Trump justru mengungkapkan rasa tidak senangnya terhadap bagaimana media massa membingkai peristiwa kecelakaan pesawat tersebut.
Upaya evakuasi anggota kru yang hilang dianggap menjadi konsumsi publik yang terlalu dilebih-lebihkan oleh para jurnalis.
Saat dikonfirmasi mengenai pengaruh jatuhnya jet terhadap hubungan diplomatik, Trump memberikan jawaban yang sangat tegas dan lugas.
“Tidak, sama sekali tidak. Tidak, ini perang. Kita sedang berperang, Garrett,” kata Trump kepada koresponden nbcnews.
Pernyataan ini menunjukkan bahwa fokus pemerintah Amerika Serikat saat ini sudah bergeser pada kondisi konflik yang nyata.
Karoline Leavitt selaku juru bicara resmi Gedung Putih sebelumnya telah mengonfirmasi perihal musibah udara yang menimpa militer AS.
Berdasarkan laporan yang masuk ke meja kepresidenan, pesawat yang jatuh tersebut merupakan jenis F-15E Strike Eagle.
Namun kejutan tidak berhenti di situ karena muncul laporan mengenai kerugian aset udara Amerika yang kedua.
The New York Times memaparkan bahwa sebuah pesawat serang A-10 juga terhempas di area perairan Teluk Persia.
Baca Juga: Siapa Majid Khademi? Bos Intelijen Iran yang Gugur dalam Serangan AS dan Israel
Waktu jatuhnya pesawat A-10 tersebut dikabarkan hampir bersamaan dengan tertembaknya jet F-15E di wilayah udara Iran.
Ketidakpastian mengenai nasib para pilot yang mengawaki burung besi tersebut kini menjadi perhatian utama otoritas keamanan Amerika.
Donald Trump memberikan tanggapan singkat saat diwawancarai oleh media The Independent mengenai potensi cedera yang dialami personelnya.
Ia mengaku belum bisa memberikan komentar lebih jauh terkait kebijakan apa yang akan diambil jika pilot tersebut terluka.
Pemerintah AS masih terus memantau perkembangan di lapangan sembari menyiapkan langkah-langkah strategis untuk menghadapi kemungkinan terburuk.
“Kami berharap itu tidak akan terjadi,” kata presiden, menurut laporan tersebut.
Iran bersikeras bahwa mereka masih mampu memberikan penderitaan yang hebat bagi siapa pun yang mencoba mengganggu mereka.
Rakyat Iran percaya bahwa bukti kemampuan militer mereka telah terlihat jelas dalam berbagai konfrontasi yang terjadi belakangan.
Sementara itu, pihak Amerika tetap bersikeras untuk melanjutkan agenda politiknya meskipun kerugian material militer mulai bermunculan.
Situasi di Teluk Persia kini berada di titik nadir yang sangat rawan memicu ledakan konflik bersenjata skala besar.
Dunia internasional kini menanti langkah catur berikutnya dari kedua belah pihak yang sedang bertikai di Timur Tengah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
Pilihan
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
Terkini
-
Diduga Akibat Alat Berat Dinas SDA, Jalan Cinta Pulogadung Amblas hingga Akibatkan 5 Rumah Retak
-
Dompet Dhuafa Dukung Pembangunan Masjid Al Muttaqin sebagai Islamic Culture Center di Chiba, Jepang
-
Raja Juli Antoni Disebut Keliru, Amplop dari Bupati Kuansing Seharusnya Dilaporkan ke KPK
-
Dokter Paru Ingatkan Dampak Kesehatan Kebakaran TPA Jatiwaringin, Kelompok Rentan Harus Waspada
-
Bukan di Istana, Prabowo Pilih Terima Tony Blair dengan Penuh Kekeluargaan di Rumah Pribadi
-
Mendadak Datangi Gedung Merah Putih KPK, Kepala BGN Nanik Sudaryati Beri Penjelasan Singkat
-
Tiga Pulau Padam dalam Dua Bulan: Ada Apa dengan Listrik Indonesia?
-
Kebakaran TPA Jatiwaringin Baru Padam 45 Persen Meski Tiga Helikopter Dikerahkan
-
Mendagri Serahkan Anugerah Adinata Syariah 2026, Dorong Pemda Kembangkan Potensi Ekonomi Syariah
-
Dua Aksi Demonstrasi di Jakarta Pusat Hari Ini, 413 Personel Gabungan Disiagakan