- Serangan militer Amerika Serikat dan Israel di Provinsi Kohgiluyeh dan Boyer-Ahmad menewaskan sepuluh orang serta melukai delapan lainnya.
- Operasi serangan yang berlangsung Sabtu malam hingga Minggu tersebut menyasar kawasan pemukiman, kendaraan, dan beberapa titik strategis Iran.
- Konflik meluas hingga Provinsi Ardabil dan memicu aksi saling balas yang meningkatkan kekhawatiran terjadinya perang terbuka di kawasan tersebut.
Serangan di wilayah utara ini menunjukkan bahwa target operasi mencakup wilayah yang sangat luas, dari selatan hingga perbatasan utara.
"Akibat serangan brutal musuh Zionis-AS di stepa Mughan, lima orang tewas dan satu orang luka-luka, menurut laporan terbaru yang diterima dan dikonfirmasi oleh komando distrik Germi dan Parsabad," kata IRGC dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip oleh kantor berita Tasnim.
Menurut laporan tersebut, empat pejuang IRGC dan satu tentara Angkatan Darat Iran termasuk di antara korban tewas. Kehilangan personel militer dari dua kesatuan berbeda ini mengonfirmasi bahwa serangan di Provinsi Ardabil menyasar instalasi atau unit militer yang berada di wilayah stepa Mughan.
Situasi di lapangan menunjukkan bahwa serangan yang dimulai pada akhir Februari telah menimbulkan dampak kemanusiaan yang nyata. Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran di Iran, termasuk di Teheran, sehingga menyebabkan kerusakan dan korban jiwa di kalangan warga sipil.
Sebagai respons atas tindakan tersebut, Iran membalasnya dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah. Konflik ini terus berkembang dengan alasan yang berubah-ubah dari pihak koalisi AS dan Israel.
AS dan Israel awalnya mengklaim serangan "pencegahan" mereka diperlukan untuk melawan ancaman yang dianggap berasal dari program nuklir Iran. Tetapi, mereka kemudian menegaskan bahwa mereka ingin membuat perubahan di dalam kekuasaan di Iran.
Berita Terkait
-
Pilot F-15 Hilang, AS Putus Asa Hingga Tembaki Wilayah Iran Saat Operasi Penyelamatan
-
Penyebab Iran Tak Jalin Kerjasama Kilang Minyak dengan Indonesia Meski Kaya SDA
-
Mengurai Efek Domino Perang AS-Israel Vs Iran terhadap Perdagangan RI
-
Tragedi Jembatan B1 Iran: Jumlah Korban Jiwa Serangan AS-Israel Kini Capai 13 Jiwa
-
Mediasi Buntu, Iran Tolak Mentah-mentah Tawaran Gencatan Senjata AS
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris
-
Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026
-
Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI
-
Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI
-
Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere
-
Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las
-
Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026
-
5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran
-
Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo
-
Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan