-
Anwar Ibrahim berhasil membebaskan tujuh kapal tanker Malaysia yang sempat tertahan di Iran.
-
Diplomasi telepon langsung kepada Presiden Iran menjadi kunci kelancaran pasokan minyak nasional.
-
Hubungan baik dengan Iran membuktikan kedaulatan politik luar negeri Malaysia tetap terjaga.
Suara.com - Stabilitas pasokan bahan bakar minyak di Malaysia sempat menghadapi tantangan besar akibat perang di wilayah perairan Timur Tengah.
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengungkapkan keberhasilan diplomasi tingkat tinggi yang dilakukan secara personal dengan pemimpin tertinggi Iran.
Berkat kedekatan hubungan bilateral tersebut sebanyak tujuh unit kapal tanker milik Malaysia akhirnya diizinkan berlayar kembali.
Pengalaman berharga ini dibagikan Anwar saat menghadiri pertemuan bersama warga di Johor Bahru pada Minggu pagi.
Anwar menegaskan bahwa posisi tawar Malaysia di kancah internasional kini semakin diperhitungkan oleh negara-negara besar.
“Untungnya hubungan kita baik dengan Iran itu. Sekarang baru orang tahu,” kata Anwar dalam sambutannya.
Keberhasilan ini menjadi pembuktian bagi Anwar yang sebelumnya sempat menerima kritik keras dari berbagai pihak internal.
Beberapa kalangan di dalam negeri sempat merasa khawatir atas langkah Anwar yang menjalin komunikasi terlalu erat dengan Teheran.
Kekhawatiran tersebut muncul karena adanya potensi tekanan ekonomi maupun politik dari pihak pemerintah Amerika Serikat.
Baca Juga: Cerita Dramatis Tim SEAL Jalani Misi Penyelamatan Pilot F-15 yang Diburu Tentara Iran
“(Dia bilang) 'Amerika akan menentukannya kita. Amerika akan menggunakan kekuatan. Kita negara kecil. Kita berdagang dengan Amerika, tetapi kamu malah baik dengan Iran',” ujar Anwar.
Anwar Ibrahim membuktikan bahwa netralitas dan persahabatan dengan semua negara justru memberikan keuntungan strategis bagi rakyat.
Saat krisis kapal tanker terjadi di Selat Hormuz Anwar langsung mengambil inisiatif melakukan komunikasi telepon dengan Masoud Pezeshkian.
Dalam percakapan singkat tersebut PM Malaysia menjelaskan hambatan yang dihadapi oleh armada laut negaranya di perairan tersebut.
Respon yang diberikan oleh Presiden Iran ternyata sangat luar biasa dan menunjukkan rasa hormat yang mendalam.
“Saya telepon sekali saja. Saya bilang kapal kami masih ada tujuh (kapal) tertahan. Dia bilang apa? Dia bilang, 'ya, oke'. Jadi saya bilang kalau bisa, Presiden tolong bantu. Saat itu juga dia bilang, 'oke Anwar, take it from me, terima pernyataan saya. Saya akan perintahkan segera kapal-kapal Malaysia untuk dilepaskan’,” ucap Anwar, seperti dilansir dari Antara.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif
-
Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor
-
Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel
-
Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis
-
Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta
-
Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD
-
Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan
-
Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama
-
28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu
-
Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung