News / Internasional
Selasa, 31 Maret 2026 | 15:27 WIB
Rudal Iran
Baca 10 detik
  • Poros Perlawanan Iran menyiapkan kejutan militer strategis di wilayah Selat Bab Al Mandab.

  • Penutupan jalur maritim ini berpotensi memicu krisis energi global dan kenaikan harga minyak.

  • Houthi Yaman resmi bergabung dengan Iran untuk menekan kekuatan militer Amerika Serikat-Israel.

Suara.com - Situasi perang di kawasan Timur Tengah diprediksi akan mengalami eskalasi besar dalam waktu dekat.

Seorang narasumber dari pihak Iran memberikan indikasi kuat mengenai adanya pergerakan di Selat Bab Al Mandab.

Langkah strategis ini muncul di tengah ketegangan antara Iran melawan blok Amerika Serikat dan Israel.

Konflik bersenjata tersebut kini telah menginjak durasi bulan kedua tanpa ada tanda gencatan senjata.

Informasi ini disampaikan oleh sumber internal kepada kantor berita Tasnim yang merupakan media semi-resmi Iran.

Pihak Poros Perlawanan dikabarkan tengah menyiapkan sebuah manuver yang tidak terduga bagi pihak lawan.

Aliansi milisi yang menjadi sekutu Iran tersebut dipastikan bakal memberikan guncangan baru di wilayah perairan.

"Kejutan baru dari Pasukan Perlawanan akan terungkap dalam beberapa hari mendatang," kata sumber tersebut, seperti dilaporkan Tasnim.

Pernyataan ini menegaskan bahwa kekuatan aliansi pro-Iran tetap solid dan tidak terpecah belah.

Baca Juga: Ejek Donald Trump, Iran Serukan Persatuan Negara Arab untuk Usir Kekuatan AS dari Timur Tengah

Harapan musuh untuk melihat kehancuran koordinasi internal mereka diklaim telah menemui kegagalan total.

Keterlibatan angkatan bersenjata Yaman menjadi titik balik penting dalam peta peperangan di kawasan tersebut.

Masuknya Yaman dalam barisan tempur dianggap merusak skema keamanan yang dibangun oleh militer Israel.

Sejak awal pertempuran, Amerika Serikat dan Israel berusaha keras memutus jalur komunikasi antar milisi regional.

Namun, upaya provokasi dan adu domba tersebut justru semakin mempererat hubungan antara Iran dan mitranya.

Upaya diplomatik dan militer dari pihak Barat untuk mengisolasi Iran disebut tidak membuahkan hasil.

Load More