- Bareskrim Polri mengungkap kasus penyalahgunaan BBM dan LPG bersubsidi periode Januari hingga Maret 2026 di Mabes Polri.
- Polri meningkatkan penegakan hukum dan membuka hotline pengaduan masyarakat demi memberantas praktik ilegal migas di seluruh Indonesia.
- Kepolisian berkomitmen menindak tegas oknum internal yang terlibat serta memastikan distribusi subsidi energi tepat sasaran bagi masyarakat.
Suara.com - Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Mohammad Irhamni, memaparkan tiga langkah strategis yang kini tengah dijalankan oleh kepolisian dalam konferensi pers pengungkapan kasus BBM/LPG bersubsidi periode Januari s.d. Maret 2026 yang diselenggarakan di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri pada Selasa (7/4/2026).
Pertama, Bareskrim menginstruksikan seluruh jajaran, mulai dari Direktorat Kriminal Khusus hingga Kasubdit Tipidter di tingkat Polda, untuk meningkatkan intensitas penegakan hukum. Kedua, Polri membuka ruang seluas-luasnya bagi laporan masyarakat melalui kanal pengaduan.
"Kami membuka ruang partisipasi publik secara luas melalui penyebaran hotline pengaduan. Masyarakat bisa melaporkan kepada kami dan kami segera melakukan tindakan tegas," kata Brigjen Irhamni dalam konferensi pers tersebut.
Langkah ketiga yang paling krusial adalah pembersihan internal. Irhamni menegaskan bahwa pimpinan Polri tidak akan menoleransi anggota yang terlibat dalam praktik ilegal migas, baik sebagai pelaku maupun pelindung (backing).
"Menegaskan komitmen internal bahwa tidak ada ruang bagi anggota yang terlibat dalam praktik ilegal tersebut. Setiap bentuk keterlibatan, baik sebagai pelaku maupun sebagai backing, akan dilakukan penindakan tegas oleh pimpinan. Tidak ada toleransi," tegasnya.
Sementara itu, Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menegaskan komitmennya untuk “Zero Ilegal Migas”, yaitu memberantas tuntas praktik penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) dan LPG bersubsidi di seluruh wilayah Indonesia. Langkah ini diambil guna memastikan subsidi negara tepat sasaran bagi masyarakat yang membutuhkan.
Wakabareskrim Polri, Irjen Pol. Nunung Syaifuddin, mengeluarkan peringatan keras kepada para pelaku maupun oknum yang masih berani bermain dengan barang bersubsidi. Ia menegaskan tidak akan ada ruang kompromi bagi siapa pun yang mencari keuntungan pribadi dari hak masyarakat kecil.
"Pesan saya untuk para pelaku yang mudah-mudahan sore ini mendengarkan apa yang kita sampaikan ya, segera kalian berhenti melakukan kegiatan yang sangat merugikan negara dan masyarakat. Kalian bukan hanya berkhianat terhadap negara, tetapi sudah berkhianat terhadap masyarakat yang membutuhkan," tegas Irjen Nunung.
Dengan nada bicara yang lugas, jenderal bintang dua ini melontarkan ancaman serius bagi mereka yang masih membandel.
Baca Juga: Bareskrim Polri Bongkar Sindikat Elpiji Subsidi, Kerugian Negara Tembus Rp1,2 Triliun
"Statement terakhir dari saya untuk para pelaku ya, kamu nekat saya sikat. Kita tidak main-main, situasi sekarang sedang tidak baik-baik saja," pungkasnya.
Melalui komitmen bertajuk “Zero Ilegal Migas” ini, Polri berharap distribusi BBM dan LPG subsidi dapat kembali normal dan benar-benar dinikmati oleh masyarakat yang berhak, demi mewujudkan kedaulatan energi nasional.
Reporter: Dinda Pramesti K
Tag
Berita Terkait
-
Bareskrim Polri Bongkar Sindikat Elpiji Subsidi, Kerugian Negara Tembus Rp1,2 Triliun
-
Polri Usul Ambang Batas Kepemilikan Narkoba Diperkecil, Biar Jelas Bedakan Pengguna dan Bandar
-
Negara Rugi Rp1,2 Triliun! Bareskrim Sikat 672 Penyalahguna BBM-LPG, 2 Anggota TNI Ikut Terseret
-
Waspada Calo Akpol! Polri: Tidak Ada Kuota Khusus, Semua Lewat Jalur Resmi
-
Diburu dari Pontianak hingga Penang, The Doctor Otak Jaringan Narkoba Ko Erwin Akhirnya Tertangkap
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Review Film Back to the 90s: Sensasi Nostalgia Era Boyband yang Penuh Warna
-
BPBD Kota Samarinda Petakan Kawasan Rawan Kabut Asap Dampak Karhutla
-
Kabut Asap, Dinas Kesehatan Riau Siapkan 18 Ribu Masker untuk Pelalawan
-
Aturan Feng Shui Dapur, Jangan Biarkan Rezeki Hangus karena Salah Letak Kompor
-
AI hingga Microchip, RI-China Buka Jalan Baru Kerja Sama Teknologi
-
Kalimantan Belum Selesai, Karhutla Kini Kepung Papua Tengah: Api Makin Meluas
-
Tampang Maulana Paputungan Ayah Keji Pembunuh Disertai Mutilasi Anak Kandung di Merauke
-
Beli Voucher Game di BRImo Dapat Cashback Saldo 50 Persen
-
Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun, HIPMI Dorong Pengusaha Lokal Ikut Menikmati Dampaknya
-
Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan