- Pemerintah Tiongkok dan Pakistan bersiap menjadi mediator untuk menjembatani perundingan damai antara Washington dan Teheran di tengah kecamuk Perang Timur Tengah.
- Kedua negara menyepakati 5 poin rencana perdamaian, yang menuntut penghentian permusuhan, perlindungan warga sipil, serta keamanan navigasi di Selat Hormuz.
- Meski berstatus sebagai mitra utama Iran, Tiongkok belum memberikan bantuan militer, sementara Iran dikabarkan merespons usulan AS melalui perantara Islamabad.
Suara.com - Keterlibatan Pemerintah Tiongkok dan Pemerintah Pakistan dalam pusaran Perang Timur Tengah kini membawa arah diplomasi baru yang sangat mengejutkan publik internasional.
Manuver kedua negara Asia tersebut resmi diumumkan di tengah upaya meredam eskalasi militer pasca munculnya usulan perdamaian konsisten dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Meski tergabung dalam inisiatif mediasi ini, Beijing yang diketahui merupakan mitra utama Iran, masih menahan diri untuk mengirimkan Bantuan Militer secara langsung kepada Negeri Persia.
Langkah taktis dari Pakistan dan China ini secara resmi menegaskan kesiapan mereka untuk menjadi mediator guna menjembatani konflik panas antara Teheran dan Washington.
Pemerintah Beijing dan Islamabad pada Selasa (31/3/2026) lalu secara kompak menyerukan penghentian segera peperangan yang sedang berkecamuk di kawasan tersebut.
Kedua negara ini juga bersepakat untuk meningkatkan koordinasi strategis mereka terkait krisis yang saat ini sedang dihadapi oleh Iran.
Inisiatif bersama ini berhasil dirumuskan tak lama setelah selesainya kunjungan resmi jajaran pejabat senior Pakistan ke ibu kota Tiongkok.
Bahkan, Islamabad secara terbuka telah menyatakan kesiapannya untuk menjadi tuan rumah bagi pembicaraan bermakna antara pihak Amerika Serikat dan Iran.
Menteri Luar Negeri Tiongkok, Wang Yi, secara langsung menyatakan dukungannya terhadap upaya mediasi yang dipelopori oleh negara tetangganya tersebut.
Baca Juga: Efek Perang Iran: Tak Hanya BBM, Harga HP di Indonesia Terancam Naik!
“Tiongkok mendukung dan berharap Pakistan memainkan peran unik dan penting dalam meredakan situasi dan melanjutkan perundingan perdamaian,” kata Wang Yi dikutip dari CNA.
Menyambung hal tersebut, perwakilan Kementerian Luar Negeri Pakistan menjelaskan bahwa kedua belah pihak telah menyepakati lima poin rencana perdamaian yang sangat krusial.
Poin utama dari rencana strategis tersebut dimulai dengan tuntutan penghentian permusuhan segera dan dimulainya pembicaraan damai secepat mungkin.
“Tiongkok dan Pakistan mendukung pihak-pihak terkait dalam memulai perundingan, dan semua pihak berkomitmen untuk menyelesaikan perselisihan secara damai, dan menahan diri dari penggunaan atau ancaman penggunaan kekerasan selama perundingan damai,” ungkap perwakilan Kementerian Luar Negeri Pakistan.
Rencana perdamaian ini juga dengan tegas menuntut diakhirinya segala bentuk serangan yang menyasar warga sipil maupun target non-militer seperti infrastruktur energi.
Keamanan jalur pelayaran laut turut menjadi fokus utama agar armada kapal sipil dan komersial dapat kembali melintasi Selat Hormuz dengan aman.
Berita Terkait
-
Ekonomi Pulih Lebih Lamban Meskipun Blokade Selat Hormuz Dibuka
-
Baru Mendarat, Pasukan Elit Amerika untuk Serang Iran Mau Ditarik Lagi
-
Tak Dipindah, Presiden FIFA Sebut Iran Tetap Berlaga di Amerika Serikat pada Piala Dunia 2026
-
Bursa Saham Asia Kompak di Zona Hijau saat AS Klaim Serang Militer Iran
-
Ambisi Perang AS-Zionis Bikin Rakyat Israel Sengsara, Muncul Seruan Gulingkan Netanyahu
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
Terkini
-
Pertamina Patra Niaga Turunkan Harga Bright Gas per 15 Agustus 2026
-
Bobby Nasution Jenguk Murid Korban Keracunan MBG Karo di RS Haji, Pastikan Penanganan hingga Pulih
-
Menkeu Purbaya Atur Layer Cukai Baru Guna Berantas Rokok Ilegal
-
5 Rekomendasi Cushion Ringan untuk Harian dan Sekolah sesuai Review
-
Bangladesh Ngebet Gantikan India Lawan Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026
-
Kesaksian Warga Nagekeo Saat Gempa M 7 Guncang NTT: Kami Lari Bawa Lansia dan Tinggalkan Rumah
-
5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
-
Sampaikan Duka Mendalam, Wapres Gibran Pastikan Penanganan Darurat Gempa NTT Dipercepat
-
Ilusi Kenaikan Gaji: Kenapa Hidup Justru Terasa Makin Pas-pasan?
-
Keberhasilan Transformasi Desa Kemiren bersama Kang Edai dan Astra