News / Internasional
Minggu, 05 April 2026 | 20:10 WIB
Situasi sebuah bengkel mobil yang hancur akibat serangan rudal Israel, Teheran, Iran, Sabtu (28/3/2026). ANTARA/Xinhua/aa.
Baca 10 detik
  • Serangan militer Amerika Serikat dan Israel di Provinsi Kohgiluyeh dan Boyer-Ahmad menewaskan sepuluh orang serta melukai delapan lainnya.
  • Operasi serangan yang berlangsung Sabtu malam hingga Minggu tersebut menyasar kawasan pemukiman, kendaraan, dan beberapa titik strategis Iran.
  • Konflik meluas hingga Provinsi Ardabil dan memicu aksi saling balas yang meningkatkan kekhawatiran terjadinya perang terbuka di kawasan tersebut.

Serangan di wilayah utara ini menunjukkan bahwa target operasi mencakup wilayah yang sangat luas, dari selatan hingga perbatasan utara.

"Akibat serangan brutal musuh Zionis-AS di stepa Mughan, lima orang tewas dan satu orang luka-luka, menurut laporan terbaru yang diterima dan dikonfirmasi oleh komando distrik Germi dan Parsabad," kata IRGC dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip oleh kantor berita Tasnim.

Menurut laporan tersebut, empat pejuang IRGC dan satu tentara Angkatan Darat Iran termasuk di antara korban tewas. Kehilangan personel militer dari dua kesatuan berbeda ini mengonfirmasi bahwa serangan di Provinsi Ardabil menyasar instalasi atau unit militer yang berada di wilayah stepa Mughan.

Situasi di lapangan menunjukkan bahwa serangan yang dimulai pada akhir Februari telah menimbulkan dampak kemanusiaan yang nyata. Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran di Iran, termasuk di Teheran, sehingga menyebabkan kerusakan dan korban jiwa di kalangan warga sipil.

Sebagai respons atas tindakan tersebut, Iran membalasnya dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah. Konflik ini terus berkembang dengan alasan yang berubah-ubah dari pihak koalisi AS dan Israel.

AS dan Israel awalnya mengklaim serangan "pencegahan" mereka diperlukan untuk melawan ancaman yang dianggap berasal dari program nuklir Iran. Tetapi, mereka kemudian menegaskan bahwa mereka ingin membuat perubahan di dalam kekuasaan di Iran.

Load More