Iran mengklaim hancurkan dua pesawat C-130 dan dua heli Black Hawk milik Amerika Serikat.
Donald Trump nyatakan operasi penyelamatan pilot F-15E berhasil dilakukan dengan sangat berani.
Militer Iran sebut telah menangkap pilot Amerika yang jatuh di wilayah kedaulatan mereka.
Suara.com - Konfrontasi bersenjata antara pasukan Iran dan militer Amerika Serikat kembali memanas di wilayah perbatasan pada awal April ini.
Juru Bicara Khatam al-Anbiya, Kolonel Ebrahim Zolfaghari, menyampaikan laporan resmi terkait kegagalan total operasi penyelamatan pihak Pentagon.
Militer Amerika Serikat berusaha melakukan evakuasi terhadap kru jet tempur mereka yang sebelumnya jatuh akibat serangan pertahanan udara Iran.
Kegagalan misi tersebut dikonfirmasi terjadi pada hari Minggu setelah upaya intensif dilakukan oleh unit militer Amerika di lapangan.
Pihak Teheran menyatakan bahwa seluruh armada yang dikirim untuk menjemput pilot tersebut tidak berhasil mencapai tujuannya.
Kehancuran Armada Udara Amerika Serikat
Berdasarkan data intelijen terbaru, dua unit pesawat transportasi militer jenis C-130 milik Amerika Serikat dilaporkan telah hancur.
Tidak hanya pesawat angkut, dua helikopter jenis Black Hawk yang mengawal misi tersebut juga diklaim berhasil dilumpuhkan oleh IRGC.
Kolonel Zolfaghari menyebutkan bahwa keberhasilan penghancuran aset militer musuh ini merupakan hasil dari dukungan ilahi yang nyata.
Baca Juga: Ribuan Massa Kepung Kedubes AS, Beri Penghormatan untuk 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon
Ia juga memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi dan pengorbanan suci yang ditunjukkan oleh para prajurit angkatan bersenjata Iran.
Menurutnya, insiden ini menjadi bukti nyata bahwa militer Amerika Serikat tidak sekuat yang digambarkan selama ini di media.
Kekalahan Telak Militer Pentagon di Iran
Zolfaghari menegaskan bahwa penghancuran pesawat C-130 dan helikopter Black Hawk menunjukkan kelemahan nyata dari kekuatan militer pihak lawan.
Pihak Iran memandang militer Amerika Serikat bukanlah kekuatan dominan yang tidak terkalahkan saat harus berhadapan dengan strategi pertahanan Iran.
Determinasi tinggi dari seluruh personel militer Iran disebut menjadi faktor kunci dalam mematahkan keunggulan teknologi perang milik Amerika Serikat.
Berita Terkait
Terpopuler
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- Petinggi FPI Novel Bamukmin Ditunjuk Jadi Komisaris Hotel Indonesia Natour
- 'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup
- Ramalan 12 Shio Bulan di Juli 2026: Peruntungan Karier, Keuangan, Asmara, dan Kesehatan
- 5 Sepatu Running Asics Diskon di Sports Station, Potongan Harga hingga 64 Persen
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Bukan Kurang Bagus, Cak Imin: Brand Lokal Sulit Mendunia karena Pintu Tertutup
-
Gagal Kabur! Polisi Sikat 4 Remaja Pembawa Celurit Saat Bubarkan Tawuran di Cengkareng
-
Spesifikasi Pesawat Sukhoi Su-35 Milik Iran yang Disiapkan Oleh Rusia
-
Gunung Anak Krakatau Siaga, Badan Geologi: Isu Tsunami Hoaks, Warga Banten-Lampung Harap Tenang
-
LPDP Tambah 14 Kampus Top Dunia Khusus STEM, Ada NUS Hingga UCLA!
-
Jangan Tertipu! Video Erupsi Anak Krakatau Itu Hoaks, Ini Radius Bahaya yang Sebenarnya
-
Teror Drone Granat Sasar Pengacara di Tangsel, Pelaku Beri Pesan: Ini Baru Permulaan!
-
'Emang Kenapa Kalo Gue Tampol?' Identitas Pria Arogan di Jagakarsa Terkuak, Polisi Buru Pelaku
-
Sengketa Lahan Berujung Teror! Rumah Advokat Sulardi Dilempar Molotov, Pelaku Terekam CCTV
-
Menteri PPPA Sentil Lagu Om Zein: Pengalaman Biologis Perempuan Bukan Bahan Candaan!