- Pangkalan udara Prince Sultan Arab Saudi dihantam rudal balistik Iran pada Jumat (27/3), merusak fasilitas militer AS.
- Serangan tersebut secara signifikan melumpuhkan intelijen udara AS karena kehancuran pesawat peringatan dini E-3 Sentry vital.
- Foto kehancuran fasilitas AS menyebar setelah Presiden Trump diduga menghina Pangeran Mohammed bin Salman secara terbuka.
Suara.com - Foto-foto pesawat pengintai, radar dan fasilitas militer Amerika Serikat lainnya di pangkalan udara Prince Sultan, Arab Saudi, yang hancur luluh lantak terkena rudal Iran, terpublikasikan kepada publik, sejak Minggu (29/3) akhir pekan lalu.
Disebutkan, pengkalan udara AS itu dihancurkan Iran dalam serangan rudal balistik dua hari sebelumnya, yakni Jumat (27/3).
Sementara dalam media-media sosial, beredar dugaan foto-foto kehancuran aset intelijen dan militer AS itu sengaja dibocorkan oleh 'orang dalam' di Arab Saudi.
Foto-foto itu disebut sengaja diedarkan setelah video Presiden AS Donald Trump menghina pemimpin de facto Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman, di hadapan publik, beredar.
Dikutip dari Al Jazeera, Senin (30/3/2026), pangkalan udara Prince Sultan di Arab Saudi, yang terletak sekitar 96 km dari Riyadh, menjadi sasaran empuk rudal Iran pada Jumat lalu.
Meskipun pangkalan tersebut dioperasikan oleh angkatan udara Arab Saudi, fasilitas itu merupakan titik krusial bagi operasi militer AS di kawasan.
Serangan ini dilaporkan telah menghancurkan satu pesawat peringatan dini dan kontrol udara (AWACS) E-3 Sentry, sebuah aset intelijen yang sangat vital bagi hegemoni udara Amerika.
Pukulan Telak bagi Intelijen Udara AS
Kehilangan pesawat E-3 Sentry atau AWACS dianggap sebagai kerugian strategis yang sangat signifikan bagi Pentagon.
Baca Juga: Iran Bongkar Rencana Licik AS, Jadi Alasan Ogah Negosiasi
Pesawat ini berfungsi sebagai radar terbang yang mampu memantau pergerakan musuh dari jarak ratusan kilometer.
Para pejabat militer AS mengakui bahwa hilangnya aset ini menciptakan celah besar dalam pengawasan udara di kawasan Teluk.
Pensiunan Kolonel Angkatan Udara AS, John Venable, dalam wawancaranya dengan The Wall Street Journal (WSJ) menyatakan bahwa serangan ini "merugikan kemampuan AS untuk melihat apa yang terjadi di Teluk dan mempertahankan kesadaran situasional".
Senada dengan hal tersebut, mantan pilot F-16, Heather Penney, menegaskan betapa krusialnya peran AWACS dalam mengoordinasikan pertempuran di ruang udara yang padat.
Heather Penney mengatakan, "Hilangnya pesawat E-3 ini sangat bermasalah, mengingat betapa pentingnya pesawat-pesawat pengatur pertempuran ini untuk segala hal, mulai dari dekonflik wilayah udara, dekonflik pesawat, penargetan, dan penyediaan efek mematikan lainnya yang dibutuhkan seluruh kekuatan untuk medan pertempuran".
Trump hina MBS
Berita Terkait
-
Iran Bongkar Rencana Licik AS, Jadi Alasan Ogah Negosiasi
-
Tak Ada 'Hilal' Perang AS - Israel vs Iran Berakhir
-
Krisis Listrik Melanda Iran Utara Akibat Rudal Israel Hantam Menara Tegangan Tinggi di Teheran
-
Rudal Ansar Allah Hantam Israel Demi Bela Iran, Serangan Besar Akan Terus Berlanjut ke Zionis
-
Paus Leo Kritik Donald Trump: Tuhan Tolak Doa Pemimpin Pengobar Perang
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Urutan Pemakaian Serum, Essence, dan Moisturizer yang Benar Saat Skincare-an
-
Pemangkasan Tarif UMKM hingga 50 Persen di e-Commerce Masih Dibahas Pemerintah
-
Sudah Ditolak, Persija Belum Kapok Kejar Tanda Tangan Eks Pemain AS Roma
-
Proyek Mobil Listrik Nasional di Subang Akan Mulai Produksi di 2028
-
Momen Purbaya Cecar Direktur Kemenhub! Bongkar "Uang Gelap": Lo-Lo Bikin Rugi Devisa Rp 3 Triliun
-
Cicil Emas Lebih Mudah, BRI Hadirkan Layanan Pembiayaan Emas di BRImo
-
Kata Pemprov DKI Soal JPO Viral Tanpa Tangga di Depan Gedung DPR RI
-
Ratusan Pelajar SMA di Karo Diduga Keracunan MBG, Terungkap SPPG Milik Kodim
-
Lawan Arus di Rawa Buaya, Warga Minta Jalur Alternatif ke Duri Kosambi
-
Getol Kritik Dampak Proyek PLTA, Solidaritas Perempuan Poso Sempat Digertak Pejabat Pemkab