News / Internasional
Rabu, 08 April 2026 | 06:21 WIB
Mojtaba Khamenei (Jerusalem Post)
Baca 10 detik

Mojtaba Khamenei dilaporkan dalam kondisi medis kritis menurut bocoran memo intelijen Amerika Serikat.

Ketidakhadiran pemimpin di publik memicu spekulasi pengalihan kendali kekuasaan Iran kepada pihak IRGC.

Ditemukan adanya persiapan pembangunan makam besar di Qom yang memicu tanda tanya suksesi.

Suara.com - Kabar mengejutkan datang dari Teheran mengenai kondisi kesehatan sosok paling berpengaruh di negara tersebut.

Mojtaba Khamenei dilaporkan sedang berjuang melewati masa kritis di bawah perawatan medis yang sangat ketat.

Kota suci Qom disinyalir menjadi lokasi tempat sang Pemimpin Tertinggi Iran tersebut menjalani perawatan intensif.

Informasi sensitif ini mencuat melalui laporan The Times yang merujuk pada dokumen memo diplomatik rahasia.

Data tersebut diklaim bersumber langsung dari hasil pemantauan intelijen Amerika Serikat pada awal April 2024.

Kebocoran Dokumen Intelijen Amerika Serikat

Dalam catatan memo itu disebutkan bahwa Mojtaba dalam kondisi tidak berdaya bagi kelangsungan politik negara.

Kondisi fisiknya yang lemah membuat dirinya dianggap tidak mampu lagi terlibat dalam urusan birokrasi pemerintahan.

Hingga saat ini otoritas independen memang belum memberikan verifikasi resmi terkait kebenaran berita kesehatan tersebut.

Baca Juga: Donald Trump Ancam Musnahkan Peradaban Iran Malam Ini, Gertak Sambal Lagi?

Namun dokumen rahasia ini kabarnya sudah didistribusikan kepada mitra strategis Amerika Serikat di wilayah Teluk.

Laporan ini menjadi sejarah pertama yang secara spesifik mengungkap titik koordinat keberadaan Mojtaba kepada publik dunia.

Ketidakpastian Politik Pasca Serangan Militer

The Jerusalem Post menyebutkan penurunan kesehatan ini terjadi setelah rentetan serangan dari pihak Israel.

Kondisi Mojtaba yang menggantikan Ali Khamenei tersebut dinilai bakal memperkeruh stabilitas keamanan di internal Iran

Publik kini mulai mempertanyakan identitas asli penggerak roda pemerintahan selama masa peperangan yang sedang berkecamuk.

Meski demikian, sejumlah elit politik di Teheran tetap memberikan pernyataan bahwa kendali negara masih terjaga.

Ketidakhadiran sosok Mojtaba di hadapan rakyat sejak awal konflik justru semakin memperkuat desas-desus yang beredar luas.

Spekulasi Kendali Korps Garda Revolusi Islam

Asumsi mengenai kelumpuhan kepemimpinan ini memicu dugaan adanya peralihan kekuasaan secara de facto di lapangan.

Banyak pihak meragukan kemampuan sang pemimpin untuk memandu jalannya pemerintahan dalam kurun waktu beberapa pekan terakhir.

Situasi genting ini mengarahkan sorotan pada peran Korps Garda Revolusi Islam atau IRGC dalam mengambil kebijakan.

Sejak eskalasi militer meningkat, saluran televisi resmi negara hanya menayangkan narasi tertulis tanpa bukti visual nyata.

Tidak adanya bukti rekaman audio maupun video terbaru dari Mojtaba membuat klaim pihak oposisi semakin dipercaya.

Misteri Pembangunan Makam di Kota Qom

Narasi dalam memo diplomatik tersebut juga menyinggung adanya aktivitas konstruksi yang tidak biasa di wilayah Qom.

Terdapat indikasi persiapan pembangunan sebuah kompleks pemakaman atau mausoleum megah untuk keluarga Ali Khamenei di sana.

Rencana pembangunan di kota suci tersebut dianggap cukup mengejutkan dan berbeda dari tradisi politik sebelumnya.

Sebab, selama ini prosedur pemakaman bagi pemimpin besar Iran biasanya dipusatkan di ibu kota negara, Teheran.

Rangkaian informasi ini menggambarkan betapa rapuhnya situasi internal Iran di tengah tekanan konflik bersenjata yang hebat.

Dampak Besar Bagi Geopolitik Timur Tengah

Dunia kini menanti pernyataan resmi dari pihak Teheran untuk menepis segala spekulasi liar yang berkembang.

Ketidakmampuan pemimpin dalam mengambil keputusan cepat bisa berdampak fatal pada strategi pertahanan nasional Iran menghadapi musuh.

Jika benar IRGC telah mengambil alih peran eksekutif, maka arah kebijakan luar negeri Iran mungkin akan berubah.

Intelijen Barat terus memantau setiap pergerakan di Qom untuk memastikan validitas dari kondisi kesehatan Mojtaba yang sebenarnya.

Segala kemungkinan masih bisa terjadi di tengah tertutupnya akses informasi resmi dari lingkaran dalam pemerintahan Iran saat ini.

Load More