News / Internasional
Senin, 30 Maret 2026 | 10:24 WIB
Sejumlah foto bangkai pesawat pengintai, radar dan fasilitas militer Amerika Serikat lainnya di pangkalan udara Prince Sultan, Arab Saudi, beredar sejak Minggu (29/3) akhir pekan lalu. Aset-aset militer AS itu dihancurkan oleh rudal-rudal Iran.
Baca 10 detik
  • Pangkalan udara Prince Sultan Arab Saudi dihantam rudal balistik Iran pada Jumat (27/3), merusak fasilitas militer AS.
  • Serangan tersebut secara signifikan melumpuhkan intelijen udara AS karena kehancuran pesawat peringatan dini E-3 Sentry vital.
  • Foto kehancuran fasilitas AS menyebar setelah Presiden Trump diduga menghina Pangeran Mohammed bin Salman secara terbuka.

Sehari sebelum foto-foto kehancuran aset militer AS beredar, Sabtu (28/3), Donald Trump kembali mengguncang panggung politik internasional dengan gaya bicaranya yang ceplas-ceplos dan penuh konfrontasi.

Dalam sebuah pidato di konferensi Future Investment Initiative yang digelar di Florida, Trump melontarkan pernyataan yang dianggap merendahkan Pangeran MBS.

Padahal, saat ini kedua negara tengah berada dalam aliansi militer yang sangat krusial di Timur Tengah.

Dikutip dari The Wire, Trump menggunakan mimbar konferensi tersebut untuk memamerkan pengaruhnya yang luar biasa terhadap para pemimpin dunia.

Di hadapan para investor dan politisi, Trump menggambarkan dinamika kekuasaan antara Washington dan Riyadh dengan bahasa yang sangat personal, bahkan cenderung vulgar.

Ia mengklaim bahwa di bawah kepemimpinannya, Amerika Serikat telah mendapatkan kembali dominasi yang membuat para pemimpin kuat, termasuk MBS, harus tunduk.

Dalam pidatonya, Trump tidak ragu untuk menceritakan apa yang ia klaim sebagai detail dari percakapan pribadinya dengan sang Pangeran Saudi.

Ia menggambarkan perubahan sikap MBS dari yang awalnya skeptis terhadap kepemimpinan Amerika Serikat, menjadi sosok yang kini sangat menghormati otoritas Trump.

Bagi para analis politik, pernyataan ini merupakan bagian dari strategi "America First" Trump yang sering kali mengedepankan citra kekuatan personal di atas etika diplomasi tradisional.

Baca Juga: Iran Bongkar Rencana Licik AS, Jadi Alasan Ogah Negosiasi

Trump menyatakan, “Dia tidak menyangka ini akan terjadi … dia tidak menyangka akan mencium pantat saya … dia pikir itu akan menjadi presiden Amerika lainnya yang pecundang … tapi sekarang dia harus bersikap baik kepada saya,” ujar Trump, saat menceritakan kembali apa yang ia sebut sebagai percakapan pribadinya dengan bangsawan Saudi tersebut mengenai kebangkitan AS di bawah kepemimpinannya.

Pernyataan ini sontak menuai reaksi beragam dari pengamat internasional. Di satu sisi, pendukung Trump melihat ini sebagai bukti bahwa Amerika kembali disegani.

Namun, di sisi lain, kritik tajam muncul karena hal ini dianggap dapat melukai perasaan publik Arab Saudi dan merusak hubungan personal yang sangat penting dalam budaya diplomasi Timur Tengah.

Load More