bertujuan agar negara-negara sekitar tidak terseret lebih jauh ke dalam pusaran perang yang destruktif.

"Saya berbicara dengan Nechirvan Barzani, Presiden Wilayah Otonom Kurdistan Irak," kata Macron di X.

Baca Juga: Dua 'Pesawat Super' Milik AS Hancur, Kekuatan Militer Iran Kejutkan Dunia

Prancis merasa perlu melakukan intervensi verbal untuk menjaga agar tidak ada front pertempuran baru yang terbuka.

Pembicaraan antara kedua tokoh dunia tersebut secara spesifik menyoroti serangan-serangan yang mulai menyentuh wilayah Kurdistan Irak.

Macron sangat mengkhawatirkan jika Irak kehilangan kendali atas stabilitas keamanan domestiknya akibat tekanan dari luar negeri.

Upaya pencegahan dilakukan secara maraton melalui berbagai jalur komunikasi internasional guna menekan tingkat risiko kekerasan yang ada.

Dia juga menekankan pentingnya "melakukan segala upaya" untuk mencegah Irak terseret ke dalam eskalasi di kawasan tersebut.

Kekhawatiran ini sangat beralasan mengingat posisi geografis Irak yang berada di jantung konflik antara berbagai faksi.

Load More