- Iran mengalami pemadaman internet nasional terlama akibat perang melawan Amerika Serikat dan Israel sejak Februari 2026.
- Pemadaman internet menyebabkan jutaan warga kehilangan pekerjaan dan melumpuhkan sektor bisnis online di berbagai wilayah Iran.
- Pemerintah Iran membatasi akses jaringan melalui sistem selektif, sehingga memicu ketidakpastian serta kecemasan ekonomi bagi masyarakat.
Suara.com - Iran mencatat rekor kelam sebagai negara dengan pemadaman internet nasional terlama di dunia.
Sejak perang pecah akhir Februari 2026 melawan AS dan Israel, konektivitas global anjlok hingga hanya sekitar satu persen dari kondisi normal.
“Iran adalah negara pertama yang memiliki internet lalu kembali ke jaringan nasional,” demikian pernyataan lembaga pemantau NetBlocks.
Situasi ini membuat jutaan warga hidup dalam kegelapan digital selama sebagian besar tahun 2026.
Pemadaman ini memperparah dampak ekonomi yang sudah rapuh. “Banyak bisnis online tidak bisa bertahan lebih dari tiga minggu tanpa internet,” kata laporan sebelumnya, dengan kerugian mencapai puluhan juta dolar per hari.
Warga mulai merasakan dampak langsung, terutama gelombang pemutusan hubungan kerja.
“Saya selamat dari gelombang PHK Januari, tapi tidak kali ini,” ujar Kamran, seorang desainer produk di Karaj yang baru saja kehilangan pekerjaannya dilansir dari Aljazeera.
Kondisi kerja juga semakin tidak pasti bagi yang masih bertahan. “Perusahaan hanya memberi kontrak tiga bulan, ada rasa bahwa banyak yang akan dipecat setelah itu,” kata seorang analis data di Teheran yang enggan disebutkan namanya.
Akses internet kini hanya diberikan secara terbatas oleh pemerintah. “Hanya mereka yang bisa menyuarakan pesan yang diizinkan online,” ujar juru bicara pemerintah Fatemeh Mohajerani.
Baca Juga: Pesawat Tempur AS Rontok Lagi Lawan Iran Hingga Angkatan Udara Kehilangan 7 Armada Udara
Sebagian kecil warga mencoba bertahan dengan koneksi mahal atau jaringan proxy ilegal.
Namun, akses itu sering kali hanya bertahan beberapa jam sebelum kembali diblokir.
Di tengah keterbatasan, kecemasan warga semakin meningkat.
“Kami bahkan tidak tahu apakah listrik akan menyala minggu ini,” kata seorang warga Teheran, menggambarkan ketidakpastian yang meluas.
Ia menambahkan ironi situasi yang mereka hadapi. “Misi luar angkasa bisa siaran langsung dari bulan, tapi kami tidak bisa membuka Google atau AI,” ujarnya.
Pemerintah Iran juga dituding tengah menyiapkan sistem internet berlapis. Skema yang disebut Internet Pro memungkinkan akses global terbatas dengan biaya mahal dan seleksi ketat.
Hingga kini, pemerintah belum memberikan penjelasan rinci soal pemadaman tersebut.
Berita Terkait
-
Pesawat Tempur AS Rontok Lagi Lawan Iran Hingga Angkatan Udara Kehilangan 7 Armada Udara
-
Operasi Penyelamatan Pilot F-15E AS di Iran, CIA Gunakan Taktik Sebar Hoax
-
Militer AS Gagal Total di Iran, IRGC Hancurkan Pesawat C-130 dan Heli Black Hawk
-
Ancaman Kiamat Radiasi di Kawasan Teluk Persia, Ledakan PLTN Bushehr Bisa Sapu Bersih Kehidupan
-
Balas Dendam Iran Membara di Bandara Ben Gurion Akibat Agresi AS dan Israel
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris
-
Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026
-
Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI
-
Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI
-
Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere
-
Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las
-
Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026
-
5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran
-
Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo
-
Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan