-
Donald Trump mengakui penghancuran pesawat F-15E milik AS untuk melindungi teknologi rahasia.
-
Operasi penyelamatan besar-besaran berhasil mengevakuasi dua pilot Amerika yang jatuh di Iran.
-
Eskalasi konflik meningkat setelah aksi saling serang antara militer AS, Israel, dan Iran.
Suara.com - Pemerintah Amerika Serikat secara sengaja menghancurkan armada udara mereka sendiri yang sudah tidak layak pakai dalam sebuah misi khusus.
Tindakan ekstrem ini dilakukan sebagai bagian dari prosedur darurat untuk mengevakuasi pilot yang terjebak di wilayah kedaulatan Iran.
Langkah tersebut diambil karena terdapat komponen sangat rahasia pada pesawat yang tidak boleh jatuh ke tangan pihak lawan.
Donald Trump selaku Presiden menegaskan bahwa keamanan perangkat keras militer menjadi prioritas utama dibandingkan membawa pulang bangkai pesawat tersebut.
"Kami meledakkan pesawat-pesawat tua itu. Kami meledakkannya hingga berkeping-keping, karena kami memiliki peralatan di pesawat-pesawat itu yang, jujur saja, ingin kami bawa, tetapi saya rasa tidak ada gunanya menghabiskan empat jam lagi di sana," kata Trump saat konferensi pers dikutip dari Sputnik.
Gedung Putih merasa tidak perlu membuang waktu terlalu lama di area konflik hanya untuk mengangkut sisa-sisa logam yang rusak.
Amerika Serikat lebih memilih untuk memusnahkan seluruh bukti fisik daripada mengambil risiko kebocoran rahasia pertahanan nasional mereka.
Keamanan sistem anti-pesawat dan perangkat lunak di dalam jet tempur tersebut merupakan aset yang sangat dijaga oleh Pentagon.
"Jadi kami tidak menginginkan siapa pun; kami memiliki peralatan terbaik di dunia. Kami tidak ingin siapa pun memeriksa peralatan anti-pesawat dan peralatan kami lainnya," imbuhnya.
Baca Juga: Trump Ancam Hancurkan Iran, Tak Peduli Hukum Internasional Dilanggar
Keputusan ini menegaskan posisi Amerika yang tetap ingin mendominasi keunggulan teknologi militer di kancah internasional secara absolut.
Laporan dari berbagai media internasional menyebutkan adanya aktivitas pencarian besar-besaran yang dilakukan oleh tim penyelamat militer Amerika Serikat.
Operasi SAR ini dipicu oleh jatuhnya sebuah jet tempur pengebom jenis F-15E Strike Eagle di atas langit Iran baru-baru ini.
Jet tempur supersonik tersebut dilaporkan mengalami insiden serius saat sedang menjalankan misi operasional di kawasan Timur Tengah tersebut.
Proses penyelamatan segera dilakukan segera setelah sinyal darurat dari kursi pelontar pilot terdeteksi oleh radar pusat militer.
Kabar mengenai keberhasilan evakuasi pilot menjadi perhatian dunia mengingat tensi politik yang sangat tinggi antara kedua negara tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
Pilihan
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
Terkini
-
Mulai Tahun Ini, 13 Juli Resmi Diperingati sebagai Hari Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
-
Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,59 Persen, Dukungan Pramono terhadap UMKM dan PKL Tuai Pujian
-
Fadli Zon Sebut Ziarah Gunung Kawi Merupakan Warisan Tradisi
-
Alasan Indonesia Tak Kirim Pejabat Tinggi ke Penghormatan Terakhir Ayatollah Khamenei
-
Biang Kerok Blackout! Polri Bongkar Korupsi Batu Bara PLTU yang Bikin Listrik Padam Massal
-
WNI Tewas Mengenaskan di Jepang, Terduga Pelaku Diduga Tabrakkan Diri ke Kereta
-
Mahfud MD Heran Fenomena UU 'Simsalabim': Tiba-tiba Jadi, Kapan Dibahasnya?
-
Bulog Respon Cepat Masukan Masyarakat, Direktur Operasi Tinjau Penanganan Gudang Karawang
-
Dewan Pers Kabulkan Pokok Aduan Gus Ipul atas Artikel Opini yang Dinilai Menyudutkan
-
Rumor 'Orang Dalam' Bocorkan OTT Kuansing Mencuat, KPK: Itu Cuma Spekulasi!