- Perdana Menteri Anthony Albanese mengunjungi Singapura pada 9-11 April untuk mengamankan pasokan BBM akibat konflik Timur Tengah.
- Pertemuan dengan PM Lawrence Wong fokus memperkuat kerja sama distribusi solar dan LNG guna menjamin ketahanan energi nasional.
- Australia mengandalkan Singapura sebagai pemasok utama kebutuhan bahan bakar karena 90 persen minyak olahan berasal dari luar negeri.
Suara.com - Perdana Menteri Anthony Albanese menyatakan akan melakukan kunjungan ke Singapura pada 9-11 April guna memastikan kelancaran impor bahan bakar minyak (BBM), seiring lonjakan harga minyak akibat konflik di Timur Tengah.
Australia diketahui masih sangat bergantung pada impor, dengan sekitar 90 persen kebutuhan produk minyak olahan dipasok dari luar negeri. Dalam hal ini, Singapura menjadi pemasok terbesar bagi Negeri Kanguru.
Albanese mengatakan, dalam kunjungannya ia akan bertemu dengan Perdana Menteri Singapura, Lawrence Wong, untuk membahas kerja sama perdagangan, khususnya terkait pasokan penting seperti solar dan gas alam cair (LNG).
“Kami memiliki kekhawatiran yang sama terhadap situasi di Timur Tengah, termasuk dampaknya bagi kedua negara,” ujar Albanese dilansir dari New Straits Times.
Ia menambahkan bahwa kondisi global yang semakin tidak pasti membuat hubungan erat antarnegara menjadi sangat penting.
“Dunia saat ini semakin tidak pasti, sehingga kepastian dari hubungan yang dekat dan kuat menjadi lebih penting dari sebelumnya,” lanjutnya.
Sebelumnya, Australia dan Singapura telah berkomitmen melalui pernyataan bersama untuk menjaga kelancaran distribusi bahan bakar serta memperkuat ketahanan rantai pasok energi kedua negara.
Pemerintah Australia juga melaporkan bahwa gangguan pasokan di stasiun pengisian bahan bakar mulai berkurang. Tercatat, 241 SPBU atau sekitar 3 persen dari total tidak memiliki stok solar, sementara 141 SPBU kehabisan bensin.
Menteri Energi Australia, Chris Bowen, menyebut cadangan energi nasional masih relatif stabil, dengan stok sekitar 29 hari untuk solar, 39 hari untuk bensin, dan 30 hari untuk bahan bakar jet.
Baca Juga: PM Anwar Ibrahim Jamin Malaysia Aman dari Krisis Pasokan Minyak
Untuk meredam dampak kenaikan harga, pemerintah Australia juga memangkas pajak bahan bakar hingga setengahnya selama tiga bulan terakhir, guna membantu meringankan beban pengendara dan pelaku transportasi.
Berita Terkait
-
PM Anwar Ibrahim Jamin Malaysia Aman dari Krisis Pasokan Minyak
-
Jepang Kembali Gelontorkan Subsidi Bensin, Beban Anggaran Terancam
-
Bahlil Berpikir Keras Cari Stok LPG
-
Purbaya Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Naik Sampai Akhir Tahun: Gini-gini Uangnya Banyak!
-
Banggar DPR Tolak Usulan JK Kurangi Subsidi BBM: Kenapa Hak Orang Miskin Diotak-Atik?
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
Terkini
-
Kemasan Rokok Seragam Berisiko Tabrak UU Merek, Wamenkum: Jangan Over Regulation!
-
Sebut Polri Paling Korup, Burhanuddin Muhtadi Bongkar Kelemahan Survei IndexMundi
-
Jalan Cinta Amblas Nyaris 90 Derajat, DKI Bongkar Pemicunya: Tanggul Kali Sunter Retak!
-
Isi Amplop Menhut Raja Juli Masih Misteri, KPK Duga Suap Hutan Kuansing Pakai Dolar Singapura
-
Jokowi Mau Jadikan Jateng 'Kandang Gajah', Gerindra: Bagus, Kompetisi Politik Makin Sehat!
-
Bupati Kuansing Diduga Kumpulkan Duit dari 914 Anggota KUD untuk Suap Pelepasan Hutan
-
Aksi Bersih-bersih atau Cari Aman, Kenapa Menhut Raja Juli Baru Lapor Amplop Usai OTT KPK?
-
Eks Pimpinan KPK Sebut Menhut Raja Juli Akal-akali Balikin Amplop: Tetap Suap, Bisa Jadi Tersangka
-
Kader PSI Kalsel Desak Jokowi Segera Dilantik Jadi Ketua Dewan Pembina, Begini Respons Kaesang
-
Duet 'Indonesia Emas 2045' dan 'India Maju 2047', PM Narendra Modi: Kita Mitra Alami