- Seorang perwira Angkatan Udara AS berhasil bertahan selama 36 jam di Pegunungan Zagros, Iran, setelah pesawatnya ditembak jatuh.
- Militer AS mengerahkan pasukan khusus dan pesawat untuk melakukan operasi penyelamatan berisiko tinggi terhadap pilot yang sedang terluka tersebut.
- Pemerintah AS mengklaim pilot telah dievakuasi ke Kuwait, namun pihak militer Iran membantah keberhasilan misi penyelamatan tersebut secara resmi.
Suara.com - Seorang perwira Angkatan Udara Amerika Serikat bertahan selama 36 jam di wilayah Iran setelah pesawat tempurnya ditembak jatuh.
Menurut laporan NY Post, tentara AS itu mengalami luka serius namun masih mampu memanjat pegunungan setinggi sekitar 7.000 kaki dan bersembunyi di celah batu untuk menghindari penangkapan.
“Dia tetap tenang dan berhasil menghindari musuh selama satu setengah hari,” demikian laporan NY Post, Senin (6/4).
Perwira yang belum diungkap identitasnya itu dilaporkan bersembunyi di Pegunungan Zagros sejak Jumat waktu setempat.
Dalam kondisi terluka, ia disebut masih mampu menempuh jarak lebih dari 1,3 mil.
Sementara itu, menurut Presiden AS Donald Trump, nyawa tentara AS itu dalam kondisi sangat bahaya karena ribuan orang Iran memburunya.
“Ribuan orang memburunya,” kata Presiden AS Donald Trump.
Masih menurut laporan yang sama, tentara AS itu kemudian mengirim sinyal darurat dari lokasi persembunyiannya pada Minggu pagi waktu setempat, yang menjadi titik awal operasi penyelamatan.
Sebelum dievakuasi, ia sempat mengirim pesan singkat melalui radio. “God is good,” bunyi pesan tersebut, yang kemudian dikonfirmasi oleh pejabat pertahanan AS sebagai sinyal bahwa ia masih hidup.
Baca Juga: Spesifikasi Pesawat A-10 Thunderbolt II 'Warthog' Milik AS, Hancur Ditembak Iran
Operasi penyelamatan berlangsung besar-besaran dan kompleks.
Puluhan pesawat, drone MQ-9 Reaper, serta sekitar 100 pasukan operasi khusus dikerahkan untuk mengamankan area dan menjemput korban.
“Operasi dilakukan di siang hari dengan perlindungan penuh dari udara,” demikian laporan militer AS.
Pasukan elite seperti Seal Team 6, Delta Force, hingga Army Rangers dilibatkan dalam misi berisiko tinggi tersebut.
Badan intelijen CIA turut berperan dengan menyebarkan informasi palsu untuk mengalihkan perhatian musuh.
“Kami menciptakan distraksi agar posisi korban tidak terdeteksi,” ujar sumber terkait operasi tersebut.
Berita Terkait
-
Spesifikasi Pesawat A-10 Thunderbolt II 'Warthog' Milik AS, Hancur Ditembak Iran
-
AS-Israel Gempur Wilayah Iran: 15 Orang Tewas, Pasukan IRGC Gugur dan Pilot F-15E Dicari
-
Pilot F-15 Hilang, AS Putus Asa Hingga Tembaki Wilayah Iran Saat Operasi Penyelamatan
-
Penyebab Iran Tak Jalin Kerjasama Kilang Minyak dengan Indonesia Meski Kaya SDA
-
Mengurai Efek Domino Perang AS-Israel Vs Iran terhadap Perdagangan RI
Terpopuler
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- Petinggi FPI Novel Bamukmin Ditunjuk Jadi Komisaris Hotel Indonesia Natour
- 'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Running Asics Diskon di Sports Station, Potongan Harga hingga 64 Persen
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Ribuan Pelayat Ayatollah Khamenei Kibarkan Bendera Merah, Serukan Balas Dendam
-
Bukan Kurang Bagus, Cak Imin: Brand Lokal Sulit Mendunia karena Pintu Tertutup
-
Gagal Kabur! Polisi Sikat 4 Remaja Pembawa Celurit Saat Bubarkan Tawuran di Cengkareng
-
Spesifikasi Pesawat Sukhoi Su-35 Milik Iran yang Disiapkan Oleh Rusia
-
Gunung Anak Krakatau Siaga, Badan Geologi: Isu Tsunami Hoaks, Warga Banten-Lampung Harap Tenang
-
LPDP Tambah 14 Kampus Top Dunia Khusus STEM, Ada NUS Hingga UCLA!
-
Jangan Tertipu! Video Erupsi Anak Krakatau Itu Hoaks, Ini Radius Bahaya yang Sebenarnya
-
Teror Drone Granat Sasar Pengacara di Tangsel, Pelaku Beri Pesan: Ini Baru Permulaan!
-
'Emang Kenapa Kalo Gue Tampol?' Identitas Pria Arogan di Jagakarsa Terkuak, Polisi Buru Pelaku
-
Sengketa Lahan Berujung Teror! Rumah Advokat Sulardi Dilempar Molotov, Pelaku Terekam CCTV