-
Serangan udara Israel di Maghazi tewaskan 10 warga saat gencatan senjata berlangsung.
-
WHO hentikan evakuasi medis setelah seorang kontraktornya tewas akibat insiden keamanan.
-
Hamas tolak pelucutan senjata karena menilai itu bagian dari upaya kelanjutan genosida.
Suara.com - Gelombang kekerasan terbaru kembali mengguncang wilayah Jalur Gaza pada hari Senin yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa.
Sebuah serangan udara yang diluncurkan militer Israel menghantam area dekat sekolah yang menjadi tempat perlindungan warga sipil.
Otoritas kesehatan setempat melaporkan bahwa setidaknya sepuluh orang kehilangan nyawa dan banyak lainnya mengalami luka-luka.
Insiden tragis ini terjadi di tengah kondisi gencatan senjata yang didukung Amerika Serikat yang kini semakin rapuh.
Ketegangan meningkat saat proses evakuasi medis terpaksa dihentikan akibat situasi keamanan yang kian memburuk di lapangan.
Sebelum rudal menghantam, laporan warga menyebutkan adanya pertikaian antara penduduk lokal dengan milisi pro-Israel.
Warga menuduh kelompok milisi tersebut mencoba melakukan penculikan terhadap beberapa orang di sekitar area sekolah tersebut.
Dikutip dari France 24, Lokasi kejadian perkara berada di sisi timur kamp pengungsi Maghazi yang terletak di bagian tengah Gaza.
Dua rudal yang dilepaskan dari pesawat nirawak Israel langsung menyasar kerumunan di kawasan pemukiman yang sangat padat.
Baca Juga: Viral! Wanita Israel Terhempas Ledakan Rudal, Ajaib Masih Bisa Bangkit dan Berjalan
Mayoritas korban yang terkena dampak merupakan warga Palestina yang sedang mencari tempat perlindungan dari konflik.
Ahmed al-Maghazi, seorang saksi mata di tempat kejadian, mengungkapkan kronologi awal sebelum serangan udara itu terjadi.
Ia menyatakan bahwa wilayah mereka didatangi oleh anggota milisi yang beroperasi di bawah kendali pasukan pendudukan Israel.
Milisi tersebut dilaporkan melepaskan tembakan yang kemudian memicu perlawanan spontan dari para penduduk setempat yang merasa terancam.
"Penduduk mencoba mempertahankan rumah mereka, tetapi pasukan pendudukan menargetkan mereka secara langsung," katanya kepada Reuters.
Pihak milisi kemudian mengklaim melalui sebuah video bahwa mereka telah menewaskan lima anggota kelompok Hamas.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
Terkini
-
Dikritik Bambang Pacul, Ahmad Muzani Tegaskan Berangkat ke Iran sebagai Utusan Khusus Presiden
-
Tarif TransJakarta Mau Naik, Akankah Warga Kembali Memilih Kendaraan Pribadi?
-
Roy Suryo Siapkan Praperadilan Kedua Usai Menang Sebagian di PN Jaksel, Kini Gugat Status Tersangka
-
Update 14 Tersangka Baru Kasus Daycare Little Aresha: 1 Tersangka Mangkir dari Pemeriksaan Polisi
-
Menang Sebagian, Roy Suryo Kini Incar Pembatalan Status Tersangka di Praperadilan Kedua
-
API Sebut Rezim Hari Ini Tak Prioritaskan Agenda Perlindungan Perempuan
-
Tak Semua Dikabulkan, Ini 3 Poin Gugatan Praperadilan Roy Suryo yang Ditolak Hakim
-
Kisah Ramayana Satukan RI-India, Puan Ajak PM Modi Jaga Dunia Melintasi Lautan
-
PM Narendra Modi Perkenalkan Visi Gangga-Mahakam, Ajak Indonesia Masuki Era Baru
-
Miris! Eks Kapolres Bima Kota Pakai Uang Sabu Rp434 Juta Buat Umrah Keluarga