- Polres Metro Jakarta Barat membongkar penipuan "black dollar" lintas negara yang melibatkan tiga WNA Liberia menyasar korban WNA Korea Selatan.
- Para pelaku menipu korban dengan cairan yang diklaim pembersih uang dolar palsu, padahal hanya air dan detergen biasa.
- Korban mengalami kerugian materiil Rp1,6 miliar; dua dari tiga pelaku telah diamankan, sementara satu masih buron.
Eskalasi penipuan berlanjut pada 24 September 2025. Para tersangka mendatangi apartemen korban dengan membawa dua koper yang diklaim berisi uang dolar AS. Mereka kemudian meminta uang dalam jumlah besar dengan alasan untuk menebus koper lain yang tertahan.
"Pada tanggal 24 September 2025, ketiga tersangka bertemu dengan korban di apartemen korban, dan membawa dua koper yang berisi uang dolar AS. Kemudian, tersangka IDK alias JK dan SDT meminta uang kepada korban sebesar 50 ribu dolar AS untuk mengambil tiga koper uang lagi yang tertahan di Bea Cukai bandara," papar Kenn.
Korban yang sudah terperdaya langsung menyerahkan uang tersebut. Para tersangka kemudian berpura-pura pergi ke bandara dan kembali keesokan harinya membawa tiga koper tambahan serta satu jerigen cairan yang diklaim sebagai bahan pembersih.
"Ketiga tersangka pun seolah-olah berangkat ke bandara untuk mengambil koper tersebut dan meyakinkan korban. Keesokan harinya, ketiga tersangka datang kembali ke apartemen korban dengan membawa tiga koper berikut satu jerigen cairan yang berhasil dibebaskan (dari bea cukai)," tutur Kenn.
Di hadapan korban, tersangka SDT mengeluarkan 22 ribu dolar AS dari koper dan mencucinya. Namun, pelaku kembali menggunakan trik dengan mengatakan bahwa cairan yang tersedia tidak cukup untuk membersihkan seluruh uang.
"Namun, hanya beberapa uang saja yang dapat dicuci karena cairannya kurang. Kemudian, tersangka SDT meminta uang kepada korban sebesar 62.500 dolar AS untuk membeli cairan baru, namun korban saat itu mengatakan belum memiliki uang," ungkap Kenn.
Puncaknya terjadi pada 21 Desember 2025, di mana para tersangka kembali meminta uang untuk membeli cairan pembersih.
Korban menyerahkan lagi uang sebesar 50 ribu dolar AS. Setelah menerima uang tersebut, para tersangka mengajak korban bertemu di sebuah mall untuk menyerahkan koper berisi dua jerigen cairan.
Nahas, saat korban mencoba mencuci sendiri tumpukan black dollar tersebut di apartemennya, tidak ada satu pun kertas yang berubah menjadi uang.
Baca Juga: Beredar Surat Panggilan Palsu, KPK Minta Masyarakat Waspada Penipuan
Lembaran tersebut tetap menjadi potongan kertas berbentuk uang tanpa nilai. Menyadari dirinya telah menjadi korban penipuan, Lee Byung Ok segera melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib.
Polisi yang menerima laporan langsung melakukan pengejaran dan menangkap IDK alias JK serta SDT alias JP. Saat ini, polisi masih memburu satu pelaku lainnya yang berstatus buron.
Atas tindakan penipuan yang terencana ini, para pelaku dijerat dengan hukum yang berlaku di Indonesia.
"Dengan ancaman pidana penjara paling lama empat tahun," tegas Kenn merujuk pada Pasal 378 KUHP tentang penipuan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Niat Lerai Cekcok Berujung Maut, Dico Tewas Dikeroyok dan Dilempar dari Lantai 2 Weston Billiard
-
'Pesta Babi' Ungkap Realitas Kelam, Kader PDIP: Jika Film Itu Tidak Bagus, Sediakan Ruang Debat
-
Mengapa Aparat Takut dengan Film 'Pesta Babi? Dokumenter yang Menguak Sisi Gelap Proyek di Papua
-
Tak Sembarang Orang Bisa Beli, Begini Alur Distribusi Narkoba 'VIP Only' di B Fashion Hotel
-
Nasib Ahmad Syahri Merokok dan Main Game Saat Rapat, Terancam Dipecat dari DPRD Jember?
-
Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
-
Nasib Santri Ponpes Pati Usai Geger Kasus Pelecehan, Sekolah Tetap Lanjut atau Pindah?
-
Polda Metro Jaya Bentuk Tim Pemburu Begal, Kombes Iman: Kami Siap Beraksi 24 Jam!
-
Kepulauan Seribu Diserbu Wisatawan Saat Liburan, Polres Sebar Polisi di Tiap Dermaga
-
Kedubes Jepang Warning Warganya: Nekat Prostitusi Anak di RI, Siap-siap Dibui di Dua Negara